Category: berita

  • Hujan Deras, Talud Longsor Timpa Rumah Warga di Kedungsari

    Hujan Deras, Talud Longsor Timpa Rumah Warga di Kedungsari

    Asef Farid Amani

    – Rabu, 22 Januari 2025 | 14:29 WIB

    LONGSOR TALUD: Petugas gabungan dari BPBD, relawan, anggota Polri, Damkar, dan dibantu warga membersihkan puing-puing rumah warga yang terkena longsoran talud dan tembok. (SM/Ist)

    MAGELANG, kedu.suaramerdeka.com – Akibat diguyur hujan dengan intensitas tinggi, sebuah talud di Jalan Buton RT 02 RW 04 Kelurahan Kedungsari Kota Magelang longsor, Senin (20/1) malam. Longsoran talud dan tembok pembatas milik warga bernama Lena ini menimpa bagian rumah dari Kyai Saiful Karim.

    Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini, karena penghuni rumah sedang berada di luar kota. Namun, bagian rumah berupa 2 kamar semi permanen yang biasanya dihuni santriwati roboh akibat tiang penyangga terkena longsoran.

    “Kerusakan berupa dapur dan kamar mandi rusak berat dan kamar santri roboh akibat tidak mampu menahan beban. Di samping itu atap garasi harus dirobohkan, karena tertimpa runtuhan bangunan atap kamar yang berdiri di atasnya,” ujar Kepala Pelaksana BPBD Kota Magelang, Machbub Yani Arfian.

    Dia menuturkan, pihaknya langsung melakukan penanganan pada Selasa (21/1) pagi dengan melibatkan relawan baik PMI maupun Garda Relawan, Damkar, anggota Polri, dan warga setempat. Penanganan dilakukan dengan menyelamatkan barang berharga dan membersihkan puing yang berpotensi menimpa penghuni.

    Petugas Damkar dengan menggunakan alat pemotong beton untuk merobohkan tembok di atas bangunan, karena berpotensi runtuh dan membahayakan bangunan di bawahnya.

    Dikatakan Machbub, BMKG memprediksikan hujan intensitas tinggi akan terus mengguyur wilayah Kota Magelang. Untuk itu warga dihimbau dapat meningkatkan kewaspadaan.

    “Kota Magelang telah mengeluarkan Surat Keputusan Siaga Bencana Hidrometeorologi dan menggelar Apel Kesiapsiagaan Bencana Hidrometeorologi. BPBD Kota Magelang juga telah mendirikan Posko Siaga Bencana Hidrometeorologi dan meningkatkan patroli serta upaya mitigasi dalam hadapi bencana tersebut,” jelasnya.

    Dia juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk dapat meningkatkan kewaspadaan hadapi musim penghujan dan meningkatkan kerja sama saat terjadi bencana di Kota Magelang. 

  • Kepala BPBD Kota Magelang Ingatkan Ancaman Bencana Hidrometeorologi

    Kepala BPBD Kota Magelang Ingatkan Ancaman Bencana Hidrometeorologi

    Puput Puspitasari

    – Sabtu, 21 Desember 2024 | 22:00 WIB

    Apel siaga penanggulangan bencana hidrometeorologi di Kota Magelang, Jumat (20/12/2024). (IST)

    RADARMAGELANG.ID, Magelang – Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Kota Magelang Machbub Yani Arfian mengimbau masyarakat selalu waspada terhadap ancaman bencana hidrometeorologi.

    Pasalnya, beberapa titik wilayah di Kota Magelang memiliki tingkat kerawanan bencana yang berbeda, sesuai karakteristik wilayah masing-masing.

    Bencana longsor misalnya, terjadi di daerah kemiringan/tebing dan bantaran sungai. Seperti di Kampung Tidar Dudan, Wates, Rejowinangun Utara, Panjang, Gelangan.

    “Tetapi sekali lagi, longsor di Kota Magelang masih tergolong kecil, namun tetap waspada,” ungkapnya, usai apel siaga bencana di kantor setempat, Jumat (20/12/2024).  

    Mskipun Pemkot Magelang menetapkan status siaga darurat bencana hidrometeorologi yang salah satunya banjir, namun kemungkinan kecil terjadi di Kota Magelang. Karena kondisi geografisnya.

    “Hanya genangan, bukan banjir. Artinya jika hujan selesai, maka air akan ikut surut. Penyebabnya (genangan) karena drainase yang tidak mencukupi,” imbuhnya.

    Sementara ancaman angin kencang, diperkirakan tidak sampai berpotensi angin puting beliung. Meski, terpaan angin kencang kerap merobohkan pepohonan.

    Sementara itu, Sekda Kota Magelang Hamzah Kholifi mengatakan ancaman di luar hidrometeorologi yang  paling sering terjadi adalah kebakaran.

    Hamzah ingin menguatkan upaya preventif. Agar tidak jatuh korban jiwa dan materi saat terjadi bencana apapun.   (put/lis)

    Editor: Lis Retno Wibowo

  • Wali Kota Terbitkan SK Penetapan Siaga Darurat Bencana Hidrometeorologi

    Wali Kota Terbitkan SK Penetapan Siaga Darurat Bencana Hidrometeorologi

    Petugas BPBD Kota Magelang melaksanakan penanganan kedaruratan atap rumah roboh pascahujan deras Selasa (19/12) di Kampung Meteseh, Kelurahan Magelang (Dok BPBD Kota Magelang)

    MAGELANG (SUARABARU.ID) – Wali Kota Magelang menerbitkan Surat Keputusan Penetapan Siaga Darurat Bencana Hidrometeorologi.

    Penerbitan SK itu berdasarkan surat prakiraan cuaca oleh BMKG, serta Surat Edaran Gubernur Jateng tentang Prakiraan dan Antisipasi Memasuki Musim Penghujan 2024 / 2025. Selanjutnya Wali Kota Magelang menindaklanjuti dengan menerbitkan SK Penetapan Status Siaga Darurat Bencana Hidrometeorologi tersebut.

    Kepala Pelaksana BPBD Kota Magelang Machbub Yani Arfian menerangkan, SK Wali Kota Magelang itu ditertibkan pada 9 Desember 2024 dan berlaku sampai dengan 9 Maret 2025.

    Menurutnya, tujuannya dikeluarkan SK itu untuk mengingatkan masyarakat Kota Magelang meningkatkan kewaspadaan memasuki musim penghujan tahun 2024.

    ‘’Prediksi BMKG hujan tahun ini bersifat normal, dan  puncaknya terjadi pada bulan Januari – Februari 2025. Warga diminta selalu memantau prakiraan cuaca BMKG, serta  menjaga keselamatan diri saat hujan turun dengan tidak berteduh di bawah pohon besar,’’ pintanya.

    Adi Satdana Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kota Magelang menambahkan, dengan adanya SK tersebut warga dihimbau untuk melaksanakan mitigasi di lingkungan masing-masing dengan memangkas pohon berpotensi tumbang, melaksanakan pengecekan bangunan rumah tinggal, dan melakukan pengawasan terhadap konstruksi talud di sekitar kawasan yang berpotensi longsor.

    Kepala Pelaksana BPBD Kota Magelang Machbub Yani Arfian. (Dok BPBD Kota Magelang)

    Pada Desember 2024 dengan peningkatan curah hujan telah terjadi beberapa kejadian. Yaitu pohon tumbang dan atap rumah roboh di Kampung Meteseh akibat rapuh tidak mampu menahan beban air hujan.

    Karena itu, mitigasi penting dilaksanakan secara mandiri di lingkungan tempat tinggal masing-masing. BPBD berencana akan laksanakan Apel Kesiapsiagaan pada 20 Desember 2024 dengan melibatkan TNI, POLRI, OPD dan relawan kebencanaan se Kota Magelang.

    ‘’Sampai hari ini sudah 28 Kota/Kabupaten di Jawa Tengah telah mengeluarkan SK Penetapan Siaga Darurat Bencana, dan 7 daerah lainnya masih berproses,’’ terang Machbub.

    Doddy Ardjono

  • Puluhan Sukarelawan Kota Magelang Latihan Bersama Vertikal Rescue

    Puluhan Sukarelawan Kota Magelang Latihan Bersama Vertikal Rescue

    MAGELANG, kedu.suaramerdeka.com – Puluhan sukarelawan antusias mengikuti latihan bersama High Angle Rescue Technique (HART) yang diadakan oleh BPBD Kota Magelang di Stadion Moch Soebroto, Jumat (29/11). Mereka bersama-sama berlatih vertikal rescue atau sebuah teknik penyelamatan di wilayah terjal.

    Kepala BPBD Kota Magelang, Mahbub mengatakan, latihan bersama ini melibatkan juga pemadam kebakaran (Damkar) dan Palang Merah Indonesia (PMI). Lebih dari 20 orang bersemangat mengikuti latihan bersama ini.

    “Saat ini sudah masuk musim penghujan yang intensitasnya cukup tinggi. Potensi bencana alam bisa saja terjadi, maka kami sebagai lembaga pemerintah mengadakan latihan bersama ini untuk kesiapsiagaan terhadap bencana,” ujarnya.

    Wahyu Setiawan alias Wawan, petugas pencarian & pertolongan BPBD Kota Magelang mengutarakan, latihan ini untuk membangun sinergitas dengan organisasi yang bergerak di bidang pertolongan. Acara dilaksanakan mulai pagi dan berakhir sore hari dengan materi pengenalan peralatan dan latihan membuat simpul tali untuk evakuasi korban dari ketinggian.

    “Latihan ini akan dilaksanakan rutin dan nantinya akan dilaksanakan simulasi evakuasi di rusunawa untuk melatih keahlian petugas dalam menolong korban di medan yang sulit,” katanya.

    Fathan, salah satu peserta mengungkapkan kegiatan ini sangat bermanfaat, karena selain membangun kekompakan tim juga melatih kecepatan dalam evakuasi korban.

    “Berguna sekali latihan seperti ini, karena kita harus siap melakukan pertolongan di medan apapun, dari yang ringan sampai berat,” ungkapnya.

    Sumber :  MAGELANG, kedu.suaramerdeka.com 

    Editor : Asef Farid Amani

  • BPBD IKUTI PELATIHAN VERTICAL RESCUE DI KABUPATEN SLEMAN

    BPBD IKUTI PELATIHAN VERTICAL RESCUE DI KABUPATEN SLEMAN

    Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kota Magelang mengikutkan 2 orang personel SATGAS PB sebagai peserta secara mandiri dan 1 orang SATGAS PB sebagai pendamping, Personel yang mengikuti Anto S Susilo sebagai Peserta, M Fathan Maulana sebagai Peserrta dan Y.B Rudi kurnianto sebagai Pendamping. Minggu (24/11)

    Tujuan dari kegiatan ini sebagai upaya peningkatan kapasitas personel penanggulangan bencana Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kota Magelang khususnya dalam bidang vertcal rescue,  Materi disampaikan oleh narasumber dari praktisi yang tersertifikasi BNSP dibidang vertical rescue yaitu Bp. Seto Purwanto dan Bp Gayus Relawan Aksi. Materi yang disampaikan meliputi Basic dasar Acces, Praktik Simpul, Membuat Hearnes menggunakan webing, Praktik melaksanakan Rappelling dan Prusiking.

    Harapan kedepan BPBD perlu untuk terus meningkatkan kapasitas SATGAS dan TRC PB melalui Kegiatan pengembangan Kapasitas, dan perlu adanya membangun database/satgas yang memiliki kompetensi dibidang kebencanaan.