17 Mei 2023 BPBD Kota Magelang miliki tambahan peralatan kebencanaan. Peralatan kebencanaan tersebut berupa satu unit pick up dan satu set tenda pengungsi dengan total kurang lebih 300 juta. Peralatan tersebut diperoleh dari BNPB sebagai hibah atas proposal yang disampaikan Pemerintah Kota Magelang. Atas nama Pemerinth Kota Magelang, Kalak BPBD, Machbub Yani Arfian menyampaikan bahwa BPBD Kota Magelang sangat terbantu dengan bantuan tersebut. Harapannya, kapasitas BPBD dalam penanganan kebencanaan dapat meningkat.
Author: Admin BPBD
-

Sosialisasi Mitigasi Bencana Tanah Longsor dan Banjir di Musim Penghujan
Sosialisasi Komunikasi Informasi Edukasi (KIE) diselenggarakan oleh BPBD Kota Magelang dengan tema pencegahan bencana tanah longsor dan banjir di musim penghujan pada Jumat (12/5). Kegiatan ini dilaksanakan di Kelurahan Potrobangasan dengan menghadirkan narasumber dari BPBD Kabupaten Temanggung, Bapak Pria Andaka, S. Pd selaku Kepala Seksi Pencegahan Dan Kesiapsiagaan dan Anggota Komisi A DPRD Kota Magelang, Bapak Achmad Widodo. Peserta kegiatan ini berjumlah 30 orang.
Acara dimulai dari pemberian sambutan Lurah Potrobangasan, Ibu Susilowati S.Sos. Kemudian, dilanjutkan oleh sambutan Kalak BPBD Kota Magelang yang disampaikan oleh Sekretaris BPBD Kota Magelang, Putut Handoko, S, STP. Sebagai pemateri pertama, Pria Andaka, S. Pd menyampaikan pentingnya kewaspadaan masyarakat terhadap bencana tanah longsor dan banjir khususnya pada musim penghujan. Bapak Pria menyebutkan faktor pemicu terjadinya longsor meliputi kemiringan lereng, kondisi atau jenis tanah, hujan, dan tergerusnya tanah oleh aliran air. Adapun, tanda-tanda terjadinya longsor yaitu terdengar suara gemuruh sebelum terjadi longsor, tanaman di lereng perbukitan banyak yang miring, adanya retakan dalam tanah, dan muncul rembesan air baru dari dalam tanah.
Sementara itu, Bapak Achmad Widodo sebagai pembicara kedua memberi motivasi agar masyarakat turut aktif dalam menanggulangi bencana tanah longsor dan banjir. Masyarakat dihimbau untuk meningkatkan kewaspadaan dan tanggap terhadap lingkungan sekitar. Sekiranya terdapat lahan miring yang gundul, masyarakat dapat bergotong royong untuk menanami pohon dan melakukan kegiatan positif lainnya guna pemanfaatan lahan tersebut.
-

Peringatan Hari Kesiapsiagaan Bencana Nasional
Sirine berbunyi lantang pada pukul 10.00 hari ini Rabu (26/4). Benar, Tanggal 26 April diperingati sebagai Hari Kesiapsiagaan Bencana Nasional (HKBN). Warga diminta untuk membunyikan kentongan dan sirine sebagai tanda bahwa kita siap untuk selamat. Himbauan ini guna membangun kesadaran warga agar siap ketika menghadapi bencana dengan mengenali potensi bencana di daerah masing – masing dan apa yang harus dilakukan ketika terjadi bencana.
Prediksi BMKG menyatakan bahwa peralihan musim ini memiliki potensi bencana akibat hidrometeorogi dengan hujan lebih lebat dan angin kencang yang dapat sebabkan pohon tumbang dan longsor. Kota Magelang pada hari Sabtu (22/4) saat terjadi hujan lebat disertai angin kencang akibatkan satu talud dan pondasi longsor di Kelurahan Wates dan Gelangan. Akibat longsor tersebut, akses jalan tertutup timbunan material.

BPBD Kota Magelang besama relawan dan warga memberikan penanganan darurat dengan membersihkan timbunan material dan menutup longsor dengan terpal agar tidak terjadi longsor susulan. Kepala BPBD Kota Magelang, Machbub mengungkapkan bahwa selama libur lebaran BPBD Kota Magelang rutin melaksanakan pemantauan dan siaga 24 jam untuk menangani bencana. Machbub menambahkan respon cepat relawan dan warga dalam bergotong royong dalam penanganan bencana perlu untuk terus dipupuk dan ditingkatkan karena seperti kejadian hari sabtu tidak dapat diprediksi sebelumnya walaupun BMKG telah mengeluarkan peringatan dini cuaca ekstrem.
-

Satgas BPBD Ikuti Apel Operasi Ketupat Candi 2023
Sebanyak 7 satgas BPBD magelang ikuti apel Operasi Ketupat Candi tahun 2023 pagi ini. Apel dilaksanakan di Aloon-aloon Kota Magelang dengan inspektur Walikota Magelang Dr. H. Muchamad Nur Aziz,Sp.PD,K-GH,FINASIM. Dalam gelar apel pasukan tersebut juga turut diapelkan kendaraan operasional beserta peralatan penanganan kebencanaan. Ada satu kendaraan double cabin dan dua motor operasional yang turut diapelkan dalam kegiatan tersebut.
Dalam arahannya, Irup menyampaikan beberapa langkah penting yang harus diperhatikan dalam Operasi Ketupat 2023. Pertama, petugas keamanan diharapkan dapat menanamkan dalam diri bahwa pelimpahan tugas tersebut adalah sebuah kehormatan, sekaligus ladang amal ibadah. Kedua, memprioritaskan langkah humanis dan menerapkan buddy system serta mempedomani SOP. Ketiga, memastikan ketersediaan perlengkapan pribadi, sarpras, dan fasilitas penunjang lainnya. Keempat, petugas diharapkan melakukan pengamanan hingga arus balik. Kelima, ketersediaan informasi perkembangan lalu lintas dapat tersampaikan ke masyarakat. Terakhir, pentingnya memperkuat sinergisitas dan solidaritas antar petugas pengamanan maupun stakeholder terkait.
BPBD Kota Magelang selama libur lebaran tahun 2023 tetap siaga 24 jam. Siap melayani masyarakat saat terjadi bencana. Memasuki peralihan musim ppenghujan menuju kemarau potensi bencana yang timbul adalah akibat hidrometeorologi yaitu hujan deras dan angin kencang.
-

BPBD Kota Magelang Ikuti Pendampingan Teknis Pengerahan SDM Penanganan Darurat Bencana
Selasa (28/3) Kepala Pelaksana BPBD Kota Magelang hadiri pembukaan Pendampingan Teknis Pengerahan Sumber Daya Manusia Penanganan Darurat Bencana di Hotel Indoluxe Sleman. Kegiatan diselenggarakan oleh BNPB selama 4 hari (28-31/3) diikuti 26 BPBD baik Provinsi maupun Kota/Kab di Indonesia. BPBD Kota Magelang mengikutsertakan Kepala Bidang Kesiapsiagaan dan Pencegahan bersama satu orang JF Penata Penanggulangan Bencana.
Adapun pembahasan yang diberikan tak jauh dari langkah manajerial penanganan darurat bencana. Hari pertama, kegiatan dibuka oleh Kalaksa Provinsi DIY yang dilanjutkan dengan arahan dari Deputi Bidang Penanganan Darurat BNPB. Sistem Komando Penanganan Darurat Bencana (SKPDB) menjadi materi pembuka yang diberikan kepada peserta. Dengan adanya sistem struktur komando ini akan membangun tata hubungan kerja mulai dari koordinasi, pengendalian, pemantauan, dan evaluasi kegiatan secara efektif dan efisien ada masa tanggap darurat bencana. Materi kedua kaitannya dengan Kaji Cepat dan Aktivasi Posko yang berfungsi sebagai pusat komando operasi penanganan darurat bencana. Kemudian, Penyusunan Rencana Operasi menjadi materi penutup pendampingan teknis hari pertama. Rencana operasi disusun berdasarkan masukan penanganan bencana yang termasuk dalam rencana kontijensi dan informasi bencana untuk mencapai tujuan penanganan darurat bencana secara aman dan akuntabel.
Sementara itu, pembahasan hari kedua menyinggung terkait manajerial penanganan bencana. Mulai dari manajemen penanganan pengungsi, dinamika penetapan status darurat bencana, dan pengerahan sumber daya darurat, serta konsep Gladi ruang atau Table Top Exercise (TTX) dan Gladi posko atau Command Post Exercise (CPX). Hari ketiga (30/3) kegiatan menekankan pada metode praktik. Peserta diarahkan untuk mengikuti berbagai simulasi dari materi yang diberikan pada dua hari sebelumnya. Simulasi ini terbagi menjadi tiga sesi. Sesi pertama dan kedua terkait TTX Tahapan Penanganan Darurat Bencana. Sedangkan, sesi ketiga Tahapan Penanganan Darurat Bencana. Adapun hari terakhir pendampingan teknis ditutup dengan evaluasi simulasi yang sebelumnya telah dilaksanakan
