Month: April 2026

  • *GERAKAN RESIK KALI BENING WARNAI PERINGATAN HARI KESIAPSIAGAAN BENCANA TAHUN 2026 DI KOTA MAGELANG*

    *GERAKAN RESIK KALI BENING WARNAI PERINGATAN HARI KESIAPSIAGAAN BENCANA TAHUN 2026 DI KOTA MAGELANG*

    Magelang, April 2026 — Dalam rangka memperingati Hari Kesiapsiagaan Bencana Tahun 2026, Pemerintah Kota Magelang menggelar kegiatan Resik Kali di kawasan Kali Bening, Jalan Cempaka. Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian upaya meningkatkan kesadaran dan kesiapsiagaan masyarakat terhadap potensi bencana.

    Kegiatan diawali dengan Apel Kesiapsiagaan Bencana yang dipimpin langsung oleh Wali Kota Magelang selaku pembina apel. Apel diikuti oleh para camat dan lurah se-Kota Magelang sebagai bentuk komitmen bersama dalam memperkuat budaya sadar bencana di tingkat wilayah.

    Usai apel, kegiatan dilanjutkan dengan aksi Resik Kali yang melibatkan lebih dari 100 personel. Peserta terdiri dari berbagai unsur, antara lain Satgas BPBD Kota Magelang, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPU PR), Dinas Lingkungan Hidup (DLH), PSDA, warga sekitar, serta relawan dari berbagai organisasi seperti PMI, TAGANA, SARKOTA, GARDA RELAWAN INDONESIA, Paguyuban Peduli Kali Magelang, Mapala Sulfur, dan Mapala Mentari.

    Dalam sambutannya, Wali Kota Magelang menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan momentum penting untuk menggerakkan aksi resik kali secara berkelanjutan di seluruh wilayah Kota Magelang. Upaya ini dinilai strategis dalam mencegah potensi bencana, khususnya banjir akibat penumpukan sampah di aliran sungai.

    “Melalui kegiatan ini, kami mengajak seluruh masyarakat untuk lebih peduli terhadap lingkungan dengan tidak membuang sampah sembarangan, khususnya ke sungai. Resik kali merupakan langkah nyata dalam mitigasi bencana di Kota Magelang,” ujar beliau.

    Selain itu, Wali Kota juga mengajak masyarakat untuk turut berpartisipasi dalam puncak Hari Kesiapsiagaan Bencana yang akan dilaksanakan pada 26 April 2026 pukul 10.00 WIB. Masyarakat diimbau untuk secara serentak membunyikan sirine atau kentongan sebagai tanda kesiapsiagaan, serta melakukan simulasi evakuasi mandiri di lingkungan masing-masing.

    Adapun tema Hari Kesiapsiagaan Bencana Tahun 2026 adalah “Bersatu Dalam Siaga, Tangguh Menghadapi Bencana.” Tema ini menekankan pentingnya kolaborasi seluruh elemen masyarakat dalam menghadapi potensi bencana secara tangguh dan terkoordinasi.

    Sebelumnya, rangkaian kegiatan juga telah diisi dengan dialog interaktif di Radio Magelang FM yang menghadirkan narasumber Plt. Kepala Pelaksana BPBD Kota Magelang dan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Magelang. Dialog tersebut mengangkat tema “Membangun Kesiapsiagaan Sejak Dini” sebagai bagian dari edukasi kepada masyarakat.

    Melalui rangkaian kegiatan ini, diharapkan kesadaran dan partisipasi aktif masyarakat dalam upaya mitigasi bencana semakin meningkat, sehingga Kota Magelang menjadi kota yang lebih tangguh dan siap menghadapi berbagai potensi bencana di masa mendatang.

  • BPBD Kota Magelang Laksanakan Penanganan Pohon Berpotensi Tumbang di Kampung Dalangan

    BPBD Kota Magelang Laksanakan Penanganan Pohon Berpotensi Tumbang di Kampung Dalangan

    Kota Magelang, 19 April 2026 – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Magelang melaksanakan kegiatan penanganan pohon berpotensi tumbang di Kampung Dalangan RT.01/RW.08, Kelurahan Kramat Utara, Kecamatan Magelang Utara, Kota Magelang, pada Minggu (19/4).

    Informasi kejadian diterima melalui grup WhatsApp BPBD Kota Magelang dari Bapak Hadi Sutopo selaku Plt. Kepala Pelaksana BPBD Kota Magelang. Berdasarkan hasil survei lapangan serta laporan warga yang diterima pada 17 April 2026, ditemukan sebuah pohon lapuk yang tumbuh di area talud irigasi Kampung Dalangan.

    Posisi pohon diketahui sangat condong ke arah tambak ikan milik warga dan berpotensi tumbang sewaktu-waktu. Apabila pohon tersebut roboh, dikhawatirkan dapat menutup saluran utama mata air yang menjadi sumber aliran bagi tambak warga di sekitar lokasi.

    Potensi dampak dari kondisi tersebut meliputi 8 tambak ikan milik warga serta pemandian umum masyarakat yang memanfaatkan aliran air dari saluran irigasi tersebut.

    Menindaklanjuti laporan tersebut, pada Minggu, 19 April 2026 pukul 07.00 WIB, personel BPBD Kota Magelang menuju lokasi untuk melaksanakan penanganan dengan melakukan pemangkasan dan penebangan pohon secara aman serta terkendali agar tidak menimbulkan kerusakan pada fasilitas warga.

    Berkat penanganan cepat yang dilakukan, potensi bahaya dapat diminimalisir dan saluran irigasi tetap berfungsi normal. Kegiatan berjalan lancar dengan dukungan warga setempat.

    BPBD Kota Magelang mengimbau masyarakat untuk segera melaporkan apabila menemukan pohon lapuk, miring, atau berpotensi tumbang, terutama yang berada dekat permukiman, jalan umum, maupun fasilitas vital warga.

    BPBD Kota Magelang terus berkomitmen melakukan upaya mitigasi dan respons cepat guna menjaga keselamatan masyarakat serta meminimalkan risiko bencana di wilayah Kota Magelang.

  • BPBD Kota Magelang Gelar Sosialisasi Kebencanaan dan Simulasi P3K Sahabat Sekolah

    BPBD Kota Magelang Gelar Sosialisasi Kebencanaan dan Simulasi P3K Sahabat Sekolah

    Kota Magelang, 17 April 2026 – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Magelang melaksanakan kegiatan sosialisasi kebencanaan dan simulasi dengan tema Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan (P3K) Sahabat Sekolah sebagai upaya mewujudkan sekolah tangguh bencana di Kota Magelang.

    Kegiatan ini menjadi langkah nyata dalam membangun generasi muda yang tangguh, sigap, dan siap menghadapi berbagai risiko bencana maupun kondisi darurat di lingkungan sekolah. Melalui edukasi dan praktik langsung, para peserta diberikan pemahaman mengenai dasar-dasar kebencanaan, kesiapsiagaan, serta tata cara memberikan pertolongan pertama saat terjadi kecelakaan.

    Dalam simulasi yang dilaksanakan, peserta diajarkan penanganan awal terhadap korban cedera ringan, evakuasi sederhana, serta pentingnya koordinasi dan ketenangan saat menghadapi situasi darurat. Kegiatan ini diharapkan mampu meningkatkan kapasitas warga sekolah dalam menghadapi potensi bencana maupun insiden kecelakaan.

    BPBD Kota Magelang menegaskan bahwa satuan pendidikan memiliki peran penting sebagai lingkungan belajar yang aman dan siap siaga. Oleh karena itu, penguatan budaya sadar bencana sejak dini menjadi bagian penting dalam menciptakan sekolah yang tangguh.

    Melalui kegiatan ini, BPBD Kota Magelang mengajak seluruh elemen pendidikan untuk bersama-sama mewujudkan Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB) di setiap sekolah.

    Ayo wujudkan sekolah aman bencana di sekolah kita. Bangun masyarakat yang tangguh menghadapi bencana.

  • BPBD Kota Magelang Lakukan Penanganan Kejadian Tanah Longsor di Kampung Sanggrahan Legok

    BPBD Kota Magelang Lakukan Penanganan Kejadian Tanah Longsor di Kampung Sanggrahan Legok

    Kota Magelang, 13 April 2026 – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Magelang melaksanakan penanganan kejadian tanah longsor di Kampung Sanggrahan Legok RT.01/RW.09, Kelurahan Wates, Kecamatan Magelang Utara, Kota Magelang, pada Senin (13/4).

    Berdasarkan laporan di lapangan, kejadian bermula pada Minggu, 12 April 2026 pukul 16.00 WIB, saat hujan deras mengguyur wilayah Kampung Sanggrahan Legok. Tingginya intensitas curah hujan menyebabkan tanah tidak mampu menahan luapan air hujan yang berasal dari rumah warga yang berada di bagian atas lokasi kejadian.

    Selain itu, saluran drainase di sekitar area diketahui banyak tersumbat sampah, sehingga aliran air tidak berjalan lancar dan menambah tekanan pada struktur tanah serta talud penahan. Kondisi tersebut mengakibatkan talud bagian atas mengalami rungkat/ambles, kemudian material longsoran menimpa bagian atap rumah warga yang berada di bawahnya.

    Menindaklanjuti laporan masyarakat, tim BPBD Kota Magelang segera menuju lokasi untuk melakukan asesmen serta penanganan darurat. Petugas bersama warga dan unsur terkait melaksanakan pembersihan material longsor, pengamanan area terdampak, serta pengecekan kondisi talud dan lingkungan sekitar guna mencegah longsor susulan.

    Tidak terdapat korban jiwa dalam kejadian tersebut. Namun demikian, kerusakan terjadi pada bagian atap rumah warga yang tertimpa material longsoran.

    BPBD Kota Magelang mengimbau masyarakat agar rutin membersihkan saluran drainase dari sampah, terutama saat musim hujan, guna mencegah terjadinya genangan dan longsor. Warga yang tinggal di sekitar lereng atau talud juga diminta meningkatkan kewaspadaan apabila terjadi hujan deras dalam durasi lama.

    BPBD Kota Magelang akan terus melakukan pemantauan wilayah rawan bencana serta mendorong langkah mitigasi bersama masyarakat demi terciptanya lingkungan yang aman dan tangguh bencana.

  • BPBD Kota Magelang Lakukan Pantauan Lapangan Terkait Genangan Air Akibat Hujan Deras di Tiga Wilayah

    BPBD Kota Magelang Lakukan Pantauan Lapangan Terkait Genangan Air Akibat Hujan Deras di Tiga Wilayah

    Kota Magelang, 12 April 2026 – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Magelang melaksanakan pantauan lapangan terkait genangan air yang terjadi akibat hujan deras di sejumlah wilayah pada Minggu (12/4). Lokasi yang terdampak meliputi Kelurahan Cacaban, Kelurahan Potrobangsan, dan Kelurahan Wates.

    Hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah Kota Magelang menyebabkan peningkatan debit air di beberapa titik drainase, sehingga menimbulkan genangan di ruas jalan maupun lingkungan permukiman warga. Menindaklanjuti kondisi tersebut, personel BPBD Kota Magelang segera melakukan monitoring dan asesmen di lapangan.

    Dalam kegiatan pantauan tersebut, petugas melakukan pengecekan kondisi genangan, memantau aliran air, serta berkoordinasi dengan pihak terkait dan warga setempat guna memastikan situasi tetap aman serta tidak menimbulkan dampak yang lebih luas.

    Berdasarkan hasil pemantauan, genangan air di beberapa lokasi berangsur surut setelah hujan reda dan aliran drainase kembali normal. Tidak terdapat laporan korban jiwa maupun kerusakan signifikan akibat kejadian tersebut.

    BPBD Kota Magelang mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi hujan deras yang dapat disertai genangan maupun gangguan lingkungan lainnya. Warga juga diharapkan menjaga kebersihan saluran air dan tidak membuang sampah sembarangan agar aliran drainase tetap lancar.

  • BPBD Kota Magelang Lakukan Penanganan Atap Rumah Terbengkalai Terbawa Angin di Rejowinangun Utara

    BPBD Kota Magelang Lakukan Penanganan Atap Rumah Terbengkalai Terbawa Angin di Rejowinangun Utara

    Kota Magelang, 10 April 2026 – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Magelang melaksanakan penanganan kejadian atap rumah terbengkalai yang terbawa angin di wilayah Jl. Rawa Pening RT.02/RW.13, Kelurahan Rejowinangun Utara, Kecamatan Magelang Tengah, pada Senin (10/4).

    Kejadian tersebut dipicu oleh hembusan angin kencang yang menyebabkan bagian atap rumah kosong atau terbengkalai terlepas dan berpotensi membahayakan warga sekitar serta pengguna jalan yang melintas. Mendapati laporan dari masyarakat, tim BPBD Kota Magelang segera menuju lokasi untuk melakukan asesmen dan penanganan cepat.

    Petugas melakukan pengamanan area sekitar lokasi, pembersihan material atap yang berserakan, serta pelepasan sisa bagian atap yang rawan jatuh guna mencegah risiko lanjutan. Proses penanganan berlangsung dengan lancar dan situasi kembali aman terkendali.

    BPBD Kota Magelang mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem seperti hujan lebat disertai angin kencang yang masih berpotensi terjadi. Warga juga diminta segera melaporkan apabila menemukan bangunan kosong, pohon rapuh, maupun material lain yang berisiko membahayakan lingkungan sekitar.

    Dengan respons cepat dan sinergi bersama masyarakat, diharapkan potensi bahaya akibat cuaca ekstrem dapat diminimalisir serta keamanan lingkungan tetap terjaga.