Author: Admin BPBD

  • BPBD Kota Magelang Laksanakan Studi Komparasi Pembentukan Saka Tangguh Bencana ke BPBD Kota Salatiga

    BPBD Kota Magelang Laksanakan Studi Komparasi Pembentukan Saka Tangguh Bencana ke BPBD Kota Salatiga

    Dalam upaya memperkuat pembinaan generasi muda yang tangguh terhadap bencana, BPBD Kota Magelang melaksanakan kunjungan studi komparasi ke BPBD Kota Salatiga pada Rabu (29/7/2026). Kegiatan ini bertujuan untuk memperdalam kesiapan pembentukan Saka Tangguh Bencana sebagai salah satu wadah pembinaan anggota Pramuka di bidang kebencanaan.

    Kunjungan ini menjadi sarana berbagi pengalaman dan praktik baik mengenai pembentukan, pengelolaan, serta pengembangan Saka Tangguh Bencana yang telah berjalan di Kota Salatiga. Melalui diskusi dan pertukaran informasi, BPBD Kota Magelang memperoleh berbagai masukan yang akan menjadi bekal dalam merancang pembentukan Saka Tangguh Bencana di Kota Magelang.

    Pembentukan Saka Tangguh Bencana bertujuan untuk menjaring dan membina generasi muda agar memiliki pengetahuan, keterampilan, sikap, dan kepedulian dalam penyelenggaraan penanggulangan bencana. Melalui pembinaan yang berkelanjutan, diharapkan lahir kader-kader muda yang tangguh, disiplin, dan mampu berkontribusi aktif dalam upaya pengurangan risiko bencana di lingkungan masyarakat.

    Selain membangun kapasitas teknis, Saka Tangguh Bencana juga menjadi wadah bagi anggota Pramuka untuk menanamkan nilai-nilai kepedulian, gotong royong, kepemimpinan, serta kesiapsiagaan dalam menghadapi berbagai potensi bencana. Dengan demikian, generasi muda tidak hanya menjadi penerima manfaat, tetapi juga mampu berperan sebagai pelopor keselamatan dan agen perubahan di lingkungannya.

    BPBD Kota Magelang menyampaikan apresiasi kepada BPBD Kota Salatiga atas sambutan hangat, keterbukaan, dan berbagai ilmu serta pengalaman yang telah dibagikan selama kegiatan studi komparasi berlangsung. Semangat kolaborasi antardaerah ini diharapkan dapat memperkuat jejaring dalam meningkatkan kapasitas penanggulangan bencana.

    Berbekal pengalaman dan inspirasi dari Kota Salatiga, BPBD Kota Magelang optimis pembentukan Saka Tangguh Bencana dapat menjadi langkah strategis dalam mencetak generasi muda yang siap menghadapi tantangan kebencanaan di masa depan.

    Ketangguhan menghadapi bencana dimulai sejak dini. Bersama Gerakan Pramuka, mari wujudkan generasi muda yang peduli, sigap, dan berperan aktif dalam membangun masyarakat yang aman serta tangguh bencana.

  • BPBD Kota Magelang Terima Kunjungan Kerja Studi Komparasi BPBD Kabupaten Bantul

    BPBD Kota Magelang Terima Kunjungan Kerja Studi Komparasi BPBD Kabupaten Bantul

    Magelang, 24 Juli 2026 – BPBD Kota Magelang menerima kunjungan kerja studi komparasi dari BPBD Kabupaten Bantul pada Jumat (24/7/2026). Kegiatan ini menjadi momentum penting untuk mempererat sinergi sekaligus berbagi pengalaman dalam upaya meningkatkan kualitas penyelenggaraan penanggulangan bencana di masing-masing daerah.

    Rombongan BPBD Kabupaten Bantul dipimpin langsung oleh Sekretaris BPBD Kabupaten Bantul dan disambut oleh jajaran BPBD Kota Magelang. Kunjungan tersebut bertujuan untuk memperkuat kolaborasi antardaerah melalui diskusi, pertukaran informasi, serta berbagi praktik baik dan inovasi dalam manajemen kebencanaan.

    Dalam sesi diskusi, kedua instansi membahas berbagai aspek penyelenggaraan penanggulangan bencana, mulai dari penguatan kelembagaan, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, kesiapsiagaan menghadapi bencana, pengelolaan logistik, hingga pemanfaatan teknologi dan sistem informasi dalam mendukung pelayanan kebencanaan yang lebih efektif dan responsif.

    BPBD Kota Magelang turut memperkenalkan sejumlah inovasi yang telah dikembangkan dalam mendukung pelayanan kepada masyarakat, sekaligus berbagi pengalaman mengenai strategi pengurangan risiko bencana, koordinasi lintas sektor, serta pemberdayaan masyarakat dalam membangun ketangguhan daerah.

    Melalui kegiatan studi komparasi ini, diharapkan terjalin hubungan yang semakin erat antara BPBD Kota Magelang dan BPBD Kabupaten Bantul sehingga dapat saling mendukung dalam menghadapi berbagai tantangan kebencanaan di masa mendatang.

    Kepala Pelaksana BPBD Kota Magelang menyampaikan apresiasi atas kunjungan tersebut dan berharap kegiatan ini menjadi wadah untuk saling belajar, bertukar gagasan, serta mengembangkan inovasi yang dapat diterapkan di masing-masing daerah demi memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

    Dengan semangat kolaborasi, BPBD Kota Magelang berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan penanggulangan bencana melalui sinergi, inovasi, dan berbagi pengalaman bersama berbagai pihak.

    Bersama, wujudkan pelayanan penanggulangan bencana yang tanggap, tangkas, dan tangguh demi masyarakat yang lebih aman dan siap menghadapi bencana.

  • BPBD Kota Magelang Dampingi Pembongkaran Tenda Pengungsi Pasca-Diksar Ubaloka

    BPBD Kota Magelang Dampingi Pembongkaran Tenda Pengungsi Pasca-Diksar Ubaloka

    Magelang 6 Juli 2026 – BPBD Kota Magelang turut mendampingi kegiatan pembongkaran tenda pengungsi setelah pelaksanaan Pendidikan Dasar (Diksar) Ubaloka Kwartir Cabang (Kwarcab) Kota Magelang. Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian pembelajaran lapangan yang bertujuan meningkatkan keterampilan, kedisiplinan, serta kesiapsiagaan anggota Pramuka dalam menghadapi situasi kedaruratan.

    Dalam kegiatan tersebut, para peserta tidak hanya mendapatkan pengalaman mendirikan tenda pengungsi, tetapi juga mempraktikkan teknik pembongkaran tenda yang benar, aman, dan efisien. Pendampingan dari BPBD Kota Magelang dilakukan untuk memastikan seluruh proses berjalan sesuai prosedur serta memberikan pemahaman mengenai pentingnya manajemen pengungsian dalam penanganan bencana.

    Melalui kegiatan Diksar Ubaloka ini, peserta dilatih untuk meningkatkan ketahanan fisik, keterampilan teknis, kerja sama tim, serta kemampuan beradaptasi dalam berbagai kondisi lapangan. Bekal tersebut menjadi modal penting dalam membentuk generasi Pramuka yang siap berperan aktif membantu masyarakat saat terjadi keadaan darurat maupun bencana.

    BPBD Kota Magelang mengapresiasi semangat dan antusiasme seluruh peserta, pembina, serta panitia yang telah berpartisipasi dalam kegiatan ini. Sinergi antara BPBD dan Gerakan Pramuka diharapkan terus terjalin dalam upaya membangun budaya sadar bencana dan meningkatkan kapasitas relawan muda di Kota Magelang.

    Dengan semangat kebersamaan dan gotong royong, diharapkan lahir Pramuka-pramuka yang tangguh, terampil, dan siap mengabdi untuk masyarakat. Bersama, kita wujudkan Kota Magelang yang aman, tangguh, dan siap menghadapi bencana.

  • Tim Gabungan Lakukan Pemantauan dan Pencarian Peziarah Diduga Tersesat di Kebun Raya Gunung Tidar

    Tim Gabungan Lakukan Pemantauan dan Pencarian Peziarah Diduga Tersesat di Kebun Raya Gunung Tidar

    Magelang, 12 Juli 2026 – Tim gabungan yang terdiri dari BPBD Kota Magelang, relawan, UPT Kebun Raya Gunung Tidar, Dinas Lingkungan Hidup, aparat wilayah, serta unsur terkait bergerak cepat menindaklanjuti laporan seorang peziarah yang diduga tersesat di kawasan Kebun Raya Gunung Tidar.

    Laporan awal diterima setelah seorang anggota rombongan ziarah atas nama Bapak Riyadi diketahui terpisah dari rombongannya pada Sabtu malam, 11 Juli 2026.

    Kronologi Kejadian

    Berdasarkan informasi yang dihimpun, rombongan tiba di kawasan Gunung Tidar untuk melaksanakan kegiatan ziarah pada Sabtu, 11 Juli 2026 pukul 21.00 WIB. Rombongan kemudian melaksanakan doa bersama di Maqom Syekh Subakir.

    Setelah kegiatan doa selesai, rombongan melanjutkan perjalanan menuju Maqom Mbah Semar. Saat itu, Bapak Riyadi masih terlihat duduk bersila di area Maqom Syekh Subakir. Berdasarkan keterangan saksi, terakhir kali Bapak Riyadi terlihat pada pukul 21.35 WIB.

    Ketika rombongan kembali turun dari Maqom Mbah Semar, Bapak Riyadi sudah tidak berada di lokasi. Rombongan mengira beliau telah kembali menuju kendaraan yang digunakan bersama.

    Sekitar pukul 23.00 WIB, salah satu anggota rombongan melakukan pengecekan dan mendapati bahwa Bapak Riyadi belum kembali. Kejadian tersebut kemudian dilaporkan kepada petugas keamanan UPT Kebun Raya Gunung Tidar. Menindaklanjuti laporan tersebut, petugas segera melakukan penyisiran awal di kawasan wisata.

    Operasi Pemantauan dan Penyisiran

    Pada Minggu, 12 Juli 2026 pukul 09.45 WIB, dilaksanakan koordinasi antara BPBD Kota Magelang, Dinas Lingkungan Hidup, UPT Kebun Raya Gunung Tidar, BASARNAS, AKMIL, Polsek Magelang Selatan, Kelurahan, serta Ketua RT/RW guna menentukan langkah-langkah pelaksanaan operasi pencarian dan penyelamatan.

    Hasil koordinasi menetapkan pelaksanaan pemantauan dan penyisiran secara terpadu di area wisata Gunung Tidar. Personel gabungan kemudian dibagi ke dalam 6 Search and Rescue Unit (SRU) untuk menyisir sejumlah titik yang berpotensi menjadi lokasi keberadaan survivor.

    Kegiatan penyisiran berlangsung mulai pukul 11.15 WIB hingga 16.47 WIB, namun belum membuahkan hasil.

    Selanjutnya pada pukul 17.00 WIB, tim melaksanakan koordinasi dan evaluasi hasil operasi. Berdasarkan hasil evaluasi, diputuskan bahwa pemantauan lanjutan akan dilakukan oleh Tim UPT Kebun Raya Gunung Tidar.

    Survivor Terpantau Melalui CCTV dan Kembali ke Rumah dengan Selamat

    Perkembangan positif diperoleh pada pukul 18.00 WIB ketika hasil pemantauan rekaman CCTV di area luar UPT Kebun Raya Gunung Tidar menunjukkan seorang pria dengan ciri-ciri yang identik dengan survivor yang dilaporkan hilang.

    Setelah dilakukan konfirmasi dengan rombongan, dipastikan bahwa sosok yang terekam CCTV tersebut adalah Bapak Riyadi. Informasi tersebut kemudian diteruskan kepada pihak keluarga untuk dilakukan pengecekan lebih lanjut.

    Berdasarkan hasil koordinasi antara rombongan, BPBD Kota Magelang, BASARNAS, Polsek setempat, dan unsur terkait, diputuskan untuk menutup posko pemantauan.

    Kabar menggembirakan akhirnya diterima pada pukul 21.01 WIB, ketika pihak keluarga melaporkan kepada UPT Kebun Raya Gunung Tidar bahwa Bapak Riyadi telah kembali ke rumah dalam keadaan sehat dan selamat.

    Apresiasi untuk Seluruh Tim

    BPBD Kota Magelang menyampaikan apresiasi dan penghargaan setinggi-tingginya kepada seluruh personel gabungan, relawan, petugas UPT Kebun Raya Gunung Tidar, Dinas Lingkungan Hidup, aparat kewilayahan, BASARNAS, AKMIL, kepolisian, serta seluruh unsur yang terlibat dalam pelaksanaan pemantauan dan pencarian.

    Semangat kolaborasi, kesiapsiagaan, dan respons cepat yang ditunjukkan seluruh pihak menjadi bukti nyata komitmen bersama dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

    Tetap utamakan keselamatan dalam setiap aktivitas, baik bagi petugas maupun masyarakat. Keselamatan adalah prioritas utama dalam setiap operasi kemanusiaan.

  • *BPBD Kota Magelang Latih Ratusan Siswa Baru Mitigasi Gempa, Wujudkan Sekolah Aman Bencana*

    *BPBD Kota Magelang Latih Ratusan Siswa Baru Mitigasi Gempa, Wujudkan Sekolah Aman Bencana*

    *Kota Magelang* – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Magelang terus memperkuat budaya sadar bencana melalui pendidikan sejak dini. Berkolaborasi dengan sekolah-sekolah di Kota Magelang, BPBD memberikan pelatihan mitigasi bencana kepada peserta didik baru dalam rangka Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS).

    Program edukasi ini dilaksanakan selama satu pekan dengan menyasar *12 sekolah* di Kota Magelang. Melalui kegiatan tersebut, BPBD mengenalkan pengetahuan dasar kebencanaan sekaligus membekali siswa dengan keterampilan menghadapi situasi darurat di lingkungan sekolah.

    Pada *Selasa, kegiatan sosialisasi dilaksanakan di tiga sekolah, yakni **SMP Negeri 10 Kota Magelang, SMP Negeri 4 Kota Magelang, dan SMP Negeri 1 Kota Magelang*. Ratusan siswa baru tampak antusias mengikuti setiap sesi penyampaian materi maupun simulasi yang diberikan oleh tim BPBD Kota Magelang.

    Materi yang disampaikan meliputi pengenalan potensi bencana, khususnya gempa bumi, serta langkah-langkah yang harus dilakukan *sebelum, saat, dan setelah terjadi bencana*. Para siswa juga dikenalkan dengan pentingnya memahami jalur evakuasi, titik kumpul, serta budaya kesiapsiagaan sebagai bagian dari upaya pengurangan risiko bencana di lingkungan sekolah.

    Kepala SMP Negeri 4 Kota Magelang, *Puryanti*, menyampaikan apresiasinya terhadap pelaksanaan kegiatan tersebut. Menurutnya, pengenalan kebencanaan menjadi bekal penting bagi peserta didik baru agar mampu mengenali risiko di lingkungan sekolah dan mengetahui tindakan yang tepat ketika terjadi bencana.

    “Program pengenalan kebencanaan ini menjadi pembelajaran yang sangat penting bagi siswa baru. Mereka dapat mengenali potensi yang ada di lingkungan sekolah, memahami bagaimana harus bertindak ketika terjadi bencana, serta mengetahui titik kumpul dan jalur evakuasi yang telah disiapkan sekolah,” ujar Puryanti.

    Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Kota Magelang, *Puji Hartono, mengatakan bahwa pendidikan kebencanaan sejak dini merupakan bagian dari upaya mewujudkan **Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB)* sebagaimana menjadi salah satu program pemerintah dalam pengurangan risiko bencana.

    Menurutnya, setiap satuan pendidikan didorong untuk menerapkan konsep SPAB agar warga sekolah memiliki pengetahuan, keterampilan, dan budaya siaga bencana. Dengan demikian, apabila terjadi keadaan darurat, seluruh warga sekolah telah mengetahui langkah penyelamatan yang benar sehingga risiko korban dapat diminimalkan.

    “Pendidikan kebencanaan sejak dini merupakan investasi penting dalam membangun masyarakat yang tangguh bencana. Melalui penerapan Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB), kami berharap setiap sekolah memiliki kesiapsiagaan yang baik sehingga mampu mengurangi risiko dan dampak bencana,” kata Puji Hartono.

    Ia menambahkan bahwa salah satu potensi bencana yang perlu menjadi perhatian di Kota Magelang adalah *gempa bumi*. Oleh karena itu, siswa perlu dibekali pengetahuan serta latihan mengenai prosedur penyelamatan diri ketika terjadi gempa.

    Melalui kolaborasi antara BPBD Kota Magelang dan sekolah-sekolah di Kota Magelang, diharapkan terbentuk generasi muda yang lebih peduli terhadap keselamatan, memahami risiko bencana di sekitarnya, serta mampu mengambil tindakan yang tepat dalam situasi darurat. Upaya ini menjadi bagian dari komitmen bersama untuk mewujudkan sekolah yang aman, tangguh, dan berbudaya siaga bencana.