Author: Admin BPBD

  • BPBD Kota Magelang Tetapkan Status Siaga Darurat Bencana Hidrometeorologi

    BPBD Kota Magelang Tetapkan Status Siaga Darurat Bencana Hidrometeorologi

    Magelang – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Magelang menetapkan Status Siaga Darurat Bencana Hidrometeorologi yang meliputi potensi banjir, tanahlongsor,dan angin kencang di wilayah Kota Magelang. Penetapan status siaga darurat ini berlaku terhitung mulai tanggal 1 Desember 2025 sampai dengan 1 Maret 2026.

    Penetapan status siaga darurat tersebut dilakukan sebagai langkah antisipatif dalam menghadapi peningkatan curah hujan dan kondisi cuaca ekstrem yang berpotensi menimbulkan bencana hidrometeorologi, khususnya pada musim penghujan. Berdasarkan informasi prakiraan cuaca dari instansi terkait, Kota Magelang berpotensi mengalami hujan dengan intensitas sedang hingga tinggi yang dapat memicu terjadinya longsor, serta angin kencang.

    BPBD Kota Magelang juga mengimbau kepada seluruh masyarakat agar tetap waspada terhadap potensi bencana, khususnya yang tinggal di daerah rawan longsor, dan wilayah dengan banyak pepohonan tinggi. Masyarakat diminta untuk segera melaporkan kejadian atau potensi bencana kepada BPBD Kota Magelang agar dapat ditangani secara cepat dan tepat.

    Dengan langkah kesiapsiagaan ini, diharapkan dampak bencana hidrometeorologi di wilayah Kota Magelang dapat diminimalkan serta keselamatan masyarakat dapat terjaga.

  • BPBD Laksanakan Giat Pemotongan Rumpun Bambu Rawan Longsor di Tidar Campur

    BPBD Laksanakan Giat Pemotongan Rumpun Bambu Rawan Longsor di Tidar Campur

    Magelang — Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Magelang melaksanakan giat pemotongan rumpun bambu yang berpotensi menimbulkan longsor di wilayah Tidar Campur RT 04/RW 01, Kelurahan Tidar Selatan, Kecamatan Magelang Selatan, pada Kamis, 4 Desember 2025.

    Kegiatan ini dilaksanakan secara kolaboratif bersama warga setempat, Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Linmas, aparat Kelurahan Tidar Selatan, serta Kecamatan Magelang Selatan sebagai langkah mitigasi bencana untuk mengurangi risiko tanah longsor, terutama di musim penghujan.

    Pemotongan rumpun bambu dilakukan karena kondisi tanaman yang tumbuh lebat di area dengan kontur tanah miring dinilai berpotensi menambah beban tanah dan meningkatkan risiko terjadinya longsor. Sejak pagi hari, seluruh unsur yang terlibat bergotong royong melakukan penebangan, pemotongan, serta pembersihan sisa-sisa bambu di sekitar lokasi.

    Kepala BPBD Kota Magelang menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk nyata upaya pencegahan bencana berbasis kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat. Mitigasi dini sangat penting dilakukan untuk menekan potensi ancaman bencana dan menjaga keselamatan warga yang bermukim di sekitar titik rawan.

    Pemerintah Kelurahan Tidar Selatan dan Kecamatan Magelang Selatan turut mengapresiasi keterlibatan aktif masyarakat dalam kegiatan ini. Sinergi lintas sektor dinilai menjadi kunci dalam mewujudkan lingkungan yang aman, tangguh, dan siap menghadapi potensi bencana.

    Dengan terlaksananya giat pemotongan rumpun bambu tersebut, diharapkan potensi terjadinya longsor di wilayah Tidar Campur dapat diminimalisir, serta memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat sekitar. Kegiatan diakhiri dengan pembersihan area dan pemantauan lanjutan terhadap kondisi lingkungan di lokasi rawan bencana.

  • BPBD Kota Magelang Tangani Tanah Longsor dan Pohon Tumbang di Kampung Kiringan

    BPBD Kota Magelang Tangani Tanah Longsor dan Pohon Tumbang di Kampung Kiringan

    Magelang – BPBD Kota Magelang bersama unsur relawan dan masyarakat melakukan penanganan tanah longsor dan pohon tumbang yang terjadi di Kampung Kiringan RT 02 RW 02, Kelurahan Tidar Utara, Kecamatan Magelang Selatan, pada Jumat (28/11/2025) Pagi.

    Kejadian berlangsung sekitar pukul 21.00 WIB, ketika parit di lahan milik Bapak Yudo mengalami longsor. Kondisi tanah yang labil akibat hujan intensitas tinggi selama beberapa hari membuat struktur tanah tidak mampu menahan beban pohon besar di atasnya. Longsoran tersebut menutup saluran irigasi, sementara pohon yang ikut tumbang menutup akses jalan menuju Kampung Gumuk Sepiring, sehingga menghambat mobilitas warga.

    BPBD Kota Magelang segera menerjunkan tim ke lokasi untuk melakukan assesment cepat dan penanganan darurat. Penanganan dibantu oleh unsur PMI, Tagana, Linmas Magelang Selatan, Pemerintah Kelurahan Tidar Utara, serta warga sekitar. Upaya yang dilakukan meliputi pemotongan batang pohon, pembersihan material longsoran, dan pembukaan akses jalan yang sempat tertutup.

    Proses penanganan mengalami kendala akibat akses jalan yang sempit, sehingga alat dan personel harus bergerak secara terbatas dan hati-hati. Meski demikian, kerja sama seluruh unsur terkait membuat penanganan dapat dilakukan dengan aman dan terkoordinasi.

    BPBD Kota Magelang mengimbau masyarakat agar tetap waspada terhadap potensi bencana tanah longsor, terutama pada musim hujan dengan intensitas tinggi. Jika menemukan tanda-tanda kerawanan tanah atau pohon berisiko tumbang, warga diminta segera melaporkan ke BPBD Kota Magelang.

  • BPBD Kota Magelang Lakukan Aksi Sigap Dampingi Wali Kota Salurkan Bantuan bagi Warga Terdampak Musibah

    BPBD Kota Magelang Lakukan Aksi Sigap Dampingi Wali Kota Salurkan Bantuan bagi Warga Terdampak Musibah

    Selasa, 25 November 2025

    Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Magelang turut bergerak cepat bersama Wali Kota Magelang, Damar Prasetyono dalam penyaluran bantuan kemanusiaan bagi warga yang terdampak kerusakan rumah akibat musibah angin kencang dan kerusakan struktural di beberapa wilayah kota pada Selasa (25/11/2025).

    Penyaluran bantuan diawali dengan mengunjungi rumah Sunariyah, warga Karang Lor RT 01/RW 14, Kelurahan Rejowinangun Selatan, Kecamatan Magelang Selatan. Rumah warga tersebut mengalami kerusakan pada bagian atap setelah diterjang angin kencang dua pekan sebelumnya. Bantuan berupa dukungan perbaikan disalurkan melalui koordinasi antara BPBD, Baznas, dan PMI Kota Magelang.

    Rombongan kemudian bergerak menuju kediaman Miyati, warga Botton Kopen RT 06/RW 07, Kelurahan Magelang, Kecamatan Magelang Tengah. Rumah yang dihuni Miyati memiliki pondasi rusak dan berpotensi roboh sehingga memerlukan penanganan segera. Bahan bangunan untuk perbaikan telah disiapkan dan ditempatkan sementara di kantor kelurahan setempat untuk memastikan distribusi berjalan sesuai kebutuhan.

    Setelah itu, bantuan serupa disalurkan kepada Abdulah, warga Sanden, Kelurahan Kramat Selatan, sebagai dukungan perbaikan atas kerusakan rumah yang dialaminya. Seluruh rangkaian kegiatan ini dilakukan bersama unsur pemerintah kota dan lembaga terkait.

    Melalui kegiatan ini, BPBD Kota Magelang menegaskan komitmennya dalam mendampingi masyarakat yang terdampak musibah, sekaligus memastikan setiap bantuan yang diberikan terkoordinasi dan tepat sasaran. Keterlibatan pemerintah kota, Baznas, dan PMI menjadi wujud kolaborasi lintas stakeholder dalam mempercepat pemulihan warga serta menjaga ketangguhan Kota Magelang di bidang kebencanaan.

  • Puluhan Linmas Dilatih Mendirikan Tenda Pengungsi Hadapi Bencana Hidrometeorologi

    Puluhan Linmas Dilatih Mendirikan Tenda Pengungsi Hadapi Bencana Hidrometeorologi

    Selasa, 25 November 2025
    Pagi ini di lapangan Kwarasan, Kelurahan Cacaban, Kecamatan Magelang Tengah puluhan satgas linmas dilatih mendirikan tenda pengungsi dalam rangka pengembangan kapasitas dan kompetensi bagi satgas dan cendawan Kecamatan Magelang Tengah. Lebih dari 40 anggota linmas dilatih mendirikan 2 unit tenda pengungsi berukuran 6×12 meter dalam waktu 60 menit. Tenda yang digunakan untuk latihan merupaka bantuan BNPB sebagai wujud kesiapan hadapi bencana, salah satunya bencana hidrometeorologi. Tenda berwarna oren menyala ini mampu menampung lebih dari 50 pengungsi dan dapat berfungsi sebagai tenda pos komando.
    Dalam kegiatan tersebut BPBD Kota Magelang bertindak selaku instruktur dalam pelaksanaan pendirian tenda. Selaku koordinator simulasi, Siska Sriyoga, penata penanggulangan bencana ahli muda menyampaikan latihan ini membutuhkan kerjasama, koordinasi, dan kekompakan tim agar tenda dapat berdiri dalam waktu singkat. 8 Tim reaksi Cepat BPBD Kota Magelang di hadirkan dalam simulasi. Terkait acara yang diselenggarakan oleh kecamatan melibatkan BPBD Kota Magelang hari ini, Yoga menyambut baik, dia berharap kegiatan ini akan terus dilaksanakan dengan materi materi lainnya mengingat bencana bukan menjadi tanggung jawab BPBD namun tanggung jawab bersama. Latihan semacam ini akan rutin dilaksanakan untuk meningkatkan kompetensi dan kapasitas warga dalam hadapi bencana yang mungkin terjadi.
    Machbub Yani Arfian selaku kepala pelaksana BPBD Kota Magelang saat dihubungi terpisah menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan sarana latihan dalam membangun sinergi pentahelix penanggulangan bencana, sebuah bentuk kolaborasi dalam penanganan bencana. Dia menambahkan warga kota Magelang perlu meningkatkan kewaspadaan memasuki musim penghujan tahun 2025 / 2026. Macbub menghimbau warga kota Magelang untuk kerjabakti memangkas pohon yang berpotensi tumbang, membersihkan saluran drainase dan memeriksa konstruksi bangunan secara mandiri. Menurut BMKG musim hujan akan mencapai puncaknya pada Februari 2026. Dia berharap kegiatan ini hanya sebagai latihan dan tidak terjadi bencana di kota Magelang.