Author: Admin BPBD

  • BPBD Kota Magelang  Tempat Belajar Bersama Relawan Kebencanaan.

    BPBD Kota Magelang  Tempat Belajar Bersama Relawan Kebencanaan.

    Editor:Doddy -25 Agustus 2025 @08:14 160

    Puluhan relawan dari berbagai organisasi mengikuti kegiatan SAMBUT. Salah satu tujuannya untuk pengembangan kapasitas Tim Reaksi Cepat (TRC) kebencanaan (Dok BPBD Kota Magelang)

    MAGELANG (SUARABARU.ID) – BPBD Kota Magelang Sabtu (23/8)  menggelar kegiatan SAMBUT. Yaitu, ‘Sabtu Membangun Kebersamaan dan Ketangguhan’.

    Kegiatan itu diikuti puluhan relawan dari berbagai organisasi untuk pengembangan kapasitas  Tim Reaksi Cepat (TRC).

    Kepala Pelaksana BPBD Kota Magelang, Machbub Yani Arfian menjelaskan, kegiatan itu juga merupakan  bagian langkah strategis Satuan Tugas (Satgas). BPBD Kota Magelang sebagai tempat belajar bersama relawan- relawan kebencanaan.

    ‘’Ini kegiatan perdana, dan rutin akan diselenggarakan  satu bulan sekali dengan berpindah tempat sesuai dengan potensi bencana yang ada di wilayah ini. Lebih dari 50 relawan dari berbagai organisasi hadir. Di antaranya ORARI Magelang, PMI Magelang, Garda Rescue Magelang, Pramuka Untidar, Pramuka SMA 3 Magelang dan relawan organisasi lainnya,’’ tutur Machbub, Senin (25/8).

    Dia menerangkan, SAMBUT edisi Agustus dengan materi ‘Kaji Cepat dan Manajemen Posko. Narasumber praktisi di bidang kebencanaan. Materi disampaikan dengan santai, dan langsung berbagi pengalaman dan praktek simulasi manajemen posko.

    Kaji cepat memegang peran penting dalam penanganan bencana. Data yang dihimpun akan menjadi dasar pengambilan keputusan penanganan.

    Selain itu, untuk komunikasi antar relawan. Kegiatan ini penting dilaksanakan guna meningkatkan kapasitas dan kompetensi Satgas PB dan TRC  BPBD Kota Magelang dan relawan pada umumnya. Machbub berharap,  selain sebagai media belajar juga untuk membangun kolaborasi antar relawan.

    Penata Penanggulangan Bencana Ahli Muda bidang Kedaruratan dan Logistik, Siska Sriyoga  menyatakan,  diskusi sekaligus simulasi yang dilakukan dalam SAMBUT memberikan wawasan terkait kaji cepat dan manajemen posko saat terjadi kejadian bencana.

    Dia juga apresiasi atas inisiatif relawan kota Magelang dalam membangun kolaborasi kegiatan ini.

    Saifudin Chanani salah satu relawan inisiator kegiatan ini mengungkapkan,  kegiatan ini bertujuan untuk membangun komunikasi antarrelawan dan meningkatkan kapasitas relawan dalam penanganan kebencananaan. Dia mengapresiasi BPBD Kota Magelang yang menfasilitasi kegiatan ini.

    Dengan kegiatan rutin semacam ini diharapkan akan terbentuk Forum Komunikasi dan Informasi Relawan se Kota Magelang yang akan memudahkan dalam berkoodinasi saat terjadi bencana, maupun untuk membangun kesiapsiagaan bencana di Kota Magelang.

    Selain itu juga akan melibatkan Pramuka dalam pembentukan Saka Kebencanaan di Kota Magelang.

  • Dahan Pohon Banyak yang Patah, Akibat  Hujan Deras Disertai Angin Kencang

    Dahan Pohon Banyak yang Patah, Akibat  Hujan Deras Disertai Angin Kencang

    Editor: Doddy  – 22 Agustus 2025 @10:17 170

    Petugas BPBD Kota Magelang bersihkan dahan pohon yang patah dan menutup jalan. (Dok BPBD Kota Magelang)

    MAGELANG (SUARABARU.ID) – Hujan deras disertai angin kencang pada Kamis sore (21/8),  mengakibatkan banyak dahan pohon perindang patah. Tidak sedikit patahan dahan melintang di jalan, sehingga menggangu aktivitas warga. Juga ada patahan dahan  menimpa rumah warga.

    ‘’Setidaknya ada 6 titik lokasi yang terdampak hujan disertai angin. Yaitu kawasan parkir Tuin Van Java Alun-alun Utara, Jalan Piere Tendean, Alun-alun Timur, Asrama  Aspol, Jalan Pajajaran, Jalan Mayjen Sutoyo, dan Jalan Tidar,’’ ungkap Kepala Pelaksana BPBD Kota Magelang, Mahbub Yani Arfian.

    Menurutnya, patahan dahan pohon cukup besar menimpa rumah di Jalan Mayjend Sutoyo, Komplek ASPOL,  juga menimpa beberapa kendaraan bermotor yang parkir di Pusat Kuliner Tuin Van Java.

    Puluhan personel DLH dan BPBD dibantu relawan PMI dan organisasi relawan segera turun ke lokasi bencana. Mereka membersihkan dahan-dahan yang patah menutup akses jalan.

    ‘’Kendalanya hujan deras yang terus turun serta   beberapa dahan yang tumbang mengenai jaringan listrik yang bisa bahayakan petugas,’’ katanya.

    Machbub menambahkan, Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) telah merilis peringatan dini terkait potensi hujan deras disertai angin memasuki peralihan musim kemarau ke musim pengujan.

    Dia mengajak masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan dini dengan melakukan perabasan pohon – pohon milik pribadi secara mandiri maupun warga bergotong royong.

    OPD diminta melakukan perabasan pohon dan pemantauan wilayah untuk menghindari dampak cuaca ekstrem yang mungkin terjadi beberapa hari ke depan.

    Siska Sriyoga, Penata Penanggulangan Bencana Ahli Muda mengungkapkan, hujan intensitas tinggi yang disertai angin yang terjadi kamis sore selain menyebabkan dahan pohon patah di beberapa tempat, juga menyebabkan atap galvalum rumah warga di Sanden, Kelurahan Kramat Selatan terbang karena tertiup angin kencang. Penanganan atap ini memakan waktu cukup lama karena mengenai kabel jaringan listrik yang membahayakan petugas.

    Penanganan kedaruratan kejadian atap terbawa angin adalah menutup terpal bagian atas bangunan sebelum di perbaiki kembali.

    Siska Sriyoga mengucapkan terima kasih kepada relawan dan warga yang turut serta dalam penanganan kejadian. Dia menambahkan, penanganan kejadian akibat cuaca ekstrem membutuhkan kerjasama semua pihak mengingat keterbatasan personel yang ada. Semangat Gotong Royong penting untuk terus ditingkatkan.

  • Meriahkan HUT ke-80 Republik Indonesia, BPBD Kota Magelang Gelar Fun Game dan Bagikan Bendera Merah Putih di Kawasan Candi Selogriyo

    Meriahkan HUT ke-80 Republik Indonesia, BPBD Kota Magelang Gelar Fun Game dan Bagikan Bendera Merah Putih di Kawasan Candi Selogriyo

    Magelang – Dalam rangka memeriahkan peringatan Hari Ulang Tahun ke-80 Republik Indonesia, BPBD Kota Magelang melaksanakan kegiatan fun game sekaligus membagikan bendera Merah Putih kepada masyarakat dan wisatawan di kawasan Candi Selogriyo, Kecamatan Windusari, Kabupaten Magelang, Jum’at (15/8/2025).

    Kegiatan ini diikuti oleh jajaran personel BPBD bersama Satgas penanggulangan bencana. Melalui fun game, peserta diajak mempererat kebersamaan, meningkatkan kekompakan, serta menumbuhkan semangat nasionalisme di momen kemerdekaan.

    Selain itu, BPBD juga membagikan bendera Merah Putih kepada warga dan pengunjung di sekitar area candi sebagai simbol cinta tanah air dan wujud partisipasi dalam gerakan Bangga Kibarkan Merah Putih.

    Sekretaris BPBD Kota Magelang menyampaikan bahwa kegiatan ini tidak hanya dimaksudkan untuk memeriahkan HUT RI, tetapi juga sebagai upaya mempererat kedekatan BPBD dengan masyarakat serta meningkatkan semangat gotong royong.

    “Momentum peringatan kemerdekaan menjadi pengingat bagi kita semua untuk terus menjaga persatuan, kesiapsiagaan, dan semangat saling membantu, khususnya dalam menghadapi potensi bencana,” ungkapnya.

    Dengan suasana penuh kegembiraan, kegiatan berlangsung meriah dan mendapat sambutan antusias dari masyarakat sekitar maupun wisatawan yang hadir di kawasan Candi Selogriyo.

  • BPBD Kota Magelang Laksanakan pengembangan kapasitas SATGAS PB BPBD Kota Magelang dengan Treking Jalur Candi Selogriyo

    BPBD Kota Magelang Laksanakan pengembangan kapasitas SATGAS PB BPBD Kota Magelang dengan Treking Jalur Candi Selogriyo

    Dalam rangka meningkatkan kapasitas Satuan Tugas (Satgas) Penanggulangan Bencana serta kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana di musim penghujan tahun 2025, BPBD Kota Magelang melaksanakan kegiatan pengembangan kapasitas treking di Jalur Candi Selogriyo, Kabupaten Magelang.

    Kegiatan yang digelar pada hari ini (Jum’at, 15/8/2025)  diikuti oleh jajaran BPBD, PPPK Pranata Pencarian dan Pertolongan Pemula serta Satgas. Selain sebagai upaya memperkuat fisik dan mental anggota, treking juga bertujuan membangun kekompakan tim serta memperluas pengetahuan lapangan terkait kondisi geografis wilayah yang rawan bencana.

    Sekretaris BPBD Kota Magelang menyampaikan bahwa memasuki musim penghujan, kewaspadaan terhadap potensi bencana seperti tanah longsor, banjir, maupun pohon tumbang harus ditingkatkan. Oleh karena itu, Satgas dituntut selalu sigap, sehat, dan solid dalam melaksanakan tugas di lapangan.

    “Melalui kegiatan treking ini, kami berharap kapasitas Satgas semakin terasah. Selain menjaga kesehatan, kegiatan ini juga melatih kerja sama dan kesiapan dalam menghadapi situasi darurat di medan yang sulit,” ujarnya.

    BPBD Kota Magelang mengajak seluruh masyarakat untuk ikut serta dalam upaya mitigasi bencana dengan menjaga lingkungan, tidak membuang sampah sembarangan, serta waspada terhadap potensi bahaya di sekitar tempat tinggal masing-masing.

  • BPBD Kota Magelang Ikuti Latihan Rope Access Bersama PMI dan Relawan di Jembatan Sungai Elo

    BPBD Kota Magelang Ikuti Latihan Rope Access Bersama PMI dan Relawan di Jembatan Sungai Elo

    Magelang – Satuan Tugas (Satgas) dan PPPK Pranata Pencarian dan Pertolongan Pemula BPBD Kota Magelang mengikuti latihan keterampilan rope access bersama Palang Merah Indonesia (PMI) dan relawan kebencanaan di atas Jembatan Sungai Elo, kawasan Canguk, Jum’at (08/08/2025).

    Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kemampuan teknis personel dalam melakukan evakuasi korban di medan sulit, khususnya di area dengan ketinggian atau melintasi aliran sungai. Latihan melibatkan simulasi penurunan dan penarikan korban menggunakan tali, sistem katrol, serta teknik pengamanan personel.

    Kepala Pelaksana BPBD Kota Magelang, Machbub Yani Arfian, S.Pd, menyampaikan bahwa keterampilan rope access sangat penting bagi petugas penanggulangan bencana, terutama saat menghadapi kejadian seperti banjir, tanah longsor, atau evakuasi di jembatan dan tebing.

    “Latihan ini tidak hanya memperkuat keterampilan teknis, tetapi juga mempererat koordinasi lintas instansi dan relawan,” ujarnya.

    Latihan dipandu oleh instruktur berpengalaman dari PMI dan melibatkan uji peralatan keselamatan, teknik komunikasi tim, serta prosedur penanganan darurat di ketinggian. Seluruh peserta diwajibkan menggunakan personal protective equipment (PPE) lengkap seperti helm, harness, dan safety rope.

    Dengan adanya pelatihan bersama ini, diharapkan sinergi antara BPBD, PMI, dan relawan kebencanaan di Kota Magelang semakin solid, sehingga mampu memberikan respon cepat dan aman saat menghadapi situasi darurat di lapangan.