Category: berita

  • SOSIALISAI SATUAN PENDIDIKAN AMAN BENCANA ( SPAB )BPBD KOTA MAGELANG TAHUN 2024

    SOSIALISAI SATUAN PENDIDIKAN AMAN BENCANA ( SPAB )BPBD KOTA MAGELANG TAHUN 2024

    BPBD Kota Magelang bekerja sama dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Magelang, menggelar kegiatan Sosialisasi Satuan Pendidikan Aman Bencana ( SPAB ) Tahun 2024.

    Sosialisasi tersebut dilaksanakan di Aula Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Magelang, diikuti oleh 80 peserta yang terdiri dari Kepala Sekolah / Guru Pembimbing Sekolah SMP/MTs sederajat, SD dan MI se Kota Magelang, pada hari Rabu 25 September 2024.

    Sebagai informasi, SPAB adalah program untuk mencegah dan menanggulangi dampak bencana yang juga diatur Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Permendikbud) Nomor 33 Tahun 2019. dan Perka No.4 Tahun 2012 BNPB tentang SPAB,

    SPAB dilaksanakan pada situasi normal, darurat, dan pasca bencana. Program ini bertujuan untuk melindungi warga sekolah dan lingkungan sekitarnya dari bahaya bencana.

    “SPAB” memikiki sederet manfaat bagi masyarakat maupun satuan pendidikan SD dan SMP” kata inisiator sekaligus Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kota Magelang Adi Satdana, SKM., S.Kep.Ners

    Acara diawali dengan sambutan yang disampaikan oleh Bapak Macbub Yani Arfian, S.Pd, selaku Kepala pelaksana BPBD Kota Magelang menekankan untuk program Bidang 1 tentang SPAB dapat terlaksana dan berkelanjutan, serta tambahan terkait waspada Megathrust, dan mendukung terkait inovasi Bidang 1 SABUN KENCANA ( Sekolah Aman Bencana Upaya membangun Kesiapsiagaan Bencana pada satuan Pendidikan ) di kota Magelang.

    Sementara itu Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Bapak Imam Baihaqi, S.Pd.,M.Pd mengajak kepada pada Kepala Sekolah dan Guru untuk melaksanakan Sekolah Aman Bencana, dengan membuat Surat Keputusan Kepala Sekolah tentang Struktur Penanggulangan Bencana di Internal sekolah serta uraian Tugasnya dan Dinas pendidikan dan Kebudayaan akan membuat Surat Kerjasama ( PKS ) antara BPBD dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan tentang Penanggulangan Bencana.

    Pemateri yang dihadirkan yakni Kepala Pelaksana BPBD Kab. Magelang, Bapak Edy Wasono, SH. Beliau menyampaikan tentang poin utama dasar SPAB, Pengertian SPAB, tujuan, capaian, hal yang harus dipersiapkan untuk SPAB SMP/MTs SD. MI/TK/PAUD serta hal-hal yang urgent, yang dapat dilakukan BPBD Kota Magelang.

    Harapan dari kegiatan ini Kepala Sekolah dan guru Pembimbing bisa memahami dan mulai berbudaya sadar bencana, serta mempuanyai Tim Tanggap Darurat Bencana.

  • BPBD bersama Damkar dan relawan kebencanaan di  Kota Magelang menggelar kegiatan pemetaan dan pemantauan dalam rangka mitigasi megathrust di Rusunawa Tidar, Kota  Magelang, Jumat, 13 September 2024

    BPBD bersama Damkar dan relawan kebencanaan di  Kota Magelang menggelar kegiatan pemetaan dan pemantauan dalam rangka mitigasi megathrust di Rusunawa Tidar, Kota  Magelang, Jumat, 13 September 2024

    Kegiatan ini dilaksanakan sebagai upaya pengurangan risiko bencana utamanya dengan adanya isu megathrust yang dapat terjadi sewaktu-waktu.

    Budiyono selaku Kepala UPT Rusunawa Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kota Magelang menyambut baik kegiatan ini.

    Diharapkan kegiatan ini dapat dilakukan ke Rusunawa lain di Kota Magelang dan berlanjut ke tahap sosialisasi dan simulasi untuk membangun ketahanan masyarakat dalam menghadapi bencana, utamanya ancaman gempa bumi dampak megathrust.

    Hadir dalam kegiatan ini, Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kota Magelang, Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kota Magelang, Kepala UPT Damkar Kota Magelang, relawan dan satgas serta pejabat fungsional kebencanaan BPBD Kota Magelang.

    Turut hadir Kepala Bidang Kesiapsiagaan dan Pencegahan BPBD Kota Magelang Adi Satdana yang sosialisasikan buku tangguh bencana yang dapat diunduh secara gratis dengan scan QR code.

    Kegiatan pemantauan dan pemetaan ini diawali dengan apel pengarahan oleh Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kota Magelang, Wahidin Sektianto. Dalam arahannya Wahidin atau biasa dipanggil Anto menyampaikan bahwa bencana adalah tanggung jawab bersama sehingga butuh kolaborasi semua pihak termasuk masyarakat.

    “Kegiatan ini akan dilaksanakan dalam 3 tahap yaitu tahap pemetaan, tahap sosialisasi dan tahap simulasi yang akan melibatkan penghuni rusunawa,” terang Wahidin.

    “Hari ini dilaksanakan tahap pertama yaitu pemantauan dan pendataan, Pemantauan dilaksanakan untuk melihat bagaimana kesiapan infrastruktur rusunawa terkait rambu kebencanaan dan jalur evakuasi serta pendataan berapa banyak penghuninya dipetakan berdasarkan jenis kelamin dan kelompok rentan. Kedepannya akan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat akan lebih intens guna membangun Kota Magelang tangguh bencana,” imbuhnya. 

  • Kepala Pelaksana BPBD Kota Magelang Mahcbub Yani Arfian : Waspadai Bencana di Musim Kemarau

    Kepala Pelaksana BPBD Kota Magelang Mahcbub Yani Arfian : Waspadai Bencana di Musim Kemarau

    Beralaskan terpal di bawah rindangnya pohon langka di Taman Kyai Langgeng (TKL) Ecopark, puluhan relawan kebencanaan menandatangani komitmen bersama, Rabu (26/6/2024)

    Mereka siaga dengan ancaman bencana musim kemaru panjang.

    Kepala Pelaksana BPBD Kota Magelang Mahcbub Yani Arfian mengungkapkan, BMKG memprediksi sebagian besar wilayah di Indonesia akan memasuki musim kemarau.

    Kota Magelang satu – satunya Kota di Jawa Tengah yang aman dari bencana kekeringan. Kendati demikian, pihaknya tak mau lengah.

    “Kita tetap harus mewasdai terjadinya kebakaran lahan pada musim kemarau tahun ini,” kata Machbub usai mendatangani komitmen bersama penanggulangan bencana daerah, agar penanggulangan bencana berjalan tanpa kendala.

    Pihaknya juga memprogramkan peningkatan kapasitas relawan.

    Salah satunya melalui koordinasi dan simulasi manajemen posko.

    Pihaknya juga menggandeng PMI Kota Magelang untuk memberikan pengetahuan baru terkait manajemen posko kepada relawan.

    Kemudian dilanjutkan dengan studi kasus.

    Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Kota Magelang Wahidin Sektianto menambahkan, selain guna meningkatkan kapasitas relawan kebencanaan, melalui penandatangan komitmen ini sebagai wujud kerja sama antar lembaga dalam penanggulangan bencana yang mungkin terjadi di Kota Magelang.

    Acara ini memang dikemas secara sederhana dan tidak di dalam ruangan agar peserta merasakan suasana berbeda dibangingkan koordinasi dalam ruangan.

    Acara ini dihadiri sekitar 40 orang. Terdiri atas pejabat fungsional penanggulangan bencana BPBD Kota Magelang, satgas, Tim Reaksi Cepat (TRC), juga dihadiri relawan berbagai perwakilan komunitas relawan, seperti Garda Relawan Indonesia, Tagana, Baguna, dan SARKota. (put/aro)

  • Hadapi Cuaca Ekstrim, BPBD Kota Magelang Adakan Sosialisasi

    Hadapi Cuaca Ekstrim, BPBD Kota Magelang Adakan Sosialisasi

    BPBD Kota Magelang adakan Sosialisasi Pencegahan Bencana Puting Beliung dan Gempa Bumi pada Rabu (28/2) bertempat di Aula Kecamatan Magelang Utara. Acara dibuka oleh Camat Magelang Utara, Tri Teguh Widodo dilanjutkan sambutan Machbub Yani Arfian selaku Kepala Pelaksana BPBD Kota Magelang. Adapun, pemateri yang dihadirkan yakni Kepala Seksi Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kabupaten Temanggung, Priya Andaka.

    Acara dihadiri sebanyak 60 warga Kecamatan Magelang Utara yang terdiri 12 peserta dari setiap kelurahan. Sigit Budiantoro selaku Kabid Pencegahan dan Kesiapsiagaan mengatakan dengan tingkat kerawanan di wilayah Magelang Utara ini diperlukan adanya kewaspadaan dari warga.

    ”Salah satu upaya pengurangan resiko bencana angin putting beliung yaitu dengan cara melakukan pemeliharaan pohon yang berpotensi bahaya.” Ucap Priya.

    Priya Andaka mengharapkan peserta dapat memahami dan mengaplikasikan di lingkungan sekitarnya.

  • BPBD Kota Magelang Adakan Simulasi Aktivasi Sistem Komando Libatkan TNI dan Polri

    BPBD Kota Magelang Adakan Simulasi Aktivasi Sistem Komando Libatkan TNI dan Polri

    Sabtu (09/12) BPBD Kota Magelang menyelenggarakan Rakor Kesiapsiagaan Hadapi Bencana Hidrometereologi dan Simulasi Aktivasi Sistem Komando Penanganan Darurat Bencana di Kantor BPBD Kota Magelang. Acara dibuka oleh Kepala Pelaksana BPBD Kota Magelang, Machbub Yani Arfian kemudian dilanjutkan penyampaian materi oleh Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik, Herwanto Tri Sungkowo.

    Kegiatan berlangsung setelah diadakan apel kesiapsiagaan dan berada di tenda posko untuk menciptakan aura posko Komando Penanganan Darurat Bencana dan dihadiri oleh tim TRC lintas sektoral yang dibentuk berdasarkan SK Wali Kota.

    Herwanto mengatakan upaya yang telah dilakukan dalam menghadapi bencana hidrometereologi yaitu membentuk Tim Reaksi Cepat lintas sektoral dari OPD teknis se-Kota Magelang.

    “Aktivasi sistem komando dapat diaktifkan apabila kepala daerah menetapkan status tanggap darurat bencana.” Ujarnya. Saat ini beberapa kota/Kabupaten mengeluarka SK Siaga dan SK Darurat Bencana. Kota Magelang semoga tidak mengeluarkan SK serupa imbuhnya.

    Dalam paparannya turut ditampilkan peta potensi rawan bencana dan potensi bencana hidrometeorologi Kota Magelang berdasarkan Kajian Risiko Bencana (KRB) yang tengah disusun oleh BPBD Kota Magelang.

    Dengan simulai semacam ini akan membuka wawasan penanganan darurat bencana di Kota Magelang Kata Tutus salah satu peserta. Harapanya di tingkat RT diberikan pelatihan serupa.

    Dalam kegiatan tersebut juga membuka forum diskusi dan tanya jawab terkait penanganan bencana di Kota Magelang. Salah satu penanya, Slamet dari ORARI meminta adanya jalur evakuasi titik kumpul dan rambu-rambu kebencanaan di Kelurahan Rejowinangun Utara guna membangun kesadaran warga dalam menghadapi bencana.

    Kota Magelang – BPBD Kota Magelang gelar apel kesiapsiagaan pada Sabtu (09/12) di Halaman Utama BPBD Kota Magelang. Apel dipimpin oleh Machbub Yani Arfian selaku Kepala Pelaksana BPBD Kota Magelang yang diikuti oleh gabungan TRC Lintas Sektoral dan para relawan dari berbagai organisasi.

    Adapun dasar penyelenggaraan apel kesiapsiagaan berpedoman pada Surat Edaran (SE) Gubernur Jawa Tengah yang mengarahkan untuk setiap daerah melaksanakan apel guna merapatkan barisan dalam kerja sama penanganan bencana dan mensosialisasikan keberadaan BPBD agar lebih dikenal di lingkungan masyarakat. Ancaman bencana hidrometeorologi diprediksikan oleh BMKG akan berlangsung selama enam bulan kedepan dengan puncak musim penghujan jatuh pada Bulan Februari.

    “Acara ini dikemas dalam bentuk sarasehan untuk membangun komunikasi dan meningkatkan koordinasi serta menjaring masukan dari para relawan dan pihak terkait dalam penanganan bencana”.