Category: berita

  • BPBD Kota Magelang Siaga 24 Jam Hadapi Potensi Bencana Hidrometeorologi

    BPBD Kota Magelang Siaga 24 Jam Hadapi Potensi Bencana Hidrometeorologi

    Magelang – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Magelang terus meningkatkan kesiapsiagaan dalam menghadapi potensi bencana hidrometeorologi seiring dengan meningkatnya intensitas curah hujan di wilayah setempat.

    Seluruh personel BPBD Kota Magelang kini dalam status siaga 24 jam dengan dukungan sarana dan prasarana penanggulangan bencana, mulai dari mobil rescue, perahu karet, alat evakuasi, pompa penyedot air, hingga perlengkapan keselamatan lainnya. Kesiapan ini merupakan bentuk komitmen Pemerintah Kota Magelang dalam melindungi masyarakat dari ancaman bencana seperti banjir, tanah longsor, dan angin kencang.

    Kepala Pelaksana BPBD Kota Magelang menyampaikan bahwa selain kesiapan peralatan dan personel, pihaknya juga terus mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan.

    “Kami mengajak seluruh warga untuk mengenali lingkungan masing-masing, memahami rute evakuasi, serta aktif mengikuti kegiatan simulasi bencana. Dengan kesiapsiagaan bersama, kita wujudkan Magelang Tangguh Bencana,” ujarnya.

    Sebagai langkah preventif, BPBD juga rutin melakukan pemantauan kondisi cuaca, pengecekan titik rawan bencana, dan koordinasi dengan instansi terkait untuk memastikan respons cepat apabila terjadi keadaan darurat.

    Melalui semangat kolaborasi dan gotong royong, BPBD Kota Magelang mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus waspada dan siap menghadapi potensi bencana hidrometeorologi, demi keselamatan bersama.

  • Tembok 4 Meter di Kota Magelang Ambruk Diterjang Hujan Deras, Warga dan Polisi Kompak Bersihkan Reruntuhan

    Tembok 4 Meter di Kota Magelang Ambruk Diterjang Hujan Deras, Warga dan Polisi Kompak Bersihkan Reruntuhan

    Reporter : Wiwid Arif | Editor : Arief Setyoko

    Minggu, 19 Oktober 2025

    Hujan deras disertai angin kencang yang mengguyur Kota Magelang, Jumat (17/10/2025) sore, menyebabkan tembok setinggi empat meter di Jalan Merpati, Kelurahan Magelang, Kecamatan Magelang Tengah, roboh dan menutup akses jalan warga.

    Hujan mulai turun sekitar pukul 16.00 WIB sekitar satu jam kemudian, terdengar suara keras dari arah gang kecil di RT 01 RW 04, disusul ambruknya tembok sepanjang tujuh meter.

    Material batu, bata, dan lumpur menutup jalan. Beruntung, tidak ada warga yang melintas saat kejadian.

    Kepala Pelaksana BPBD Kota Magelang Machbub Yani Arfian menjelaskan tembok roboh akibat struktur tanah yang labil setelah diguyur hujan deras. “Tanah di sekitar lokasi jenuh air sehingga daya topangnya berkurang. Akibatnya tembok kehilangan keseimbangan,” jelasnya.

    Machbub mengingatkan warga agar waspada saat musim hujan.

    “Hindari berteduh di bawah pohon atau tembok tinggi ketika hujan deras,” katanya.

    Warga menyambut positif kerja bakti tersebut. Mereka bergotong-royong membersihkan area yang terdampak hingga jalur kembali aman dilalui.

  • BPBD Kota Magelang Gelar Pelatihan Kebencanaan untuk Tingkatkan Kesiapsiagaan Masyarakat

    BPBD Kota Magelang Gelar Pelatihan Kebencanaan untuk Tingkatkan Kesiapsiagaan Masyarakat

    Selasa, 14 Oktober 2025

    Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Magelang menggelar kegiatan Pelatihan Kebencanaan dengan tema “Membangun Ketahanan Kawasan Melalui Kolaborasi dan Edukasi Kesiapsiagaan Bencana”, pada Selasa (14/10/2025) bertempat di Aula Kelurahan Rejowinangun Utara, Kota Magelang.

    Kegiatan ini menghadirkan narasumber dari berbagai latar belakang, yaitu Bapak Yusuf Susilo, S.H dan Bapak Ventje Jehezkiel Rogi, S.Pd dari Komisi A DPRD Kota Magelang, serta Bapak NS. Margono, M. Kep selaku akademisi.

    Pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi potensi bencana di wilayah Kota Magelang. Melalui kegiatan ini, masyarakat diajak memahami langkah-langkah mitigasi, upaya pengurangan risiko, serta pentingnya kolaborasi antarwarga dan pemerintah dalam menghadapi situasi darurat.

    Kegiatan dilaksanakan melalui dialog interaktif antara masyarakat dan narasumber, yang membahas berbagai isu kebencanaan di tingkat lokal. Peserta diberikan pemahaman tentang peran aktif warga dalam menciptakan lingkungan yang tangguh bencana melalui edukasi dan kerja sama lintas sektor.

    Melalui pelatihan ini diharapkan akan dapat memperkuat kesadaran pemahaman dalam membangun ketangguhan masyarakat menghadapi ancaman bencana di Kota Magelang.

  • SAMBUT 3 BPBD Kota Magelang Latih Relawan Kuasai Pertolongan Pertama dan Evakuasi Korban

    SAMBUT 3 BPBD Kota Magelang Latih Relawan Kuasai Pertolongan Pertama dan Evakuasi Korban

    Sabtu, 11 Oktober 2025

    SAMBUT (Sabtu Membangun Kebersamaan untuk Ketangguhan) kembali digelar oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Magelang pada Sabtu (11/10/2025) di Stadion Moch. Soebroto Kota Magelang.
    Kegiatan ini merupakan pelaksanaan ketiga dari rangkaian program SAMBUT yang rutin diselenggarakan setiap bulan pada minggu kedua, sebagai wadah peningkatan kapasitas relawan kebencanaan di Kota Magelang.

    Pada edisi ketiganya ini, SAMBUT mengusung tema Medical First Aid Responder Evakuasi dengan fokus utama meningkatkan kemampuan pertolongan pertama bagi para relawan. Sebanyak 34 peserta dari unsur Satgas BPBD, Tim Reaksi Cepat (TRC), Pramuka, dan Relawan Kebencanaan mengikuti kegiatan dengan penuh semangat dan antusias.

    Materi pelatihan disampaikan oleh Bapak Lilik Sofyan dari RSUD Kota Magelang, sedangkan sesi praktik lapangan dipandu oleh Bapak Saefudin Chanani. Peserta mendapatkan pembekalan menyeluruh mengenai penanganan darurat medis, teknik evakuasi korban, dan langkah-langkah penyelamatan dasar sebelum bantuan medis profesional tiba.

    Kegiatan dikemas secara interaktif dan aplikatif, di mana peserta berlatih langsung melakukan penanganan di lapangan agar lebih siap saat menghadapi situasi darurat di lingkungan masing-masing.

    Melalui pelaksanaan SAMBUT yang berkelanjutan ini, BPBD Kota Magelang terus berupaya memperkuat kemampuan, solidaritas, dan kesiapsiagaan para relawan dalam menghadapi potensi bencana, sekaligus menumbuhkan semangat kebersamaan menuju Kota Magelang yang tangguh bencana.

  • BPBD Kota Magelang Gelar Rapat Koordinasi Satgas dan TRC Hadapi Musim Penghujan 2025/2026

    BPBD Kota Magelang Gelar Rapat Koordinasi Satgas dan TRC Hadapi Musim Penghujan 2025/2026

    Magelang – Jumat, 10 Oktober 2025


    Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Magelang menggelar Rapat Koordinasi Satuan Tugas (Satgas) dan Tim Reaksi Cepat (TRC) dalam rangka evaluasi penanggulangan bencana tahun berjalan serta persiapan menghadapi musim penghujan 2025/2026. Rapat dilaksanakan di BPBD Kota Magelang dan dipimpin langsung oleh Penata Penanggulangan Bencana Ahli Muda BPBD Kota Magelang.

    Kegiatan ini diikuti oleh unsur Satgas Penanggulangan Bencana, TRC BPBD, PPPK Bidang Kedaruratan dan Logistik serta Penata Penanggulangan Bencana Ahli Muda di Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kota Magelang.

    Dalam arahannya, Penata Penanggulangan Bencana Ahli Muda BPBD Kota Magelang menyampaikan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah telah mengeluarkan SE Kesiapsiagaan menghadapi musim penghujan tahun 2025/2026, menghimbau untuk meningkatkan kewaspadaan dan turut menginformasikan kepada masyarakat bahwa antisipasi lebih awal diperlukan untuk meminimalkan risiko bencana hidrometeorologi seperti banjir, tanah longsor, cuaca ekstrem, dan angin kencang.
    “Kita tidak hanya fokus pada penanganan saat bencana terjadi, namun kita harus semakin memperkuat langkah pencegahan dan kesiapsiagaan secara terpadu,” tegasnya.

    Rapat dilanjutkan dengan koordinasi beberapa poin, antara lain:

    1. Guna meningkatkan kapasitas TRC dan SATGAS, Sabtu, 11 Oktober 2025 pukul 09.00 Wib di kawasan GOR SANDEN dengan materi Medical Firt AID Responder dan Evakuasi.
    2. Pada hari kamis, 2 Oktober 2025 pukul 07.30 telah dilaksanakan penanganan pohon tumbang di Kali Gandekan melibatkan TNI, POLRI, OPD Terkait dan Relawan Kebencanaan di Kota Magelang.
    3. Belajar atas kasus robohnya ponpes di Sidoarjo dan perssiapan memasuki musim penghujan, BPBD melalui bidang terkait perlu melaksanakan Pemetaan Gedung / bangunan tinggi di Kota Magelang, Pemetaan aliran sungai di Kota Magelang dan potensi talud kritis yang ada.

    Melalui rapat ini, BPBD Kota Magelang menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat sinergi dengan para pemangku kepentingan kebencanaan guna mewujudkan kota tangguh bencana.
    “Kolaborasi dan kesiapan semua pihak menjadi kunci dalam melindungi masyarakat dari risiko bencana,” tambahnya.