Category: berita

  • GIAT KOORINASI DAN SURVEI LOKASI SUSUR SESAR YANG DILAKSANAKAN DI MAGELANG BAGIAN  UTARA DENGAN 5 TITIK STASIUN PANTAU DALAM RANGKA PEMBUATAN PETA SESAR (MORFOTEKTONIK)

    GIAT KOORINASI DAN SURVEI LOKASI SUSUR SESAR YANG DILAKSANAKAN DI MAGELANG BAGIAN  UTARA DENGAN 5 TITIK STASIUN PANTAU DALAM RANGKA PEMBUATAN PETA SESAR (MORFOTEKTONIK)

    Kamis, 21 November 2024, Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kota Magelang mengikuti giat koordinasi dan survei lokasi susur sesar yang di laksanakan di Magelang bagian utara dengan 5 titik stasiun pantau dalam rangka pembuatan peta sesar (Morfotektonik) BPBD Kab. Magelang. Kegiatan ini bertempat di Kantor BPBD Kabupaten Magelang dan di buka oleh Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Magelang, Edi Wasono, S.H. dan setelah Rakor dilanjutkan survey sesar.

    Tujuan diadakannya kegiatan ini sebagai upaya mengumpulkan bahan penyusunan peta sesar (morfotektonik) dan wujud kerjasama antar lembaga dalam mitigasi potensi gempa bumi yang dipicu oleh aktivasi sesar lokal, hasil penelitian ini dapat menjadi dasar bagi dinas lain dalam mengambil kebijakan-kebijakan tata ruang. Kegiatan ini melibatkan koordinasi antar wilayah mengingat kejadian bencana sesar tidak mengenal batasan wilayah administrasi.

    Survey sesar dipandu oleh Dr. Ir. Helmy Murwanto, M.Si ( pakar Geografi lingkungan ). Survey dilaksanakan dengan susur sesar meliputi 5 stasiun pengamatan yaitu : stasiun pengamatan area secang, stasiun pengamatan kalikuto, stasiun pengamatan gremeng, stasiun pengamatan kali aji dan stasiun pengamatan pleret.  Kegiatan survey ini dilaksanakan untuk mengamati bentuk batuan hasil lava tektonik yang sudah da sejak jutaan tahun lalu, objek yang diamati adalah untuk mencari  ada / tidaknya rekahan dalam batuan tersebut. Dalam kegiatan ini tidak dtemukan adnya rekahan namun perlu untuk terus diterliti mengingat gempa yang terjadi di cianjur adalah hasil sesar yang tidak terpantau.

    Dr. Beni, Peneliti BRIN yang turut dalam susur menyampaikan agar BPBD Kota / Kab dapat terus edukasi masyarakat terkait kegempaan (megathrust) dan potensi bahaya longsor di wilayah masing-masing.

  • Sosialisasi dan Simulasi Megathrust oleh BPBD Kota Magelang di SMP Negeri 4 Kota Magelang

    Sosialisasi dan Simulasi Megathrust oleh BPBD Kota Magelang di SMP Negeri 4 Kota Magelang

    SMP Negeri 4 Kota Magelang melaksanakan kegiatan sosialisasi dan simulasi Gempa Megathrust yang di narasumberi langsung oleh TIM BPBD Kota Magelang pada Jum’at (25/10)  yang bertempat di SMP Negeri 4 Kota Magelang. Kegiatan tersebut diikuti oleh seluruh siswa siswi dan Guru serta pegawai SMP Negeri 4 Kota Magelang. Indonesia termasuk memiliki zona megathrust yang berkekuatan cukup besar yang dapat terjadi sewaktu-waktu. Tidak ada satu pun alat yang dapat mendeteksi kapan dan di mana gempa berkekuatan sangat besar itu terjadi. Informasi tersebut bukan menyampaikan prediksi yang berkaitan dengan kapan dan di mana gempa itu terjadi. Tujuan dari informasi itu agar pelajar Indonesia memiliki kesiapan dan kewaspadaan dalam menghadapi gempa dan dampaknya nanti.

    Tim BPBD Kota Magelang Suyono mengungkapkan “Sosialisasi ini sebagai momentum untuk memperkuat komitmen SMP Negeri 4 Kota Magelang dalam menjaga keselamatan bersama”.  Meskipun Kota Magelang tidak termasuk dalam wilayah berpotensi terkena dampak gempa megathrust, kita tetap harus berhati-hati dan waspada, “Ujarnya.

    Sosialisasi mitigasi bencana gempa megathrust merupakan kebutuhan mendesak bagi Indonesia yang berada di wilayah rawan gempa. Melalui edukasi dan pelatihan yang baik, pelajar dapat lebih siap menghadapi ancaman gempa besar ini, sehingga dampak buruknya dapat diminimalisir. Dengan langkah-langkah mitigasi yang tepat, tidak hanya korban jiwa yang dapat dikurangi, tetapi juga kerugian material dan trauma psikologis yang mungkin timbul. Sosialisasi yang berkesinambungan dan menyeluruh akan menjadi kunci utama dalam meningkatkan ketahanan pelajar Indonesia terhadap bencana gempa megathrust.

  • SOSIALISASI MEGATHRUST

    SOSIALISASI MEGATHRUST

    RSUD Budi Rahayu Kota Magelang mengadakan kegiatan Sosialisasi Megathrust dengan menghadirkan Narasumber dari TIM BPBD Kota Magelang, di Gedung NICU Lantai 3, Kamis (24/10).

    Sosialisasi ini sebagai momentum untuk memperkuat komitmen hospitalia RSUD Budi Rahayu Kota Magelang dalam menjaga keselamatan dan kesehatan bersama.

    Acara dibuka oleh Kepala Pelaksana BPBD Kota Magelang Machbub Yani Arfian, Mengajak para peserta untuk bersinergi dan bekerjasama dalam membangun ketahanan bencana

    Isu tentang potensi gempa megathrust di Wilayah Indonesia yang dapat mengakibatkan gempa besar dan tsunami menjadi perhatian serius bagi kita semua. Terutama dalam menjaga keselamatan pasien dan seluruh hospitalia di rumah sakit ini, sosialisasi ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan pengetahuan hospitalia semua tentang langkah-langkah yang harus diambil jika bencana terjadi. “kita akan mempelajari prosedur evakuasi, jalur penyelamatan dan persiapan fasilitas rumah sakit dalam menghadapi skenario terburuk,” tuturnya. Kata Direktur Utama RSUD Budi Rahayu Kota Magelang dr Novi Ahyani saat memberikan sambutan.

     Sosialisasi ini menghadirkan narasumber Analisis Kebencanaan Ahli Muda BPBD Kota Magelang Suyono, S.E. Dalam pembahasannya Suyono memberikan pengetahuan dasar tentang pentingnya kesiapsiagaan dan mitigasi bencana dalam upaya membangun kesiapsiagaan bencana gempa megathrust, serta menekankan bahwa informasi mengenai potensi gempa megathrust bukanlah prediksi, melainkan upaya untuk meningkatkan kesiapsiagaan hospitalia. Hospitalia dihimbau untuk tetap tenang dan tidak panik serta melakukan aktivitas seperti biasa dengan terus memperbarui informasi dari sumber yang valid.

    Kegiatan sosialisasi dilaksanakan secara tatap muka dan on line dari Tenaga Kesehatan, dan Tenaga non Kesehatan RSUD Budi Rahayu Kota Magelang.

    Melalui kegiatan ini diharapkan peserta mampu meningkatkan kapasitasnya dalam pengurangan resiko becana dan pentingnya mengenal bahaya gempa megathrust untuk kesiapsiagaan dan mitigasi guna mewujudkan hospitalia SIAP SELAMAT, tujuannya bukan untuk menimbulkan keresahan tetapi untuk meningkatkan kesiapsiagaan dan mitigasi terhadap potensi bencana tersebut.

  • BPBD Kota Magelang Adakan Pelatihan dan Pencegahan Mitigasi

    BPBD Kota Magelang Adakan Pelatihan dan Pencegahan Mitigasi

    Rabu 23 Oktober 2024, BPBD Kota Magelang bersama masyarakat perwakilan kelurahan se Kecamatan Magelang Utara melaksanakan kegiatan  Pelatihan dan Pencegahan Mitigasi Bencana di Aula Kelurahan Kramat Utara.

    Acara dibuka oleh Kepala Pelaksana BPBD Kota Magelang, Machbub Yani Arfian , mengajak masyarakat perwakilan kelurahan se-Kecamatan Magelang Utara untuk bersinergi dan bekerjasama dalam membangun ketahanan bencana.

    “Dengan kolaborasi yang baik antara pemerintah, masyarakat, dan ahli dalam bidang penanggulangan bencana, lebih siap dan tanggap dalam menghadpi berbagai potensi bencana.

    Nara sumber  Edi wasono, SH dari BPBD Kabupaten  Magelang, menekankan pentingnya peran aktif pemerintah dan masyarakat dalam upaya pencegahan dan mitigasi bencana.

    Edi wasono, Sh menyampaikan beberapa strategi-strategi yang dapat dilakukan oleh masyarakat untuk meminimalisir resiko bencana serta meningkatkan ketahanan masyarakat terhadap bencana.

    Terkait pelatihan dan Pencegahan mitigasi diharapkan dapat menjadi langkah awal dalam membangun budaya kesiapsiagaan bencana yang tangguh di masyarakat.

  • Kegiatan Launching “SABUN KENCANA” Sosialisasi Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB) Tahun 2024

    Kegiatan Launching “SABUN KENCANA” Sosialisasi Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB) Tahun 2024

    Jum’at 04 Oktober 2024 Pukul 07.30 sampai dengan selesai, bertempat di Aula SMP Negeri 6 Kota Magelang, Kegiatan Launching “ SABUN KENCANA” Sosialisasi Satuan Pendidikan Aman Bencana ( SPAB ) Tahun 2024, yang dihadiri oleh 218 orang yang terdiri dari wiswa-siswi SMP Negeri 6 dan guru pembimbingnya.

    Acara dibuka oleh Bp. Adi Satdana, S.K.M, S.Kep, Ners. Selaku Kepala Bidang dan Kesiapsiagaan BPBD Kota Magelang. Dalam sambutannya beliau menyampaikan Sesuai tugas pokok dan fungsi di Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan melakukan Inovasi dengan judul SABUN KENCANA yang akan di Implementasikan di SMP/MTs sederajat dan SD secara bertahap di Kota Magelang. Kepala Pelaksana BPBD Kota Magelang menghimbau kepada Kepala Sekolah  serta guru pembimbing agar tidak melakukan kegiatan wisata di pantai terkait kewaspadaan terhadap Megathrust, daan juga menghimbau agar menindaklanjuti arahan dari narasumber terkait pelaksanaan Satuan Pendidikan Aman Bencana.  Bp. Edy Wasono, S.H. selaku Kepala Pelaksana BPBD Kab. Magelang selaku narasumber yang ikut berkontribusi dengan BPBD Kota Magelang.

    Kegiatan dilanjutkan dengan simulasi bencana alam gempa bumi serta cara penyelamatan korban menggunakan tandu bersama para siswa-siswi di halaman SMP Negeri 6 Kota Magelang.

    Harapan dari kegiatan ini melatih kerja sama dan menolong sesama terutama keluarga di rumah.