Author: Admin BPBD

  • Kegiatan Launching “SABUN KENCANA” Sosialisasi Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB) Tahun 2024

    Kegiatan Launching “SABUN KENCANA” Sosialisasi Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB) Tahun 2024

    Jum’at 04 Oktober 2024 Pukul 07.30 sampai dengan selesai, bertempat di Aula SMP Negeri 6 Kota Magelang, Kegiatan Launching “ SABUN KENCANA” Sosialisasi Satuan Pendidikan Aman Bencana ( SPAB ) Tahun 2024, yang dihadiri oleh 218 orang yang terdiri dari wiswa-siswi SMP Negeri 6 dan guru pembimbingnya.

    Acara dibuka oleh Bp. Adi Satdana, S.K.M, S.Kep, Ners. Selaku Kepala Bidang dan Kesiapsiagaan BPBD Kota Magelang. Dalam sambutannya beliau menyampaikan Sesuai tugas pokok dan fungsi di Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan melakukan Inovasi dengan judul SABUN KENCANA yang akan di Implementasikan di SMP/MTs sederajat dan SD secara bertahap di Kota Magelang. Kepala Pelaksana BPBD Kota Magelang menghimbau kepada Kepala Sekolah  serta guru pembimbing agar tidak melakukan kegiatan wisata di pantai terkait kewaspadaan terhadap Megathrust, daan juga menghimbau agar menindaklanjuti arahan dari narasumber terkait pelaksanaan Satuan Pendidikan Aman Bencana.  Bp. Edy Wasono, S.H. selaku Kepala Pelaksana BPBD Kab. Magelang selaku narasumber yang ikut berkontribusi dengan BPBD Kota Magelang.

    Kegiatan dilanjutkan dengan simulasi bencana alam gempa bumi serta cara penyelamatan korban menggunakan tandu bersama para siswa-siswi di halaman SMP Negeri 6 Kota Magelang.

    Harapan dari kegiatan ini melatih kerja sama dan menolong sesama terutama keluarga di rumah.

  • SOSIALISAI SATUAN PENDIDIKAN AMAN BENCANA ( SPAB )BPBD KOTA MAGELANG TAHUN 2024

    SOSIALISAI SATUAN PENDIDIKAN AMAN BENCANA ( SPAB )BPBD KOTA MAGELANG TAHUN 2024

    BPBD Kota Magelang bekerja sama dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Magelang, menggelar kegiatan Sosialisasi Satuan Pendidikan Aman Bencana ( SPAB ) Tahun 2024.

    Sosialisasi tersebut dilaksanakan di Aula Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Magelang, diikuti oleh 80 peserta yang terdiri dari Kepala Sekolah / Guru Pembimbing Sekolah SMP/MTs sederajat, SD dan MI se Kota Magelang, pada hari Rabu 25 September 2024.

    Sebagai informasi, SPAB adalah program untuk mencegah dan menanggulangi dampak bencana yang juga diatur Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Permendikbud) Nomor 33 Tahun 2019. dan Perka No.4 Tahun 2012 BNPB tentang SPAB,

    SPAB dilaksanakan pada situasi normal, darurat, dan pasca bencana. Program ini bertujuan untuk melindungi warga sekolah dan lingkungan sekitarnya dari bahaya bencana.

    “SPAB” memikiki sederet manfaat bagi masyarakat maupun satuan pendidikan SD dan SMP” kata inisiator sekaligus Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kota Magelang Adi Satdana, SKM., S.Kep.Ners

    Acara diawali dengan sambutan yang disampaikan oleh Bapak Macbub Yani Arfian, S.Pd, selaku Kepala pelaksana BPBD Kota Magelang menekankan untuk program Bidang 1 tentang SPAB dapat terlaksana dan berkelanjutan, serta tambahan terkait waspada Megathrust, dan mendukung terkait inovasi Bidang 1 SABUN KENCANA ( Sekolah Aman Bencana Upaya membangun Kesiapsiagaan Bencana pada satuan Pendidikan ) di kota Magelang.

    Sementara itu Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Bapak Imam Baihaqi, S.Pd.,M.Pd mengajak kepada pada Kepala Sekolah dan Guru untuk melaksanakan Sekolah Aman Bencana, dengan membuat Surat Keputusan Kepala Sekolah tentang Struktur Penanggulangan Bencana di Internal sekolah serta uraian Tugasnya dan Dinas pendidikan dan Kebudayaan akan membuat Surat Kerjasama ( PKS ) antara BPBD dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan tentang Penanggulangan Bencana.

    Pemateri yang dihadirkan yakni Kepala Pelaksana BPBD Kab. Magelang, Bapak Edy Wasono, SH. Beliau menyampaikan tentang poin utama dasar SPAB, Pengertian SPAB, tujuan, capaian, hal yang harus dipersiapkan untuk SPAB SMP/MTs SD. MI/TK/PAUD serta hal-hal yang urgent, yang dapat dilakukan BPBD Kota Magelang.

    Harapan dari kegiatan ini Kepala Sekolah dan guru Pembimbing bisa memahami dan mulai berbudaya sadar bencana, serta mempuanyai Tim Tanggap Darurat Bencana.

  • BPBD bersama Damkar dan relawan kebencanaan di  Kota Magelang menggelar kegiatan pemetaan dan pemantauan dalam rangka mitigasi megathrust di Rusunawa Tidar, Kota  Magelang, Jumat, 13 September 2024

    BPBD bersama Damkar dan relawan kebencanaan di  Kota Magelang menggelar kegiatan pemetaan dan pemantauan dalam rangka mitigasi megathrust di Rusunawa Tidar, Kota  Magelang, Jumat, 13 September 2024

    Kegiatan ini dilaksanakan sebagai upaya pengurangan risiko bencana utamanya dengan adanya isu megathrust yang dapat terjadi sewaktu-waktu.

    Budiyono selaku Kepala UPT Rusunawa Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kota Magelang menyambut baik kegiatan ini.

    Diharapkan kegiatan ini dapat dilakukan ke Rusunawa lain di Kota Magelang dan berlanjut ke tahap sosialisasi dan simulasi untuk membangun ketahanan masyarakat dalam menghadapi bencana, utamanya ancaman gempa bumi dampak megathrust.

    Hadir dalam kegiatan ini, Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kota Magelang, Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kota Magelang, Kepala UPT Damkar Kota Magelang, relawan dan satgas serta pejabat fungsional kebencanaan BPBD Kota Magelang.

    Turut hadir Kepala Bidang Kesiapsiagaan dan Pencegahan BPBD Kota Magelang Adi Satdana yang sosialisasikan buku tangguh bencana yang dapat diunduh secara gratis dengan scan QR code.

    Kegiatan pemantauan dan pemetaan ini diawali dengan apel pengarahan oleh Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kota Magelang, Wahidin Sektianto. Dalam arahannya Wahidin atau biasa dipanggil Anto menyampaikan bahwa bencana adalah tanggung jawab bersama sehingga butuh kolaborasi semua pihak termasuk masyarakat.

    “Kegiatan ini akan dilaksanakan dalam 3 tahap yaitu tahap pemetaan, tahap sosialisasi dan tahap simulasi yang akan melibatkan penghuni rusunawa,” terang Wahidin.

    “Hari ini dilaksanakan tahap pertama yaitu pemantauan dan pendataan, Pemantauan dilaksanakan untuk melihat bagaimana kesiapan infrastruktur rusunawa terkait rambu kebencanaan dan jalur evakuasi serta pendataan berapa banyak penghuninya dipetakan berdasarkan jenis kelamin dan kelompok rentan. Kedepannya akan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat akan lebih intens guna membangun Kota Magelang tangguh bencana,” imbuhnya. 

  • BPBD Kembali Selenggarakan Sosialisasi KIE

    BPBD Kembali Selenggarakan Sosialisasi KIE

    Sosialisasi Komunikasi Informasi Edukasi (KIE) Jumat (21/7) bertempat di Aula Kelurahan Kramat Selatan dengan tema Pencegahan Bencana Tanah Longsor dan Banjir di musim penghujan dengan menghadirkan narasumber Pria Andaka SP.d selaku Kepala seksi Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kabupaten Temanggung. Acara tersebut dihadiri warga Kelurahan Kramat Selatan dengan jumlah peserta 30 orang. Sosialisasi dimulai dengan dibuka oleh Lurah Kramat Selatan Umi Hani, SH dilanjutkan dengan sambutan Kepala Pelaksana BPBD Kota Magelang yang diwakilkan oleh Kepala bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan Ibnu Tri Santoso S.Sos, MM.

    Pria Andaka selaku pemateri menyampaikan bahwa bencana ini bukan tanggung jawab BPBD saja tetapi seluruh manusia dan stakeholder pun wajib bertanggung jawab bila mana terjadi bencana di daerahnya masing masing. Pria Andaka menyebutkan faktor pemicu terjadinya longsor meliputi kemiringan lereng, kondisi atau jenis tanah, hujan, dan tergerusnya tanah oleh aliran air. Adapun, tanda-tanda terjadinya longsor yaitu terdengar suara gemuruh sebelum terjadi longsor, tanaman di lereng perbukitan banyak yang miring, adanya retakan dalam tanah, dan muncul rembesan air baru dari dalam tanah.

  • Perkuat Komunikasi dan Koordinasi melalui Forum Group Discussion

    Perkuat Komunikasi dan Koordinasi melalui Forum Group Discussion

    Penyelenggaraan Focus Group Discussion pada Kamis (6/7) mengangkat tema Penyelenggaraan Penanggulangan Bencana Daerah Kota Magelang dengan narasumber Nandra Eko dan Lukman Hakim dari PT Visi Elok Nusantara Sejahtera Yogyakarta. Acara ini dihadiri oleh OPD terkait di lingkup Pemerintah Kota Magelang dan juga dari berbagai unsur akademisi, pengusaha, media, relawan, PMI, dan Baznas, adapun total peserta berjumlah 50 orang.

    FGD ini memfokuskan pada pelaksanaan penyusunan Kajian Risiko Bencana (KRB) sebagai perangkat untuk menilai kemungkinan dan besaran kerugian akibat ancaman yang ada dan menjadi dasar keselarasan arah dan efektivitas penyelenggaraan penanggulangan bencana pada suatu daerah. Diharapkan dengan adanya FGD ini penyelenggaraan bencana akan lebih menambah saran dan masukan yang baik untuk penyelenggaraan serta penanganan bencana di Kota Magelang.