Category: berita

  • Studi Komparasi BPBD Kota Magelang ke Dinas Kebakaran dan Penanggulangan Bencana Kota Bandung

    Studi Komparasi BPBD Kota Magelang ke Dinas Kebakaran dan Penanggulangan Bencana Kota Bandung

    Selasa (30/5) tim BPBD Kota Magelang melaksanakan studi komparasi ke Dinas Kebakaran dan Penanggulangan Bencana (DKPB) Kota Bandung di Kawasan Taman Hutan Raya Ir. Djuanda. Pertemuan disambut oleh Sekretaris DKPB, Bapak Iwan Rusmawan, SE., M.Si. dan segenap jajaran pegawai. Dalam waktu yang bersamaan, DKPB Kota Bandung menerima kunjungan kerja dari BNPB. Sehingga, diskusi dapat diikuti oleh tiga instansi yang berbeda. Adapun tujuan dari kunjungan BPBD Kota Magelang dalam rangka studi komparasi untuk menggali informasi berkaitan penanggulangan dan penanganan pascabencana di Kota Bandung. Pembahasan lebih berfokus pada jenis bencana gempa bumi.

    Dalam penjelasannya, Bapak Iwan menyampaikan bahwa secara geografis Kota Bandung menjadi salah satu wilayah yang dilewati oleh sesar lembang. Kajian ancaman gempa bumi di Kota Bandung menggunakan probabilistik 10% dalam 50 tahun (PGA) menghasilkan 38% berada di kawasan sedang, 62% di kawasan ancaman tinggi.

    Sementara itu, sebanyak 19 kecamatan di Bandung berada pada risiko tinggi untuk gempa, dan 8 kecamatan dengan risiko tinggi untuk banjir. Berdasarkan hasil kajian kapasitas nilai dari indikator yang paling rendah untuk semua bencana yaitu pengelolaan tanggap darurat • Non-struktural: Penguatan Kelembagaan pada saat tanggap darurat, salah satunya TRC • Struktural: membangun tempat dan jalur evakuasi serta tempat pengungsian di tingkat kelurahan.

  • BPBD Gelar Pengembangan Kapasitas Tim Reaksi Cepat (TRC)

    BPBD Gelar Pengembangan Kapasitas Tim Reaksi Cepat (TRC)

    Bertempat di BPBD Kota Magelang, 85 relawan dari berbagai organisasi kerelawanan ikuti kegiatan Pengembangan Kapasitas Tim Reaksi Cepat 2023. Menjadi Narasumber dalam kegiatan ini Walikota Magelang dan Wakil Walikota Magelang. Dalam materi yang disampaikan, Walikota Magelang menekankan bahwa relawan dalam menangani kebencanaan perlu dilandasi sifat keikhlasan dalam membantu tanpa tendensi apapun juga perlu kerjasama yang solid antarrelawan dari berbagai organisasi relawan yang ada di Magelang. Disampaikan juga bahwa BPBD Kota Magelang perlu utk menambah pelatihan terkait penanganan dasar bencana utamanya basic skill life dan menambah peralatan yg dibutuhkan dalam penanganan kebencanaan. Walikota Magelang juga sampaikan apresiasi atas peran seluruh relawan yang langsung terjun dalam penanganan kebencanaan. Sementara itu, Wakil Walikota Magelang menyampaikan siraman rohani bagi peserta agar jiwa kerelawanan sebagai ibadah.

    Sebelum acara utama, Kepala Pelaksana BPBD Kota Magelang menyampaikan laporan bahwa pada awal Mei lalu Pemerintah Kota Magelang menerima bantuan hibah peralatan kebencanaan berupa satu unit kendaraan pickup dan satu set tenda pengungsi senilai kurang lebih 300 juta.

  • BPBD Menerima Hibah Peralatan Kebencanaan

    BPBD Menerima Hibah Peralatan Kebencanaan

    17 Mei 2023 BPBD Kota Magelang miliki tambahan peralatan kebencanaan. Peralatan kebencanaan tersebut berupa satu unit pick up dan satu set tenda pengungsi dengan total kurang lebih 300 juta. Peralatan tersebut diperoleh dari BNPB sebagai hibah atas proposal yang disampaikan Pemerintah Kota Magelang. Atas nama Pemerinth Kota Magelang, Kalak BPBD, Machbub Yani Arfian menyampaikan bahwa BPBD Kota Magelang sangat terbantu dengan bantuan tersebut. Harapannya, kapasitas BPBD dalam penanganan kebencanaan dapat meningkat.

  • Sosialisasi Mitigasi Bencana Tanah Longsor dan Banjir di Musim Penghujan

    Sosialisasi Mitigasi Bencana Tanah Longsor dan Banjir di Musim Penghujan

    Sosialisasi Komunikasi Informasi Edukasi (KIE) diselenggarakan oleh BPBD Kota Magelang dengan tema pencegahan bencana tanah longsor dan banjir di musim penghujan pada Jumat (12/5). Kegiatan ini dilaksanakan di Kelurahan Potrobangasan dengan menghadirkan narasumber dari BPBD Kabupaten Temanggung, Bapak Pria Andaka, S. Pd selaku Kepala Seksi Pencegahan Dan Kesiapsiagaan dan Anggota Komisi A DPRD Kota Magelang, Bapak Achmad Widodo. Peserta kegiatan ini berjumlah 30 orang.

    Acara dimulai dari pemberian sambutan Lurah Potrobangasan, Ibu Susilowati S.Sos. Kemudian, dilanjutkan oleh sambutan Kalak BPBD Kota Magelang yang disampaikan oleh Sekretaris BPBD Kota Magelang, Putut Handoko, S, STP. Sebagai pemateri pertama, Pria Andaka, S. Pd menyampaikan pentingnya kewaspadaan masyarakat terhadap bencana tanah longsor dan banjir khususnya pada musim penghujan.  Bapak Pria menyebutkan faktor pemicu terjadinya longsor meliputi kemiringan lereng, kondisi atau jenis tanah, hujan, dan tergerusnya tanah oleh aliran air. Adapun, tanda-tanda terjadinya longsor yaitu terdengar suara gemuruh sebelum terjadi longsor, tanaman di lereng perbukitan banyak yang miring, adanya retakan dalam tanah, dan muncul rembesan air baru dari dalam tanah.

    Sementara itu, Bapak Achmad Widodo sebagai pembicara kedua memberi motivasi agar masyarakat turut aktif dalam menanggulangi bencana tanah longsor dan banjir. Masyarakat dihimbau untuk meningkatkan kewaspadaan dan tanggap terhadap lingkungan sekitar. Sekiranya terdapat lahan miring yang gundul, masyarakat dapat bergotong royong untuk menanami pohon dan melakukan kegiatan positif lainnya guna pemanfaatan lahan tersebut.

  • Peringatan Hari Kesiapsiagaan Bencana Nasional

    Peringatan Hari Kesiapsiagaan Bencana Nasional

    Sirine berbunyi lantang pada pukul 10.00 hari ini Rabu (26/4). Benar, Tanggal 26 April diperingati sebagai Hari Kesiapsiagaan Bencana Nasional (HKBN).  Warga diminta untuk membunyikan kentongan dan sirine sebagai tanda bahwa kita siap untuk selamat. Himbauan ini guna membangun kesadaran warga agar siap ketika menghadapi bencana dengan mengenali potensi bencana di daerah masing – masing dan apa yang harus dilakukan ketika terjadi bencana.

    Prediksi BMKG menyatakan bahwa peralihan musim ini memiliki potensi bencana akibat hidrometeorogi dengan hujan lebih lebat dan angin kencang yang dapat sebabkan pohon tumbang dan longsor. Kota Magelang pada hari Sabtu (22/4) saat terjadi hujan lebat disertai angin kencang akibatkan satu talud dan pondasi longsor di Kelurahan Wates dan Gelangan. Akibat longsor tersebut, akses jalan tertutup timbunan material.

    BPBD Kota Magelang besama relawan dan warga memberikan penanganan darurat dengan membersihkan timbunan material dan menutup longsor dengan terpal agar tidak terjadi longsor susulan. Kepala BPBD Kota Magelang, Machbub mengungkapkan bahwa selama libur lebaran BPBD Kota Magelang rutin melaksanakan pemantauan dan siaga 24 jam untuk menangani bencana. Machbub menambahkan respon cepat relawan dan warga dalam bergotong royong dalam penanganan bencana perlu untuk terus dipupuk dan ditingkatkan karena seperti kejadian hari sabtu tidak dapat diprediksi sebelumnya walaupun BMKG telah mengeluarkan peringatan dini cuaca ekstrem.