Category: berita

  • ASN BPBD dan OPD di Kota Magelang Ikuti Diklat Manajemen Bencana Dasar, Luring dan Daring

    ASN BPBD dan OPD di Kota Magelang Ikuti Diklat Manajemen Bencana Dasar, Luring dan Daring

    MAGELANG, MAGELANGEKSPRES.ID – Sebanyak 30 aparatur sipil negara (ASN) Kota Magelang dan 8 di antaranya dari BPBD mengikuti pendidikan dan pelatihan (diklat) teknis Dasar Manajemen Bencana (DMB).

    Diklat diselenggarakan atas kerja sama BKPSDM Kota Magelang dengan BPBD Kota Magelang dengan sistem blended learning selama 5 hari mulai 8-14 Maret 2023.

    Diklat dibuka oleh Kepala Bidang Pengembangan Kompetensi Teknis, Sumarhendro SSos, Rabu 8 Maret 2023.

    Pada tanggal 8-11 Maret 2023, diklat diadakan secara daring melalui kantor masing-masing dan 13-14 Maret diselenggarakan secara luring di Komplek Kampus Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Provinsi Jawa Tengah Provinsi Jawa Tengah, Semarang.

    Diklat DMB wajib diikuti ASN sebelum dapat mengikuti pelatihan-pelatihan lanjutan terkait kebencanaan. Adapun 30 peserta terdiri dari lintas sektoral OPD yang ada di Magelang yaitu, BPBD, Bappeda, Dinas Kesehatan, Dinas Pendidikan, DP4KB, DPUPR, Dishub, Disperkim, Disperpa, Dinarpus, Satpol PP (UPT Damkar), Dinas Sosial, 6 kelurahan dan 3 kecamatan se-Kota Magelang.

    Materi disampaikan oleh narasumber Pusdiklat BNPB, BPBD Provinsi dan Dinarpus Provinsi Jawa Tengah serta Widyaiswara BPSDMD Provinsi Magelang dengan materi antara lain Konsep dan Prinsip Penanggulangan Bencana, Manajemen Risiko, Manajemen Kesiapsiagaan dan materi lainnya terkait kebencanaan.

    Kepala BPBD Kota Magelang, Machbub mengungkapkan bahwa pelatihan ini perlu dilakukan untuk membangun kolaborasi dan sinergi antar OPD dalam penanganan bencana.

    “Sehingga kedepannya akan memudahkan dalam penanganan kebencanaan di Kota Magelang dan 30 peserta ini diharapkan dapat lulus dan menularkan ilmu yang dimiliki untuk membangun Kota Magelang,” jelasnya.

    Hendra, salah satu peserta dari Dinas Pendidikan yang juga merupakan guru di SMP 5 Kota Magelang menambahkan, bahwa diklat semacam ini perlu diikuti juga oleh pengajar di sekolah guna mempersiapkan kesiapsiagaan anak didik menghadapi bencana yang mungkin terjadi.

    “Melalui kurikulum Satuan Pendidikan Aman Bencana siswa bisa dibangun sejak dini budaya sadar bencana,” katanya. (hen)

    oleh Magelang Ekspres

    Penulis: Heni Agusningtyas

    Editor: Nur Imron Rosadi

  • Jalin Kekompakan, BPBD Kota Magelang dan TRC Gelar Outbond

    Jalin Kekompakan, BPBD Kota Magelang dan TRC Gelar Outbond

    MAGELANG, MAGELANGEKSPRES.DISWAY.ID – Untuk membangun kekompakan sesama tim, anggota Satgas Penanganan Bencana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Magelang mengikuti outbound bersama Tim Reaksi Cepat (TRC) di Taman Kyai Langgeng (TKL) Eco Park, Sabtu 4 Maret 2023.

    TRC beranggotakan 19 orang relawan yang terdiri dari perwakilan dari kelurahan se Kota Magelang. TRC dibentuk di awal Februari 2023, memiliki tugas sebagai tim kaji cepat saat terjadi bencana di wilayah kelurahan.

    Kepala Pelaksana BPBD Kota Magelang, Machbub menyampaikan pentingnya dilakukan outbound adalah untuk membangun kekompakan antar tim penanganan kebencanaan di Kota Magelang.

    Tujuan lain adalah untuk pengembangan kapasitas sekaligus meningkatkan kemampuan personil TRC sebagai ujung tombak dalam merespon penanganan darurat bencana di kelurahan.

    “Diharapkan melalui kegiatan ini tim akan lebih solid. Berbeda dengan kebiasaan sebelumnya kegiatan pengembangan kapasitas TRC dan Satgas dilakukan di alam terbuka sebagai penyegaran suasana,” kata Suryono.

    Ketua pelaksana kegiatan, Suryono menyampaikan kegiatan ini merupakan kegiatan rutin pengembangan kapasitas TRC.

    Outbond menghadirkan instruktur profesional Jelajah Outbound Magelang selama lebih 2 jam diberikan permainan-permainan yang melatih peserta menjalin kerja sama dan kekompakan tim.

    Seluruh peserta mengikuti outbound dengan antusias dan penuh kegembiraan sebagai rekreasi menghilangkan penat setelah menangani bencana di Kota Magelang. (hen)

    Sumber : magelang ekspres

    Reporter: Heni Agusningtiyas|

    Editor: Nur Imron Rosadi

  • Jaga Ekosistem, Relawan Tanam Pohon di Gunung Tidar

    Jaga Ekosistem, Relawan Tanam Pohon di Gunung Tidar

    Magelang, kedu.suaramerdeka.com – Puluhan relawan turut dalam aksi penanaman pohon pelindung dan pohon buah untuk makanan kera di Kebun Raya Gunung Tidar, Jumat (24/2).

    Kegiatan yang diinisiasi Garda Relawan Indonesia bersama KNPI Kota Magelang ini guna menjaga ekosistem di kawasan ini.

    Ketua Pelaksana Kegiatan, Heri Prawoto mengatakan, upaya menjaga ekosistem di area wisata alam dan religi ini perlu dilakukan dengan menanam tanaman yang mampu menyimpan air tanah.

    Termasuk tanaman buah yang dapat menjadi sumber pangan kera ekor panjang.

    “Tanaman yang mampu menyimpan air tanah agar tidak terjadi longsor.”

    Adapun tanaman buah untuk kera ekor panjang agar hewan primata ini tidak turun gunung mengganggu warga setempat,” ujarnya di sela kegiatan.

    Turut hadir pada kegiatan ini Ketua KNPI Kota Magelang yang juga Anggota DPRD Kota Magelang, Evin Septa Haryanto Kamil.

    Adapun relawan yang ikut kegiatan di antaranya Tagana, Baguna, SAR Kota, dan Mapala Perguruan Tinggi di Magelang.

    Acara diawali apel relawan dilanjutkan dengan penyerahan secara simbolis bibit pohon pelindung dan pohon buah untuk kemudian ditanam di puncak Gunung Tidar.

    Ada lebih dari 150 bibit yang ditanam relawan dengan jenis pohoh asam jawa, sirsat dan pohon jambu.

    Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Kota Magelang, Machbub mengutarakan, kegiatan bertema “Persembahan Cinta untuk Gunung Tidar” ini sangat penting dilakukan di daerah rawan longsor.

    Pihaknya pun memberikan apresiasi dan diharap dapat bermanfaat untuk masa depan nanti.

    “Aksi ini bermanfaat untuk mempererat rasa solidaritas relawan di Kota Magelang dalam penanganan bencana.

    Perlu sinergi dan kerjasama relawan dalam pencegahan bencana dengan edukasi kepada masyarakat,” tuturnya yang mengaku berterima kasih kepada para relawan yang dengan sukarela turut membantu penanganan kejadian bencana di Kota Tidar. (Asef Amani)***

    Sumber : kedu.suaramerdeka.com

    Editor: M. Nur Chakim

  • Warga Tidar Selatan Antusias Ikuti Sosis Blutuk Mitigasi Bencana

    Warga Tidar Selatan Antusias Ikuti Sosis Blutuk Mitigasi Bencana

    Magelang, kedu.suaramerdeka.com – Puluhan warga perwakilan 12 RW di Kelurahan Tidar Selatan antusias mengikuti pelatihan mitigasi bencana oleh BPBD Kota Magelang di aula kelurahan, Senin (20/2).

    Hadir sebagai narasumber dari BPBD Temanggung, Toufur Wuryanto dan Anggota DPRD Kota Magelang Tyas Anggraeni.

    Kepala Pelaksana BPBD Kota Magelang, Machbub Yani Arfian mengatakan, pelatihan penanganan bencana ini diikuti sekitar 60 warga dari 12 RW di Kelurahan Tidar Selatan.

    Pelatihan mengangkat tema “Peran Aktif Masyarakat dalam Pencegahan Bencana tanah longsor dan banjir”.

    “Peserta kelihatan antusias mengikuti kegiatan sampai akhir acara. Tujuannya mitigasi bencana ini untuk membangun peran aktif masyarakat dalam penanganan bencana, khususnya di Kelurahan Tidar Selatan.

    Pasalnya, Tidar Selatan memiliki potensi bencana tanah longsor di sepanjang bantaran sungai Elo,” ujarnya di sela kegiatan.

    Dia menekankan pentingnya peran masyarakat dalam pencegahan dan penanganan bencana. Masyarakat dinilainya harus saling membantu dalam penanganan bencana.

    “Pada tahun 2023 ini, kegiatan pelatihan akan rutin diadakan di tiap kelurahan agar terbangun masyarakat yang tangguh hadapi bencana,” tuturnya.

    Selanjutnya, Tyas Angraeni sebagai narasumber mengajak kepada masyarakat untuk peduli, karena bencana banjir salah satu penyebabnya adalah perilaku manusia yang tidak bertanggung jawab dalam pengelolaan sampah perkotaan, termasuk membuang sampah di saluran air.

    “Budaya gotong royong harus terus dibangun, tidak hanya menggantungkan pada pemerintah, warga harus sadar dan peduli dengan pangkas pohon yang punya potensi bencana dan bijak dalam kelola alam.

    Mulai dari diri sendiri dengan membuang sampah pada tempatnya dan mendidik anak-anak budaya hidup bersih,” jelasnya.

    Sementara itu, Toufur Wuryanto memaparkan potensi bencana di perkotaan dan mengajak warga menjadi agen perubahan dengan memetakan potensi bencana tiap RT.

    Begitu juga mendorong warga berperan aktif memberikan laporan kepada BPBD saat terjadi bencana.

    “Tak lupa, memberikan akses kepada tim regu penolong dan memberikan bantuan yang diperlukan,” tuturnya. (Asef Amani)***

    Sumber : kedu.suaramerdeka.com

    Editor: M. Nur Chakim

  • Wali Kota Launching Aplikasi Kentongan dan Posko Relawan BPBD Kota Magelang

    Wali Kota Launching Aplikasi Kentongan dan Posko Relawan BPBD Kota Magelang

    MAGELANG (SUARABARU.ID) – Wali Kota Muchamad Nur Azis menghadiri kegiatan pengembangan kapasitas Tim Reaksi Cepat (TRC),
    sekaligus launching aplikasi kentongan dan peresmian Posko Relawan BPBD Kota Magelang.
    Acara yang berlangsung beberapa hari lalu diikuti TRC se kota Magelang dan para kepala OPD.

    Pada acara itu wali kota juga menjadi narasumber. Kepala BPBD Kabupaten Magelang Edi Wasono juga narasumber dengan materi penanganan bencana gempa dan sistem pelaporan kebencanaan TRC.

    Kepala Pelaksana BPBD Kota Magelang, Machbub Yani Afian melaporkan, kegiatan pengembangan kapasitas rutin itu dilakukan dengan tujuan mengembangkan kapasitas dan kemampuan relawan dalam menghadapi bencana.

    Wali kota meminta para relawan dengan cepat mengatasi bencana, serta benar-benar rela dalam melaksanakan kegiatan kemanusiaan itu tanpa pamrih.

    Kepala BPBD Kabupaten Magelang Edi Wasono mengatakan, belajar dari bencana gempa Cianjur yang tanpa diduga, warga harus siap. Ada empat hal yang harus diingat saat terjadi gempa. Yaitu lindungi kepala, berlindung dibawah meja, jauhi kaca dan lari ke tempat terbuka. Selain terkait gempa, juga disampaikan sistem pelaporan kebencanaan tim reaksi cepat.

    Dalam rangkaian pengembangan kapasitas ini juga dilakukan peninjauan dan peresmian Pusdalops. Pusdalops merupakan pusat pengendalian dan operasi penanganan bencana Kota Magelang. Pusdalops dilengkapi dengan personal komputer dan televisi layar datar yang menampilkan sistem informasi kebencanaan (SIK), di dalamnya memuat aplikasi kentongan (kedaruratan dan pertolongan) dan Sihab (sistem infomasi rehabiltasi).

    Kedua aplikasi tersebut berfungsi pelaporan kejadian bencana, dan Sihab berfungsi untuk memantau progres penanganan rehabilitasi bangunan korban bencana. Ke depan layanan call center 112 akan terkoneksi dengan Pusdalops BPBD Kota Magelang. (pemkotmgl)

    sumber : suarabaru.id

    editor : Doddy