*Kota Magelang* – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Magelang terus memperkuat budaya sadar bencana melalui pendidikan sejak dini. Berkolaborasi dengan sekolah-sekolah di Kota Magelang, BPBD memberikan pelatihan mitigasi bencana kepada peserta didik baru dalam rangka Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS).
Program edukasi ini dilaksanakan selama satu pekan dengan menyasar *12 sekolah* di Kota Magelang. Melalui kegiatan tersebut, BPBD mengenalkan pengetahuan dasar kebencanaan sekaligus membekali siswa dengan keterampilan menghadapi situasi darurat di lingkungan sekolah.
Pada *Selasa, kegiatan sosialisasi dilaksanakan di tiga sekolah, yakni **SMP Negeri 10 Kota Magelang, SMP Negeri 4 Kota Magelang, dan SMP Negeri 1 Kota Magelang*. Ratusan siswa baru tampak antusias mengikuti setiap sesi penyampaian materi maupun simulasi yang diberikan oleh tim BPBD Kota Magelang.

Materi yang disampaikan meliputi pengenalan potensi bencana, khususnya gempa bumi, serta langkah-langkah yang harus dilakukan *sebelum, saat, dan setelah terjadi bencana*. Para siswa juga dikenalkan dengan pentingnya memahami jalur evakuasi, titik kumpul, serta budaya kesiapsiagaan sebagai bagian dari upaya pengurangan risiko bencana di lingkungan sekolah.
Kepala SMP Negeri 4 Kota Magelang, *Puryanti*, menyampaikan apresiasinya terhadap pelaksanaan kegiatan tersebut. Menurutnya, pengenalan kebencanaan menjadi bekal penting bagi peserta didik baru agar mampu mengenali risiko di lingkungan sekolah dan mengetahui tindakan yang tepat ketika terjadi bencana.
“Program pengenalan kebencanaan ini menjadi pembelajaran yang sangat penting bagi siswa baru. Mereka dapat mengenali potensi yang ada di lingkungan sekolah, memahami bagaimana harus bertindak ketika terjadi bencana, serta mengetahui titik kumpul dan jalur evakuasi yang telah disiapkan sekolah,” ujar Puryanti.
Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Kota Magelang, *Puji Hartono, mengatakan bahwa pendidikan kebencanaan sejak dini merupakan bagian dari upaya mewujudkan **Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB)* sebagaimana menjadi salah satu program pemerintah dalam pengurangan risiko bencana.
Menurutnya, setiap satuan pendidikan didorong untuk menerapkan konsep SPAB agar warga sekolah memiliki pengetahuan, keterampilan, dan budaya siaga bencana. Dengan demikian, apabila terjadi keadaan darurat, seluruh warga sekolah telah mengetahui langkah penyelamatan yang benar sehingga risiko korban dapat diminimalkan.
“Pendidikan kebencanaan sejak dini merupakan investasi penting dalam membangun masyarakat yang tangguh bencana. Melalui penerapan Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB), kami berharap setiap sekolah memiliki kesiapsiagaan yang baik sehingga mampu mengurangi risiko dan dampak bencana,” kata Puji Hartono.
Ia menambahkan bahwa salah satu potensi bencana yang perlu menjadi perhatian di Kota Magelang adalah *gempa bumi*. Oleh karena itu, siswa perlu dibekali pengetahuan serta latihan mengenai prosedur penyelamatan diri ketika terjadi gempa.
Melalui kolaborasi antara BPBD Kota Magelang dan sekolah-sekolah di Kota Magelang, diharapkan terbentuk generasi muda yang lebih peduli terhadap keselamatan, memahami risiko bencana di sekitarnya, serta mampu mengambil tindakan yang tepat dalam situasi darurat. Upaya ini menjadi bagian dari komitmen bersama untuk mewujudkan sekolah yang aman, tangguh, dan berbudaya siaga bencana.