Author: Admin BPBD

  • BPBD Kota Magelang Susun Kajian Risiko Bencana Libatkan OPD Lintas Sektor

    BPBD Kota Magelang Susun Kajian Risiko Bencana Libatkan OPD Lintas Sektor

    Selasa (28/3) BPBD Kota Magelang menyelenggarakan Rapat Koordinasi terkait penyusunan Dokumen Kajian Risiko Bencana (KRB). Pertemuan ini melibatkan berbagai OPD, diantaranya Bappeda, BPKAD, DPUPR, Disperkim, Dishub, Kesra, Dinsos, Satpol PP, DLH dan DKK. Dalam pengkajian kebencanaan berpedoman pada Peraturan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Nomor 2 Tahun 2012 tentang Pedoman Umum Pengkajian Risiko Bencana. Di dalam Regulasi tersebut menyebutkan bahwa KRB adalah mekanisme terpadu untuk memberikan gambaran menyeluruh terhadap risiko bencana suatu daerah dengan menganalisis tingkat bahaya, tingkat kerentanan, dan tingkat kapasitas daerah.

    Adapun hasil notulensi pertemuan ini antara lain; Pertama, BPBD telah melakukan asistensi dengan BNPB. Kedua, pembentukan tim teknis BPBD dan OPD terkait dengan SK Walikota.  Ketiga, dalam pengumpulan data dokumen KRB (penyusunan peta bahaya dan kerentanan, validasi lapangan, dan penyusuan peta kapasitas). Keempat, tahap penyusunan KRB yang terdiri dari penyusunan Draft KRB I, Diskusi Publik, Draft KRB II, Review BNPB, Finalisasi Dokumen KRB, dan Legislasi Dokumen KRB.

    Harapannya, dengan adanya kontribusi aktif dari stakeholders dapat mempercepat proses penyusunan dokumen KRB tersebut.  

    ” …. Sinergi dan kolaborasi semua elemen dibutuhkan dalam penyusunan KRB agar terwujud kajian yang benar sesuai dengan potensi bencana Kota Magelang, sehingga dokumen KRB ini ditargetkan dapat selesai pada Juli 2023.” Ungkap oleh Budi Santoso S. Kep., (Ners) selaku Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan.

  • Pemkot Magelang Gerak Cepat Bersihkan Abu Vulkanik Merapi

    Pemkot Magelang Gerak Cepat Bersihkan Abu Vulkanik Merapi

    MAGELANG (SUARABARU.ID)- Pemkot Magelang bergerak cepat  untuk penanganan dampak abu vulkanik erupsi Gunung Merapi yang ada  sejumlah ruas jalan yang ada di Kota Magelang.

    Pada pembersihan abu vulkanik Merapi tersebut, Pemkot Magelang bersama dengan Kodim 0705/Magelang, Polres Magelang Kota dan para relawan.

    “Pada penyemprotan abu vulkanik yang ada di Kota Magelang kita mengerahkan sebanyak 150 orang berasal dari berbagai macam elemen. Seperti dari Kodim 0705/ Magelang, Polres Magelang Kota, BPBD, Satpol PP,  pemadam kebakaran, PMI maupun OPD  lainnya,” kata Penjabat (Pj) Sekda Kota Magelang, Larsita di sela-sela pembersihan abu vulkanik Merapi di Alun-alun Kota Magelang, Minggu ( 12/3/2023).

    Larsita mengatakan, selain melakukan pembersihan abu vulkanik Merapi, pihaknya juga membagikan masker secara cuma-cuma bagi masyarakat yang sedang melintas di Kota Magelang.

    Menurutnya, pihaknya menyiapkan sebanyak 10.000 lembar masker yang dibagikan kepada masyarakat, untuk mengantisipasi gangguan kesehatan pernafasan akibat dari hujan abu vulkanik Merapi yang terjadi pada Sabtu ( 11/3/2023) lalu.

    Selain itu, Pemkot Magelang juga telah  menyiapkan sejumlah obat-obatan khususnya obat tetes mata dan obat-obatan untuk penyakit pernafasan.

    “Obat untuk penyakit mata dan pernafasan tersebut akan didistribusikan ke seluruh puskesmas yang ada di Kota Magelang. Hal itu dilakukan untuk mengantisipasi adanya masyarakat yang terkena penyakit akibat hujan abu tersebut,” kata Larsita yang juga menjabat Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kota Magelang.

    Larsita menambahkan,  pembersihan abu vulkanik Merapi yang dilakukan tim gabungan  tersebut difokuskan di jalan –jalan utama di Kota Magelang. Seperti di kawasan Alun-alun, Jalan Pemuda, Jalan Tidar, Jalan Tentara Pelajar. Kemudian Jalan Pahlawan dan Jalan A Yani ( dari Kebonpolo hingga kawasan Alun-alun Kota Magelang).

    Ia juga menghimbau seluruh masyarakat Kota Magelang untuk membersihkan abu vulkanil Merapi di masing-masing lingkungannya, sehingga dapat terhindar dari penyakit mata dan gangguan pernafasan.

    “Untuk petugas dari Dinas Lingkungan Hidup juga fokus untuk membersihkan  abu vulkanik yang ada di beberapa taman kota,” imbuhnya.

    Sementara itu, Komandan Kodim 0705/ Magelang, Letkol (Inf) Jarot Susanto mengatakan, Kodim 0705/Magelang mengerahkan sebanyak masing-masing  satu peleton anggotanya untuk melakukan  pembersihan abu vulkanik Merapi baik di wilayah Kota Magelang maupun di Kabupaten Magelang.

    “ Untuk pembersihan abu vulkanik Merapi di wilayah Kabupaten Magelang, kami sementara memfokuskan di wilayah Kecamatan Dukun. Sedangkan yang di Kota Magelang, kita bersama-sama dengan Pemkot Magelang di jalan –jalan utama,” katanya.

    Seperti diberitakan sebelumnya, erupsi  Gunung Merapi yang terjadi para Sabtu 9 11/3/2023) sekitar pukul 12.12 WIB menyebabkan hujan abu  di sejumlah kecamatan di Kabupaten Magelang dan juga di Kota Magelang

    Sumber : suarabaru.id

    Editor : Widyartono R.

  • ASN BPBD dan OPD di Kota Magelang Ikuti Diklat Manajemen Bencana Dasar, Luring dan Daring

    ASN BPBD dan OPD di Kota Magelang Ikuti Diklat Manajemen Bencana Dasar, Luring dan Daring

    MAGELANG, MAGELANGEKSPRES.ID – Sebanyak 30 aparatur sipil negara (ASN) Kota Magelang dan 8 di antaranya dari BPBD mengikuti pendidikan dan pelatihan (diklat) teknis Dasar Manajemen Bencana (DMB).

    Diklat diselenggarakan atas kerja sama BKPSDM Kota Magelang dengan BPBD Kota Magelang dengan sistem blended learning selama 5 hari mulai 8-14 Maret 2023.

    Diklat dibuka oleh Kepala Bidang Pengembangan Kompetensi Teknis, Sumarhendro SSos, Rabu 8 Maret 2023.

    Pada tanggal 8-11 Maret 2023, diklat diadakan secara daring melalui kantor masing-masing dan 13-14 Maret diselenggarakan secara luring di Komplek Kampus Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Provinsi Jawa Tengah Provinsi Jawa Tengah, Semarang.

    Diklat DMB wajib diikuti ASN sebelum dapat mengikuti pelatihan-pelatihan lanjutan terkait kebencanaan. Adapun 30 peserta terdiri dari lintas sektoral OPD yang ada di Magelang yaitu, BPBD, Bappeda, Dinas Kesehatan, Dinas Pendidikan, DP4KB, DPUPR, Dishub, Disperkim, Disperpa, Dinarpus, Satpol PP (UPT Damkar), Dinas Sosial, 6 kelurahan dan 3 kecamatan se-Kota Magelang.

    Materi disampaikan oleh narasumber Pusdiklat BNPB, BPBD Provinsi dan Dinarpus Provinsi Jawa Tengah serta Widyaiswara BPSDMD Provinsi Magelang dengan materi antara lain Konsep dan Prinsip Penanggulangan Bencana, Manajemen Risiko, Manajemen Kesiapsiagaan dan materi lainnya terkait kebencanaan.

    Kepala BPBD Kota Magelang, Machbub mengungkapkan bahwa pelatihan ini perlu dilakukan untuk membangun kolaborasi dan sinergi antar OPD dalam penanganan bencana.

    “Sehingga kedepannya akan memudahkan dalam penanganan kebencanaan di Kota Magelang dan 30 peserta ini diharapkan dapat lulus dan menularkan ilmu yang dimiliki untuk membangun Kota Magelang,” jelasnya.

    Hendra, salah satu peserta dari Dinas Pendidikan yang juga merupakan guru di SMP 5 Kota Magelang menambahkan, bahwa diklat semacam ini perlu diikuti juga oleh pengajar di sekolah guna mempersiapkan kesiapsiagaan anak didik menghadapi bencana yang mungkin terjadi.

    “Melalui kurikulum Satuan Pendidikan Aman Bencana siswa bisa dibangun sejak dini budaya sadar bencana,” katanya. (hen)

    oleh Magelang Ekspres

    Penulis: Heni Agusningtyas

    Editor: Nur Imron Rosadi

  • Jalin Kekompakan, BPBD Kota Magelang dan TRC Gelar Outbond

    Jalin Kekompakan, BPBD Kota Magelang dan TRC Gelar Outbond

    MAGELANG, MAGELANGEKSPRES.DISWAY.ID – Untuk membangun kekompakan sesama tim, anggota Satgas Penanganan Bencana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Magelang mengikuti outbound bersama Tim Reaksi Cepat (TRC) di Taman Kyai Langgeng (TKL) Eco Park, Sabtu 4 Maret 2023.

    TRC beranggotakan 19 orang relawan yang terdiri dari perwakilan dari kelurahan se Kota Magelang. TRC dibentuk di awal Februari 2023, memiliki tugas sebagai tim kaji cepat saat terjadi bencana di wilayah kelurahan.

    Kepala Pelaksana BPBD Kota Magelang, Machbub menyampaikan pentingnya dilakukan outbound adalah untuk membangun kekompakan antar tim penanganan kebencanaan di Kota Magelang.

    Tujuan lain adalah untuk pengembangan kapasitas sekaligus meningkatkan kemampuan personil TRC sebagai ujung tombak dalam merespon penanganan darurat bencana di kelurahan.

    “Diharapkan melalui kegiatan ini tim akan lebih solid. Berbeda dengan kebiasaan sebelumnya kegiatan pengembangan kapasitas TRC dan Satgas dilakukan di alam terbuka sebagai penyegaran suasana,” kata Suryono.

    Ketua pelaksana kegiatan, Suryono menyampaikan kegiatan ini merupakan kegiatan rutin pengembangan kapasitas TRC.

    Outbond menghadirkan instruktur profesional Jelajah Outbound Magelang selama lebih 2 jam diberikan permainan-permainan yang melatih peserta menjalin kerja sama dan kekompakan tim.

    Seluruh peserta mengikuti outbound dengan antusias dan penuh kegembiraan sebagai rekreasi menghilangkan penat setelah menangani bencana di Kota Magelang. (hen)

    Sumber : magelang ekspres

    Reporter: Heni Agusningtiyas|

    Editor: Nur Imron Rosadi

  • Jaga Ekosistem, Relawan Tanam Pohon di Gunung Tidar

    Jaga Ekosistem, Relawan Tanam Pohon di Gunung Tidar

    Magelang, kedu.suaramerdeka.com – Puluhan relawan turut dalam aksi penanaman pohon pelindung dan pohon buah untuk makanan kera di Kebun Raya Gunung Tidar, Jumat (24/2).

    Kegiatan yang diinisiasi Garda Relawan Indonesia bersama KNPI Kota Magelang ini guna menjaga ekosistem di kawasan ini.

    Ketua Pelaksana Kegiatan, Heri Prawoto mengatakan, upaya menjaga ekosistem di area wisata alam dan religi ini perlu dilakukan dengan menanam tanaman yang mampu menyimpan air tanah.

    Termasuk tanaman buah yang dapat menjadi sumber pangan kera ekor panjang.

    “Tanaman yang mampu menyimpan air tanah agar tidak terjadi longsor.”

    Adapun tanaman buah untuk kera ekor panjang agar hewan primata ini tidak turun gunung mengganggu warga setempat,” ujarnya di sela kegiatan.

    Turut hadir pada kegiatan ini Ketua KNPI Kota Magelang yang juga Anggota DPRD Kota Magelang, Evin Septa Haryanto Kamil.

    Adapun relawan yang ikut kegiatan di antaranya Tagana, Baguna, SAR Kota, dan Mapala Perguruan Tinggi di Magelang.

    Acara diawali apel relawan dilanjutkan dengan penyerahan secara simbolis bibit pohon pelindung dan pohon buah untuk kemudian ditanam di puncak Gunung Tidar.

    Ada lebih dari 150 bibit yang ditanam relawan dengan jenis pohoh asam jawa, sirsat dan pohon jambu.

    Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Kota Magelang, Machbub mengutarakan, kegiatan bertema “Persembahan Cinta untuk Gunung Tidar” ini sangat penting dilakukan di daerah rawan longsor.

    Pihaknya pun memberikan apresiasi dan diharap dapat bermanfaat untuk masa depan nanti.

    “Aksi ini bermanfaat untuk mempererat rasa solidaritas relawan di Kota Magelang dalam penanganan bencana.

    Perlu sinergi dan kerjasama relawan dalam pencegahan bencana dengan edukasi kepada masyarakat,” tuturnya yang mengaku berterima kasih kepada para relawan yang dengan sukarela turut membantu penanganan kejadian bencana di Kota Tidar. (Asef Amani)***

    Sumber : kedu.suaramerdeka.com

    Editor: M. Nur Chakim