Category: berita

  • BPBD Kota Magelang Tangani Tanah Longsor dan Pohon Tumbang di Kampung Kiringan

    BPBD Kota Magelang Tangani Tanah Longsor dan Pohon Tumbang di Kampung Kiringan

    Magelang – BPBD Kota Magelang bersama unsur relawan dan masyarakat melakukan penanganan tanah longsor dan pohon tumbang yang terjadi di Kampung Kiringan RT 02 RW 02, Kelurahan Tidar Utara, Kecamatan Magelang Selatan, pada Jumat (28/11/2025) Pagi.

    Kejadian berlangsung sekitar pukul 21.00 WIB, ketika parit di lahan milik Bapak Yudo mengalami longsor. Kondisi tanah yang labil akibat hujan intensitas tinggi selama beberapa hari membuat struktur tanah tidak mampu menahan beban pohon besar di atasnya. Longsoran tersebut menutup saluran irigasi, sementara pohon yang ikut tumbang menutup akses jalan menuju Kampung Gumuk Sepiring, sehingga menghambat mobilitas warga.

    BPBD Kota Magelang segera menerjunkan tim ke lokasi untuk melakukan assesment cepat dan penanganan darurat. Penanganan dibantu oleh unsur PMI, Tagana, Linmas Magelang Selatan, Pemerintah Kelurahan Tidar Utara, serta warga sekitar. Upaya yang dilakukan meliputi pemotongan batang pohon, pembersihan material longsoran, dan pembukaan akses jalan yang sempat tertutup.

    Proses penanganan mengalami kendala akibat akses jalan yang sempit, sehingga alat dan personel harus bergerak secara terbatas dan hati-hati. Meski demikian, kerja sama seluruh unsur terkait membuat penanganan dapat dilakukan dengan aman dan terkoordinasi.

    BPBD Kota Magelang mengimbau masyarakat agar tetap waspada terhadap potensi bencana tanah longsor, terutama pada musim hujan dengan intensitas tinggi. Jika menemukan tanda-tanda kerawanan tanah atau pohon berisiko tumbang, warga diminta segera melaporkan ke BPBD Kota Magelang.

  • BPBD Kota Magelang Lakukan Aksi Sigap Dampingi Wali Kota Salurkan Bantuan bagi Warga Terdampak Musibah

    BPBD Kota Magelang Lakukan Aksi Sigap Dampingi Wali Kota Salurkan Bantuan bagi Warga Terdampak Musibah

    Selasa, 25 November 2025

    Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Magelang turut bergerak cepat bersama Wali Kota Magelang, Damar Prasetyono dalam penyaluran bantuan kemanusiaan bagi warga yang terdampak kerusakan rumah akibat musibah angin kencang dan kerusakan struktural di beberapa wilayah kota pada Selasa (25/11/2025).

    Penyaluran bantuan diawali dengan mengunjungi rumah Sunariyah, warga Karang Lor RT 01/RW 14, Kelurahan Rejowinangun Selatan, Kecamatan Magelang Selatan. Rumah warga tersebut mengalami kerusakan pada bagian atap setelah diterjang angin kencang dua pekan sebelumnya. Bantuan berupa dukungan perbaikan disalurkan melalui koordinasi antara BPBD, Baznas, dan PMI Kota Magelang.

    Rombongan kemudian bergerak menuju kediaman Miyati, warga Botton Kopen RT 06/RW 07, Kelurahan Magelang, Kecamatan Magelang Tengah. Rumah yang dihuni Miyati memiliki pondasi rusak dan berpotensi roboh sehingga memerlukan penanganan segera. Bahan bangunan untuk perbaikan telah disiapkan dan ditempatkan sementara di kantor kelurahan setempat untuk memastikan distribusi berjalan sesuai kebutuhan.

    Setelah itu, bantuan serupa disalurkan kepada Abdulah, warga Sanden, Kelurahan Kramat Selatan, sebagai dukungan perbaikan atas kerusakan rumah yang dialaminya. Seluruh rangkaian kegiatan ini dilakukan bersama unsur pemerintah kota dan lembaga terkait.

    Melalui kegiatan ini, BPBD Kota Magelang menegaskan komitmennya dalam mendampingi masyarakat yang terdampak musibah, sekaligus memastikan setiap bantuan yang diberikan terkoordinasi dan tepat sasaran. Keterlibatan pemerintah kota, Baznas, dan PMI menjadi wujud kolaborasi lintas stakeholder dalam mempercepat pemulihan warga serta menjaga ketangguhan Kota Magelang di bidang kebencanaan.

  • Puluhan Linmas Dilatih Mendirikan Tenda Pengungsi Hadapi Bencana Hidrometeorologi

    Puluhan Linmas Dilatih Mendirikan Tenda Pengungsi Hadapi Bencana Hidrometeorologi

    Selasa, 25 November 2025
    Pagi ini di lapangan Kwarasan, Kelurahan Cacaban, Kecamatan Magelang Tengah puluhan satgas linmas dilatih mendirikan tenda pengungsi dalam rangka pengembangan kapasitas dan kompetensi bagi satgas dan cendawan Kecamatan Magelang Tengah. Lebih dari 40 anggota linmas dilatih mendirikan 2 unit tenda pengungsi berukuran 6×12 meter dalam waktu 60 menit. Tenda yang digunakan untuk latihan merupaka bantuan BNPB sebagai wujud kesiapan hadapi bencana, salah satunya bencana hidrometeorologi. Tenda berwarna oren menyala ini mampu menampung lebih dari 50 pengungsi dan dapat berfungsi sebagai tenda pos komando.
    Dalam kegiatan tersebut BPBD Kota Magelang bertindak selaku instruktur dalam pelaksanaan pendirian tenda. Selaku koordinator simulasi, Siska Sriyoga, penata penanggulangan bencana ahli muda menyampaikan latihan ini membutuhkan kerjasama, koordinasi, dan kekompakan tim agar tenda dapat berdiri dalam waktu singkat. 8 Tim reaksi Cepat BPBD Kota Magelang di hadirkan dalam simulasi. Terkait acara yang diselenggarakan oleh kecamatan melibatkan BPBD Kota Magelang hari ini, Yoga menyambut baik, dia berharap kegiatan ini akan terus dilaksanakan dengan materi materi lainnya mengingat bencana bukan menjadi tanggung jawab BPBD namun tanggung jawab bersama. Latihan semacam ini akan rutin dilaksanakan untuk meningkatkan kompetensi dan kapasitas warga dalam hadapi bencana yang mungkin terjadi.
    Machbub Yani Arfian selaku kepala pelaksana BPBD Kota Magelang saat dihubungi terpisah menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan sarana latihan dalam membangun sinergi pentahelix penanggulangan bencana, sebuah bentuk kolaborasi dalam penanganan bencana. Dia menambahkan warga kota Magelang perlu meningkatkan kewaspadaan memasuki musim penghujan tahun 2025 / 2026. Macbub menghimbau warga kota Magelang untuk kerjabakti memangkas pohon yang berpotensi tumbang, membersihkan saluran drainase dan memeriksa konstruksi bangunan secara mandiri. Menurut BMKG musim hujan akan mencapai puncaknya pada Februari 2026. Dia berharap kegiatan ini hanya sebagai latihan dan tidak terjadi bencana di kota Magelang.

  • BPBD Kota Magelang Tingkatkan Kapasitas melalui Studi Komparasi Pusdalops ke BPBD Wonosobo

    BPBD Kota Magelang Tingkatkan Kapasitas melalui Studi Komparasi Pusdalops ke BPBD Wonosobo

    Jumat, 21 November 2025

    BPBD Kota Magelang laksanakan studi komparasi ke BPBD Kabupaten Wonosobo. Kegiatan ini dilakukan untuk berbagi ilmu dan wawasan terkait pusat pengendalian operasi. BPBD Kota Magelang menugaskan 3 personel bidang kedauratan dan logistic untuk berbagi ilmu dan pengalaman terkait manajemen pusdalops.

    BPBD Kabupaten Wonosobo pernah menangani kejadian besar saat terjadi kebocoran pipa gas H2S di lokasi pengeboran sumur Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) pada tahun 2022 yang mengakibatkan 1 orang meninggal dunia dan 8 lainnya dirawat intensif.

    Pusdalops PB BPBD memegang peran penting saat kejadian mengingat dampak yang terjadi. Pengolahan data dan manajemen personel dikelola pusdalops saat terjadi kejadian bencana.

    Mengingat pentingnya peran pusdalops PB, diharapkan Pemerintah Kota dan BPBD pada khususnya untuk memberikan perhatian terkait sarana dan prasaranan yang dimilki serta personel yang mengelola.

  • BPBD Kota Magelang ikuti Pendampingan Sistem Komando Penanganan Bencanna (SKPDB) dan Kesposkokan

    BPBD Kota Magelang ikuti Pendampingan Sistem Komando Penanganan Bencanna (SKPDB) dan Kesposkokan

    Sebagai upaya meningkatkan kompetensi dan kapasitas personel kebencanaan. BNPB bersama BPBD Provinsi Jawa Tengah selengggarakan kegiatan pendampinggan Sistem Komando Penanganan Darurat Bencana (SKPDB) dan Keposkoan pada Senin – Jumat, 17 – 21 November 2025 di Hotel Park View Semarang.

    Kegiatan diikuti oleh lebih dari 100 peserta terdiri dari BPBD Kota / Kabupaten di Jawa Tengah dan Kota Yogyakarta serta Kabupaten Sleman. Kegiatan menghadirkan narasumber yang kompeten di bidang penanganan bencana. Selain materi SKPDB dan Keposkoan juga dilatih penggunaan aplikasi SIMAMPU untuk melaporkan kejadian bencana yang terjadi di daerah. Tidak hanya materi namun juga dilaksanakan simulasi SKPDB melibatkan seluruh peserta dengan peran masing masing. BPBD Kota Magelang mengirimkan 2 orang personel dari Bidang Kedaruratan dan Logistik sebagai peserta.

    Diharapkan melalui kegiatan pendampingan ini, daerah bisa lebih responsive saat terjadi bencana dan mampu mendirikan pos komando. Kegiatan ini perlu terus dilatihkan dan disimulasi di daerah agar daerah tidak gagap saat terjadi bencana.