Author: Admin BPBD

  • Syukuran Gunung Slamet Digelar di BPBD Kota Magelang, Wujud Rasa Syukur atas Ditemukannya Survivor Syafiq Ali

    Syukuran Gunung Slamet Digelar di BPBD Kota Magelang, Wujud Rasa Syukur atas Ditemukannya Survivor Syafiq Ali

    Magelang, 28 Januari 2026

    Acara syukuran Gunung Slamet digelar pada Rabu, 28 Januari 2026, mulai pukul 09.00 WIB, bertempat di BPBD Kota Magelang, sebagai bentuk ungkapan rasa syukur atas ditemukannya survivor pendaki Gunung Slamet, Syafiq Ali, yang sebelumnya dilaporkan hilang.

    Kegiatan syukuran ini dihadiri oleh berbagai unsur tim pencarian dan penyelamatan, antara lain BASARNAS, PMI, SAR Kota, MAPALA Sulfur, serta BPBD, yang terlibat langsung dalam proses pencarian dan evakuasi survivor.

    Acara diawali dengan doa bersama sebagai ungkapan rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa, kemudian dilanjutkan dengan prosesi potong tumpeng sebagai simbol kebersamaan, keselamatan, dan keberhasilan misi kemanusiaan yang telah dilaksanakan.

    Syukuran tersebut diselenggarakan sebagai bentuk apresiasi atas kerja keras dan dedikasi seluruh tim SAR yang telah bersinergi tanpa kenal lelah hingga akhirnya Syafiq Ali berhasil ditemukan.

    Melalui kegiatan syukuran yang dilaksanakan di BPBD Kota Magelang ini, diharapkan dapat semakin mempererat solidaritas dan kerja sama lintas instansi serta meningkatkan kesiapsiagaan dalam menghadapi situasi darurat di wilayah pegunungan.

  • BPBD Tingkatkan Kesiapsiagaan Hadapi Bencana Hidrometeorologi

    BPBD Tingkatkan Kesiapsiagaan Hadapi Bencana Hidrometeorologi

    Magelang – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Magelang melaksanakan Apel Kesiapsiagaan Bencana Hidrometeorologi pada Senin, 26 Januari 2026. Kegiatan apel kesiapsiagaan ini diikuti oleh ASN, Satgas PB, serta Mahasiswa Magang dari Universitas Tidar. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesiapan koordinasi lintas sektor dalam menghadapi potensi bencana hidrometeorologi di wilayah Kota Magelang.

    Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Magelang terus meningkatkan kesiapsiagaan dalam menghadapi potensi bencana hidrometeorologi yang terjadi pada Sabtu, 24 Januari 2026. Plt. Kepala Pelaksana  BPBD Kota Magelang dalam keterangannya menyampaikan bahwa kesiapsiagaan merupakan kunci utama dalam meminimalkan risiko dan dampak bencana, khususnya di tengah intensitas curah hujan yang masih tinggi. Ia menegaskan bahwa BPBD telah menyiagakan personel, peralatan, serta sistem koordinasi lintas sektor guna merespons secara cepat dan tepat setiap potensi kejadian bencana hidrometeorologi seperti banjir, tanah longsor, dan angin kencang.

    Lebih lanjut, Kalak BPBD menjelaskan bahwa langkah antisipatif telah dilakukan melalui pemantauan wilayah rawan bencana, pengecekan kondisi sarana prasarana penanggulangan bencana, serta peningkatan kesiapsiagaan petugas di lapangan. Selain itu, BPBD juga memperkuat komunikasi dengan pemerintah kecamatan, kelurahan, dan relawan kebencanaan untuk memastikan informasi kebencanaan dapat diterima masyarakat secara cepat dan akurat.

    Pada peristiwa hidrometeorologi yang terjadi pada 24 Januari 2026, BPBD bergerak cepat melakukan asessment awal di lokasi terdampak guna mengidentifikasi kebutuhan mendesak masyarakat. Tim BPBD juga berkoordinasi dengan instansi terkait lainnya dalam upaya penanganan darurat dan pendistribusian bantuan logistik. Upaya ini dilakukan sebagai bentuk komitmen pemerintah daerah dalam memberikan perlindungan dan rasa aman kepada masyarakat.

    BPBD juga mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi bencana hidrometeorologi, terutama bagi warga yang tinggal di wilayah rawan. Masyarakat diharapkan aktif memantau informasi resmi dari BPBD serta segera melaporkan apabila terjadi kondisi darurat di lingkungan sekitar. Dengan kesiapsiagaan yang optimal dan kerja sama antara pemerintah dan masyarakat, diharapkan risiko bencana dapat ditekan dan dampaknya dapat diminimalkan secara efektif.

  • Imbauan Kewaspadaan Angin Kencang di Wilayah Kota Magelang

    Imbauan Kewaspadaan Angin Kencang di Wilayah Kota Magelang

    Magelang – Kepada seluruh warga Kota Magelang, saat ini angin kencang sedang melanda sejumlah wilayah dan berpotensi menimbulkan risiko keselamatan.

    Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Magelang mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan guna mengurangi dampak yang dapat ditimbulkan akibat kondisi cuaca tersebut. Warga diminta untuk:

    • Menjauhi pohon besar, baliho, atau bangunan yang berpotensi roboh
    • Memeriksa kekuatan atap rumah dan bangunan, terutama yang sudah berusia lama
    • Memangkas pohon yang berpotensi tumbang segera setelah kondisi cuaca membaik

    BPBD Kota Magelang mengingatkan agar masyarakat selalu memantau informasi resmi terkait kondisi cuaca melalui BMKG dan BPBD, serta segera melaporkan kejadian darurat yang berpotensi membahayakan keselamatan.

    Mari tingkatkan kewaspadaan bersama demi menjaga keselamatan diri, keluarga, dan lingkungan sekitar.

  • Penyerahan Bantuan kepada Korban Longsor di Kampung CangukMagelang

    Penyerahan Bantuan kepada Korban Longsor di Kampung CangukMagelang

    Penyerahan bantuan kepada korban kejadian tanah longsor dilaksanakan di Kampung Canguk RT 01 / RW 21, Kelurahan Rejowinangun Utara, Kecamatan Magelang Tengah, Kota Magelang, pada Jumat, 23 Januari 2026.

    Bantuan tersebut berasal dari Palang Merah Indonesia (PMI) dan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas). Bantuan diserahkan secara simbolis kepada Plt. Kepala Pelaksana BPBD Kota Magelang, kemudian diteruskan kepada Camat Magelang Tengah untuk selanjutnya disalurkan kepada warga yang terdampak longsor.

    Penyaluran bantuan ini merupakan bentuk sinergi dan kepedulian antarinstansi dalam membantu masyarakat yang terdampak bencana tanah longsor. Bantuan yang diberikan diharapkan dapat meringankan beban korban serta membantu pemenuhan kebutuhan dasar pascakejadian.

    BPBD Kota Magelang menyampaikan apresiasi kepada PMI dan Baznas atas dukungan dan kerja sama dalam penanganan bencana di Kota Magelang. Pemerintah daerah bersama unsur terkait terus berupaya memastikan bantuan tersalurkan dengan tepat sasaran dan masyarakat terdampak mendapatkan pendampingan yang diperlukan.

    Masyarakat diimbau untuk tetap meningkatkan kewaspadaan, khususnya pada musim penghujan, mengingat potensi bencana hidrometeorologi seperti tanah longsor masih dapat terjadi.

  • Penyerahan Bantuan kepada Korban Longsor di Kampung Beliksari Magelang

    Penyerahan Bantuan kepada Korban Longsor di Kampung Beliksari Magelang

    Penyerahan bantuan kepada korban kejadian tanah longsor dilaksanakan di Kampung Beliksari RT 11 / RW 01, Kelurahan Potrobangsan, Kecamatan Magelang Utara, Kota Magelang, pada Jumat, 23 Januari 2026.

    Bantuan tersebut berasal dari Palang Merah Indonesia (PMI) dan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) yang diserahkan secara simbolis kepada Plt. Kepala Pelaksana BPBD Kota Magelang. Selanjutnya, bantuan tersebut diteruskan kepada Camat Magelang Utara untuk disalurkan langsung kepada warga terdampak longsor.

    Penyerahan bantuan ini merupakan bentuk kepedulian dan sinergi antarinstansi dalam upaya membantu masyarakat yang terdampak bencana, khususnya akibat kejadian tanah longsor yang terjadi di wilayah tersebut. Bantuan diharapkan dapat meringankan beban korban serta membantu pemenuhan kebutuhan dasar pascakejadian.

    BPBD Kota Magelang menyampaikan apresiasi kepada PMI dan Baznas atas dukungan dan kerja sama dalam penanganan bencana. Pemerintah daerah bersama unsur terkait terus berkomitmen untuk melakukan pendampingan serta memastikan bantuan tersalurkan dengan tepat sasaran.

    Masyarakat juga diimbau untuk tetap meningkatkan kewaspadaan, terutama pada musim penghujan, mengingat potensi bencana hidrometeorologi seperti tanah longsor masih dapat terjadi.