Author: AdminBpbd

  • Semangat Hari Buruh, BPBD Kota Magelang Gelar Kerja Bakti di Tengah Cuaca Tak Menentu

    Semangat Hari Buruh, BPBD Kota Magelang Gelar Kerja Bakti di Tengah Cuaca Tak Menentu

    Semangat Hari Buruh, BPBD Kota Magelang Gelar Kerja Bakti di Tengah Cuaca Tak Menentu

    Kota Magelang, Jum’at 1 Mei 2026 — Cuaca yang berubah-ubah antara hujan dan panas tidak menyurutkan semangat personel BPBD Kota Magelang untuk tetap bergerak dan mengabdi kepada masyarakat. Dalam rangka memperingati Hari Buruh, BPBD Kota Magelang melaksanakan kegiatan kerja bakti bersama sebagai bentuk kepedulian terhadap kebersihan lingkungan dan upaya mitigasi bencana.

    Kegiatan kerja bakti ini dilakukan dengan membersihkan saluran air, merapikan lingkungan sekitar, serta mengangkat sampah yang berpotensi menghambat aliran drainase. Langkah sederhana tersebut menjadi bagian penting dalam mencegah terjadinya genangan maupun banjir saat curah hujan meningkat.

    Momentum Hari Buruh kali ini dimaknai bukan hanya sebagai perayaan, tetapi juga sebagai pengingat akan pentingnya dedikasi, gotong royong, dan kepedulian terhadap lingkungan sekitar. Melalui kegiatan ini, BPBD Kota Magelang mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga kebersihan lingkungan sebagai bentuk kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana.

    “Jangan tunggu bencana datang baru bertindak. Kepedulian terhadap lingkungan harus dimulai dari hal kecil dan dilakukan secara bersama-sama,” ujar salah satu personel BPBD di sela kegiatan.

    Dengan semangat kebersamaan dan kepedulian, diharapkan lingkungan yang bersih dan tertata dapat menciptakan Kota Magelang yang lebih aman, sehat, dan tangguh menghadapi berbagai potensi bencana di tengah cuaca yang tidak menentu.

  • Kerja Bakti Penanganan Potensi Longsor di Tidar Campur Dilakukan untuk Kedua Kalinya

    Kerja Bakti Penanganan Potensi Longsor di Tidar Campur Dilakukan untuk Kedua Kalinya

    Magelang – BPBD Kota Magelang bersama warga dan berbagai unsur relawan kembali melaksanakan kerja bakti penanganan potensi longsor di wilayah Tidar Campur, Kelurahan Tidar Selatan. Kegiatan ini merupakan penanganan tahap kedua sebagai upaya mengurangi risiko bencana memasuki musim penghujan.

    Kerja bakti ini diikuti oleh warga setempat bersama Dinas Lingkungan Hidup (DLH), PMI, Tagana, Garda, Linmas Magelang Selatan, serta jajaran Kelurahan Tidar Selatan. Mereka pemangkasan vegetasi yang berpotensi membahayakan, serta penataan lingkungan di sekitar lereng.

    BPBD Kota Magelang mengapresiasi kebersamaan seluruh pihak yang terlibat dalam upaya mitigasi ini. Kolaborasi antarinstansi dan partisipasi masyarakat menjadi kunci dalam menjaga keselamatan lingkungan, terutama di wilayah rawan longsor.

    Mari bersama tingkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan memasuki musim penghujan dengan kerja bakti membersihkan lingkungan.
    Bersama kita kuat, bersama kita selamat.

  • Kepala Pelaksana BPBD Kota Magelang Mahcbub Yani Arfian : Waspadai Bencana di Musim Kemarau

    Kepala Pelaksana BPBD Kota Magelang Mahcbub Yani Arfian : Waspadai Bencana di Musim Kemarau

    Beralaskan terpal di bawah rindangnya pohon langka di Taman Kyai Langgeng (TKL) Ecopark, puluhan relawan kebencanaan menandatangani komitmen bersama, Rabu (26/6/2024)

    Mereka siaga dengan ancaman bencana musim kemaru panjang.

    Kepala Pelaksana BPBD Kota Magelang Mahcbub Yani Arfian mengungkapkan, BMKG memprediksi sebagian besar wilayah di Indonesia akan memasuki musim kemarau.

    Kota Magelang satu – satunya Kota di Jawa Tengah yang aman dari bencana kekeringan. Kendati demikian, pihaknya tak mau lengah.

    “Kita tetap harus mewasdai terjadinya kebakaran lahan pada musim kemarau tahun ini,” kata Machbub usai mendatangani komitmen bersama penanggulangan bencana daerah, agar penanggulangan bencana berjalan tanpa kendala.

    Pihaknya juga memprogramkan peningkatan kapasitas relawan.

    Salah satunya melalui koordinasi dan simulasi manajemen posko.

    Pihaknya juga menggandeng PMI Kota Magelang untuk memberikan pengetahuan baru terkait manajemen posko kepada relawan.

    Kemudian dilanjutkan dengan studi kasus.

    Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Kota Magelang Wahidin Sektianto menambahkan, selain guna meningkatkan kapasitas relawan kebencanaan, melalui penandatangan komitmen ini sebagai wujud kerja sama antar lembaga dalam penanggulangan bencana yang mungkin terjadi di Kota Magelang.

    Acara ini memang dikemas secara sederhana dan tidak di dalam ruangan agar peserta merasakan suasana berbeda dibangingkan koordinasi dalam ruangan.

    Acara ini dihadiri sekitar 40 orang. Terdiri atas pejabat fungsional penanggulangan bencana BPBD Kota Magelang, satgas, Tim Reaksi Cepat (TRC), juga dihadiri relawan berbagai perwakilan komunitas relawan, seperti Garda Relawan Indonesia, Tagana, Baguna, dan SARKota. (put/aro)

  • Hadapi Cuaca Ekstrim, BPBD Kota Magelang Adakan Sosialisasi

    Hadapi Cuaca Ekstrim, BPBD Kota Magelang Adakan Sosialisasi

    BPBD Kota Magelang adakan Sosialisasi Pencegahan Bencana Puting Beliung dan Gempa Bumi pada Rabu (28/2) bertempat di Aula Kecamatan Magelang Utara. Acara dibuka oleh Camat Magelang Utara, Tri Teguh Widodo dilanjutkan sambutan Machbub Yani Arfian selaku Kepala Pelaksana BPBD Kota Magelang. Adapun, pemateri yang dihadirkan yakni Kepala Seksi Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kabupaten Temanggung, Priya Andaka.

    Acara dihadiri sebanyak 60 warga Kecamatan Magelang Utara yang terdiri 12 peserta dari setiap kelurahan. Sigit Budiantoro selaku Kabid Pencegahan dan Kesiapsiagaan mengatakan dengan tingkat kerawanan di wilayah Magelang Utara ini diperlukan adanya kewaspadaan dari warga.

    ”Salah satu upaya pengurangan resiko bencana angin putting beliung yaitu dengan cara melakukan pemeliharaan pohon yang berpotensi bahaya.” Ucap Priya.

    Priya Andaka mengharapkan peserta dapat memahami dan mengaplikasikan di lingkungan sekitarnya.

  • BPBD Kota Magelang Adakan Simulasi Aktivasi Sistem Komando Libatkan TNI dan Polri

    BPBD Kota Magelang Adakan Simulasi Aktivasi Sistem Komando Libatkan TNI dan Polri

    Sabtu (09/12) BPBD Kota Magelang menyelenggarakan Rakor Kesiapsiagaan Hadapi Bencana Hidrometereologi dan Simulasi Aktivasi Sistem Komando Penanganan Darurat Bencana di Kantor BPBD Kota Magelang. Acara dibuka oleh Kepala Pelaksana BPBD Kota Magelang, Machbub Yani Arfian kemudian dilanjutkan penyampaian materi oleh Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik, Herwanto Tri Sungkowo.

    Kegiatan berlangsung setelah diadakan apel kesiapsiagaan dan berada di tenda posko untuk menciptakan aura posko Komando Penanganan Darurat Bencana dan dihadiri oleh tim TRC lintas sektoral yang dibentuk berdasarkan SK Wali Kota.

    Herwanto mengatakan upaya yang telah dilakukan dalam menghadapi bencana hidrometereologi yaitu membentuk Tim Reaksi Cepat lintas sektoral dari OPD teknis se-Kota Magelang.

    “Aktivasi sistem komando dapat diaktifkan apabila kepala daerah menetapkan status tanggap darurat bencana.” Ujarnya. Saat ini beberapa kota/Kabupaten mengeluarka SK Siaga dan SK Darurat Bencana. Kota Magelang semoga tidak mengeluarkan SK serupa imbuhnya.

    Dalam paparannya turut ditampilkan peta potensi rawan bencana dan potensi bencana hidrometeorologi Kota Magelang berdasarkan Kajian Risiko Bencana (KRB) yang tengah disusun oleh BPBD Kota Magelang.

    Dengan simulai semacam ini akan membuka wawasan penanganan darurat bencana di Kota Magelang Kata Tutus salah satu peserta. Harapanya di tingkat RT diberikan pelatihan serupa.

    Dalam kegiatan tersebut juga membuka forum diskusi dan tanya jawab terkait penanganan bencana di Kota Magelang. Salah satu penanya, Slamet dari ORARI meminta adanya jalur evakuasi titik kumpul dan rambu-rambu kebencanaan di Kelurahan Rejowinangun Utara guna membangun kesadaran warga dalam menghadapi bencana.

    Kota Magelang – BPBD Kota Magelang gelar apel kesiapsiagaan pada Sabtu (09/12) di Halaman Utama BPBD Kota Magelang. Apel dipimpin oleh Machbub Yani Arfian selaku Kepala Pelaksana BPBD Kota Magelang yang diikuti oleh gabungan TRC Lintas Sektoral dan para relawan dari berbagai organisasi.

    Adapun dasar penyelenggaraan apel kesiapsiagaan berpedoman pada Surat Edaran (SE) Gubernur Jawa Tengah yang mengarahkan untuk setiap daerah melaksanakan apel guna merapatkan barisan dalam kerja sama penanganan bencana dan mensosialisasikan keberadaan BPBD agar lebih dikenal di lingkungan masyarakat. Ancaman bencana hidrometeorologi diprediksikan oleh BMKG akan berlangsung selama enam bulan kedepan dengan puncak musim penghujan jatuh pada Bulan Februari.

    “Acara ini dikemas dalam bentuk sarasehan untuk membangun komunikasi dan meningkatkan koordinasi serta menjaring masukan dari para relawan dan pihak terkait dalam penanganan bencana”.