Category: berita

  • Satgas BPBD Ikuti Apel Operasi Ketupat Candi 2023

    Satgas BPBD Ikuti Apel Operasi Ketupat Candi 2023

    Sebanyak 7 satgas BPBD magelang ikuti apel Operasi Ketupat Candi tahun 2023 pagi ini. Apel dilaksanakan di Aloon-aloon Kota Magelang dengan inspektur Walikota Magelang Dr. H. Muchamad Nur Aziz,Sp.PD,K-GH,FINASIM. Dalam gelar apel pasukan tersebut juga turut diapelkan kendaraan operasional beserta peralatan penanganan kebencanaan. Ada satu kendaraan double cabin dan dua motor operasional yang turut diapelkan dalam kegiatan tersebut.

    Dalam arahannya, Irup menyampaikan beberapa langkah penting yang harus diperhatikan dalam Operasi Ketupat 2023. Pertama, petugas keamanan diharapkan dapat menanamkan dalam diri bahwa pelimpahan tugas tersebut adalah sebuah kehormatan, sekaligus ladang amal ibadah. Kedua, memprioritaskan langkah humanis dan menerapkan buddy system serta mempedomani SOP. Ketiga, memastikan ketersediaan perlengkapan pribadi, sarpras, dan fasilitas penunjang lainnya. Keempat, petugas diharapkan melakukan pengamanan hingga arus balik. Kelima, ketersediaan informasi perkembangan lalu lintas dapat tersampaikan ke masyarakat. Terakhir, pentingnya memperkuat sinergisitas dan solidaritas antar petugas pengamanan maupun stakeholder terkait.

    BPBD Kota Magelang selama libur lebaran tahun 2023 tetap siaga 24 jam. Siap melayani masyarakat saat terjadi bencana. Memasuki peralihan musim ppenghujan menuju kemarau potensi bencana yang timbul adalah akibat hidrometeorologi yaitu hujan deras dan angin kencang.

  • BPBD Kota Magelang Ikuti Pendampingan Teknis Pengerahan SDM Penanganan Darurat Bencana

    BPBD Kota Magelang Ikuti Pendampingan Teknis Pengerahan SDM Penanganan Darurat Bencana

    Selasa (28/3) Kepala Pelaksana BPBD Kota Magelang hadiri pembukaan Pendampingan Teknis   Pengerahan Sumber Daya Manusia Penanganan Darurat Bencana di Hotel Indoluxe Sleman. Kegiatan diselenggarakan oleh BNPB selama 4 hari (28-31/3) diikuti 26 BPBD baik Provinsi maupun Kota/Kab di Indonesia. BPBD Kota Magelang mengikutsertakan Kepala Bidang Kesiapsiagaan dan Pencegahan bersama satu orang JF Penata Penanggulangan Bencana.

    Adapun pembahasan yang diberikan tak jauh dari langkah manajerial penanganan darurat bencana. Hari pertama, kegiatan dibuka oleh Kalaksa Provinsi DIY yang dilanjutkan dengan arahan dari Deputi Bidang Penanganan Darurat BNPB. Sistem Komando Penanganan Darurat Bencana (SKPDB) menjadi materi pembuka yang diberikan kepada peserta. Dengan adanya sistem struktur komando ini akan membangun tata hubungan kerja mulai dari koordinasi, pengendalian, pemantauan, dan evaluasi kegiatan secara efektif dan efisien ada masa tanggap darurat bencana. Materi kedua kaitannya dengan Kaji Cepat dan Aktivasi Posko yang berfungsi sebagai pusat komando operasi penanganan darurat bencana. Kemudian, Penyusunan Rencana Operasi menjadi materi penutup pendampingan teknis hari pertama. Rencana operasi disusun berdasarkan masukan penanganan bencana yang termasuk dalam rencana kontijensi dan informasi bencana untuk mencapai tujuan penanganan darurat bencana secara aman dan akuntabel.

    Sementara itu, pembahasan hari kedua menyinggung terkait manajerial penanganan bencana. Mulai dari manajemen penanganan pengungsi, dinamika penetapan status darurat bencana, dan pengerahan sumber daya darurat, serta konsep Gladi ruang atau Table Top Exercise (TTX) dan Gladi posko atau Command Post Exercise (CPX). Hari ketiga (30/3) kegiatan menekankan pada metode praktik. Peserta diarahkan untuk mengikuti berbagai simulasi dari materi yang diberikan pada dua hari sebelumnya. Simulasi ini terbagi menjadi tiga sesi. Sesi pertama dan kedua terkait TTX Tahapan Penanganan Darurat Bencana. Sedangkan, sesi ketiga Tahapan Penanganan Darurat Bencana. Adapun hari terakhir pendampingan teknis ditutup dengan evaluasi simulasi yang sebelumnya telah dilaksanakan

  • BPBD Kota Magelang Susun Kajian Risiko Bencana Libatkan OPD Lintas Sektor

    BPBD Kota Magelang Susun Kajian Risiko Bencana Libatkan OPD Lintas Sektor

    Selasa (28/3) BPBD Kota Magelang menyelenggarakan Rapat Koordinasi terkait penyusunan Dokumen Kajian Risiko Bencana (KRB). Pertemuan ini melibatkan berbagai OPD, diantaranya Bappeda, BPKAD, DPUPR, Disperkim, Dishub, Kesra, Dinsos, Satpol PP, DLH dan DKK. Dalam pengkajian kebencanaan berpedoman pada Peraturan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Nomor 2 Tahun 2012 tentang Pedoman Umum Pengkajian Risiko Bencana. Di dalam Regulasi tersebut menyebutkan bahwa KRB adalah mekanisme terpadu untuk memberikan gambaran menyeluruh terhadap risiko bencana suatu daerah dengan menganalisis tingkat bahaya, tingkat kerentanan, dan tingkat kapasitas daerah.

    Adapun hasil notulensi pertemuan ini antara lain; Pertama, BPBD telah melakukan asistensi dengan BNPB. Kedua, pembentukan tim teknis BPBD dan OPD terkait dengan SK Walikota.  Ketiga, dalam pengumpulan data dokumen KRB (penyusunan peta bahaya dan kerentanan, validasi lapangan, dan penyusuan peta kapasitas). Keempat, tahap penyusunan KRB yang terdiri dari penyusunan Draft KRB I, Diskusi Publik, Draft KRB II, Review BNPB, Finalisasi Dokumen KRB, dan Legislasi Dokumen KRB.

    Harapannya, dengan adanya kontribusi aktif dari stakeholders dapat mempercepat proses penyusunan dokumen KRB tersebut.  

    ” …. Sinergi dan kolaborasi semua elemen dibutuhkan dalam penyusunan KRB agar terwujud kajian yang benar sesuai dengan potensi bencana Kota Magelang, sehingga dokumen KRB ini ditargetkan dapat selesai pada Juli 2023.” Ungkap oleh Budi Santoso S. Kep., (Ners) selaku Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan.

  • BPBD Ikuti Pelatihan Website dan Medsos

    BPBD Ikuti Pelatihan Website dan Medsos

    Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Magelang mengikuti Pelatihan Website dan Media Sosial di Ruang Integritas, Inspektorat Lt 2. Kegiatan ini diselenggarakan oleh Diskominsta yang diikuti oleh OPD se-Kota Magelang pada hari Kamis (16/3/2023). Materi pelatihan disampaikan oleh Mona Kriesdinar.

    Adapun materi yang disampaikan terkait Teknik Penulisan Berita untuk Instansi Pemerintah. Sebagai pengantar pemateri menjelaskan dasar dari definisi, ragam, dan angle berita. Disamping itu, pemateri memberikan beberapa tips cara mengemas berita supaya menarik pembaca. Dengan ini, informasi berita yang disampaikan dapat menambah pengetahuan bagi pembaca.

    Sementara itu, pemateri mengajak setiap OPD untuk terus aktif update berita terkini di laman website dan media sosial. Hal ini sebagai salah satu upaya dalam peningkatan keterbukaan informasi publik. Di satu sisi, transparansi yang diberikan pemerintah akan meningkatkan trust issue kepadamasyarakat.

  • Pemkot Magelang Gerak Cepat Bersihkan Abu Vulkanik Merapi

    Pemkot Magelang Gerak Cepat Bersihkan Abu Vulkanik Merapi

    MAGELANG (SUARABARU.ID)- Pemkot Magelang bergerak cepat  untuk penanganan dampak abu vulkanik erupsi Gunung Merapi yang ada  sejumlah ruas jalan yang ada di Kota Magelang.

    Pada pembersihan abu vulkanik Merapi tersebut, Pemkot Magelang bersama dengan Kodim 0705/Magelang, Polres Magelang Kota dan para relawan.

    “Pada penyemprotan abu vulkanik yang ada di Kota Magelang kita mengerahkan sebanyak 150 orang berasal dari berbagai macam elemen. Seperti dari Kodim 0705/ Magelang, Polres Magelang Kota, BPBD, Satpol PP,  pemadam kebakaran, PMI maupun OPD  lainnya,” kata Penjabat (Pj) Sekda Kota Magelang, Larsita di sela-sela pembersihan abu vulkanik Merapi di Alun-alun Kota Magelang, Minggu ( 12/3/2023).

    Larsita mengatakan, selain melakukan pembersihan abu vulkanik Merapi, pihaknya juga membagikan masker secara cuma-cuma bagi masyarakat yang sedang melintas di Kota Magelang.

    Menurutnya, pihaknya menyiapkan sebanyak 10.000 lembar masker yang dibagikan kepada masyarakat, untuk mengantisipasi gangguan kesehatan pernafasan akibat dari hujan abu vulkanik Merapi yang terjadi pada Sabtu ( 11/3/2023) lalu.

    Selain itu, Pemkot Magelang juga telah  menyiapkan sejumlah obat-obatan khususnya obat tetes mata dan obat-obatan untuk penyakit pernafasan.

    “Obat untuk penyakit mata dan pernafasan tersebut akan didistribusikan ke seluruh puskesmas yang ada di Kota Magelang. Hal itu dilakukan untuk mengantisipasi adanya masyarakat yang terkena penyakit akibat hujan abu tersebut,” kata Larsita yang juga menjabat Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kota Magelang.

    Larsita menambahkan,  pembersihan abu vulkanik Merapi yang dilakukan tim gabungan  tersebut difokuskan di jalan –jalan utama di Kota Magelang. Seperti di kawasan Alun-alun, Jalan Pemuda, Jalan Tidar, Jalan Tentara Pelajar. Kemudian Jalan Pahlawan dan Jalan A Yani ( dari Kebonpolo hingga kawasan Alun-alun Kota Magelang).

    Ia juga menghimbau seluruh masyarakat Kota Magelang untuk membersihkan abu vulkanil Merapi di masing-masing lingkungannya, sehingga dapat terhindar dari penyakit mata dan gangguan pernafasan.

    “Untuk petugas dari Dinas Lingkungan Hidup juga fokus untuk membersihkan  abu vulkanik yang ada di beberapa taman kota,” imbuhnya.

    Sementara itu, Komandan Kodim 0705/ Magelang, Letkol (Inf) Jarot Susanto mengatakan, Kodim 0705/Magelang mengerahkan sebanyak masing-masing  satu peleton anggotanya untuk melakukan  pembersihan abu vulkanik Merapi baik di wilayah Kota Magelang maupun di Kabupaten Magelang.

    “ Untuk pembersihan abu vulkanik Merapi di wilayah Kabupaten Magelang, kami sementara memfokuskan di wilayah Kecamatan Dukun. Sedangkan yang di Kota Magelang, kita bersama-sama dengan Pemkot Magelang di jalan –jalan utama,” katanya.

    Seperti diberitakan sebelumnya, erupsi  Gunung Merapi yang terjadi para Sabtu 9 11/3/2023) sekitar pukul 12.12 WIB menyebabkan hujan abu  di sejumlah kecamatan di Kabupaten Magelang dan juga di Kota Magelang

    Sumber : suarabaru.id

    Editor : Widyartono R.