Author: Admin BPBD

  • BPBD Kota Magelang Tangani Kejadian Pohon Tumbang di Kampung Ganten Magelang

    BPBD Kota Magelang Tangani Kejadian Pohon Tumbang di Kampung Ganten Magelang

    Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Magelang melaksanakan penanganan kejadian pohon tumbang yang terjadi di Kampung Ganten RT 02 RW 01, Kelurahan Jurangombo Utara, Kecamatan Magelang Selatan, Kota Magelang, pada Rabu, 21 Januari 2026.

    BPBD Kota Magelang menerima laporan kejadian tersebut melalui grup Respons Cepat Bencana. Berdasarkan laporan, sebuah pohon jati dengan diameter kurang lebih 30 cm dan tinggi sekitar 10 meter tumbang akibat pelapukan pada bagian batang.

    Pohon tersebut roboh dan menimpa atap rumah bagian dapur milik Ibu Rikanah. Akibat kejadian tersebut, dapur rumah dengan ukuran sekitar 3 x 8 meter mengalami kerusakan ringan.

    Menindaklanjuti laporan tersebut, BPBD Kota Magelang segera menuju lokasi untuk melakukan penanganan, termasuk pemotongan dan pembersihan pohon tumbang guna mengamankan area serta mencegah potensi bahaya lanjutan. Tidak terdapat korban jiwa dalam kejadian ini.

    BPBD Kota Magelang mengimbau kepada masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, khususnya pada musim penghujan, serta segera melaporkan kepada pihak terkait apabila terdapat pohon yang terlihat lapuk atau berpotensi tumbang guna mencegah terjadinya kejadian serupa.

  • BPBD Kota Magelang Laksanakan Kaji Cepat Kejadian Tanah Longsor di Kampung Canguk

    BPBD Kota Magelang Laksanakan Kaji Cepat Kejadian Tanah Longsor di Kampung Canguk

    Magelang – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Magelang melaksanakan kaji cepat terhadap kejadian tanah longsor yang terjadi di Kampung Canguk, Kelurahan Rejowinangun Utara, Kecamatan Magelang Tengah, Kota Magelang, pada Selasa, 20 Januari 2026.

    Kejadian longsor dilaporkan terjadi sekitar pukul 17.21 WIB. Longsor berupa runtuhnya talud di bibir Sungai Elo, yang dipicu oleh intensitas hujan yang cukup tinggi dan menyebabkan terjadinya erosi pada bantaran sungai.

    Talud yang longsor tersebut berada di lahan milik Bp. Jono, warga Magersari, serta Ibu Lisa, warga Sambung. Akibat longsoran tersebut, kondisi bantaran sungai menjadi labil dan berpotensi menimbulkan longsor susulan.

    Hasil kaji cepat BPBD Kota Magelang menunjukkan bahwa terdapat sebuah bangunan rumah yang ditempati oleh Bp. Slamet Suratno yang berjarak sekitar 8 meter dari lokasi longsoran. Bangunan tersebut dinilai berpotensi terdampak dan berisiko roboh apabila erosi di bantaran Sungai Elo terus berlanjut.

    BPBD Kota Magelang telah melakukan pendataan, dokumentasi, serta koordinasi dengan perangkat wilayah setempat untuk langkah penanganan selanjutnya. Masyarakat di sekitar lokasi kejadian diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama pada saat hujan dengan intensitas tinggi, serta segera melapor apabila terjadi tanda-tanda pergerakan tanah atau retakan di sekitar sungai.

    BPBD Kota Magelang terus mengingatkan masyarakat agar tetap waspada memasuki musim penghujan guna mengantisipasi potensi bencana hidrometeorologi seperti tanah longsor dan banjir.

  • BPBD Kota Magelang Evakuasi Warga Terperosok Gorong-gorong di KarangwuniMagelang

    BPBD Kota Magelang Evakuasi Warga Terperosok Gorong-gorong di KarangwuniMagelang

    Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Magelang melaksanakan operasi pencarian dan evakuasi terhadap seorang warga yang terperosok ke dalam gorong-gorong di wilayah Karangwuni, Kelurahan Kramat Selatan, Kecamatan Magelang Utara, Kota Magelang, pada Selasa, 20 Januari 2026.

    Kejadian tersebut terjadi sekitar pukul 18.20 WIB, saat Kota Magelang diguyur hujan dengan intensitas tinggi. Korban yang saat itu berjalan kaki diduga terpeleset dan jatuh ke dalam gorong-gorong yang dalam kondisi tidak tertutup, sehingga korban terseret aliran air hujan.

    Seorang pedagang tahu bulat yang melihat kejadian tersebut segera melaporkan peristiwa itu kepada warga sekitar. Selanjutnya, warga melaporkan kejadian ke pihak Polsek setempat serta menghubungi Public Safety Center (PSC) dan BPBD Kota Magelang untuk dilakukan upaya pencarian dan evakuasi.

    Tim gabungan segera melakukan pencarian di sekitar lokasi kejadian. Setelah dilakukan upaya penyisiran, korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia pada pukul 19.30 WIB. Proses evakuasi korban kemudian berhasil dilakukan pada pukul 21.10 WIB oleh tim gabungan dengan memperhatikan faktor keselamatan petugas di tengah kondisi cuaca hujan.

    Jenazah korban selanjutnya dibawa ke RSUD Tidar Kota Magelang untuk dilakukan proses identifikasi dan visum.

    BPBD Kota Magelang mengimbau kepada seluruh masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan memasuki musim penghujan, khususnya saat beraktivitas di luar rumah. Masyarakat juga diharapkan lebih berhati-hati terhadap potensi bahaya seperti saluran air terbuka, genangan, serta arus air deras guna menghindari terjadinya kecelakaan dan bencana serupa.

  • BPBD Kota Magelang Sampaikan Terima Kasih kepada Seluruh Pihak dalam Operasi Pencarian di Gunung Slamet

    BPBD Kota Magelang Sampaikan Terima Kasih kepada Seluruh Pihak dalam Operasi Pencarian di Gunung Slamet

    Magelang — Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Magelang menyampaikan terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh relawan BKO, tim SAR gabungan, komunitas pendaki, warga lokal, serta semua pihak yang telah terlibat aktif dalam operasi pencarian di kawasan Gunung Slamet.

    “Dedikasi, kerja keras, dan pengorbanan seluruh personel di lapangan, baik dalam kondisi medan yang berat maupun cuaca yang tidak menentu, merupakan wujud nyata kepedulian terhadap keselamatan sesama. Atas nama Pemerintah Kota Magelang, kami menyampaikan terima kasih setinggi-tingginya,”

    BPBD Kota Magelang juga mengapresiasi sinergi lintas sektor antara TNI, Polri, Basarnas, relawan kebencanaan, komunitas pendaki, serta masyarakat setempat yang telah bahu-membahu mendukung kelancaran operasi pencarian.

    Diharapkan semangat kebersamaan dan kolaborasi ini terus terjaga dalam memperkuat kesiapsiagaan serta respons terhadap potensi bencana di masa mendatang demi keselamatan bersama.

  • BPBD Kota Magelang Gelar Simulasi Kebencanaan di SDN Jurangombo 4

    BPBD Kota Magelang Gelar Simulasi Kebencanaan di SDN Jurangombo 4

    Magelang, 13 Januari 2026 — Kegiatan sosialisasi dan simulasi kebencanaan bagi siswa sekolah dasar berlangsung khidmat dan edukatif di SDN Jurangombo 4, Kota Magelang. Sebanyak 166 siswa dari kelas 1 hingga kelas 6 mengikuti kegiatan tersebut dengan penuh semangat.

    Kegiatan dimulai pukul 06.30 WIB dan diawali dengan siraman rohani sebagai pembuka acara. Sesi ini dimaksudkan untuk menumbuhkan ketenangan, kedisiplinan, serta membentuk karakter peserta didik agar siap menerima materi pembelajaran berikutnya.

    Usai pembukaan, kegiatan dilanjutkan dengan penyampaian materi utama oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Magelang. Narasumber dari BPBD menjelaskan mengenai gempa bumi, mulai dari pengertian, penyebab terjadinya gempa, hingga dampak yang dapat ditimbulkan bagi manusia dan lingkungan. Materi disampaikan dengan bahasa yang sederhana dan disertai contoh dalam kehidupan sehari-hari sehingga mudah dipahami oleh anak-anak.

    Selain penyampaian materi, petugas BPBD juga memberikan edukasi mengenai langkah-langkah praktis yang harus dilakukan saat gempa terjadi, antara lain cara melindungi diri, mencari tempat aman, tidak panik, serta pentingnya mengikuti arahan guru atau orang dewasa. Para siswa juga diajak melakukan simulasi sederhana sehingga mereka tidak hanya menerima penjelasan secara teori, tetapi juga mempraktikkannya secara langsung.

    Selama kegiatan berlangsung, para siswa tampak antusias bertanya dan aktif menjawab pertanyaan dari narasumber. Guru-guru yang mendampingi turut berperan dalam menjaga ketertiban serta kelancaran kegiatan agar tetap berlangsung kondusif.

    Kepala Sekolah SDN Jurangombo 4 menyampaikan bahwa kegiatan sosialisasi kebencanaan ini memberikan pemahaman baru bagi pihak sekolah mengenai pentingnya kesiapsiagaan menghadapi bencana. Ke depan, pihak sekolah berkomitmen untuk menindaklanjuti hasil sosialisasi dengan menyiapkan jalur evakuasi yang jelas, menentukan titik kumpul yang aman, serta melengkapi sarana pendukung seperti Alat Pemadam Api Ringan (APAR).

    Melalui kegiatan ini, diharapkan pengetahuan mengenai kesiapsiagaan bencana dapat tertanam sejak dini. Anak-anak tidak hanya memahami apa itu gempa bumi, tetapi juga memiliki kesadaran untuk melindungi diri dan orang di sekitarnya ketika bencana terjadi. Kegiatan ini juga menjadi bentuk kepedulian BPBD Kota Magelang dalam meningkatkan literasi kebencanaan di lingkungan sekolah serta membangun budaya tanggap darurat di kalangan generasi muda.