Author: AdminBpbd

  • Peringatan Dini BMKG: Sejumlah Daerah di Indonesia Bakal Dilanda Cuaca Buruk

    Peringatan Dini BMKG: Sejumlah Daerah di Indonesia Bakal Dilanda Cuaca Buruk

    JAKARTA – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini prakiraan hujan lebat disertai kilat dan angin kencang yang berpotensi terjadi di sejumlah wilayah Indonesia, pada Minggu (7/8).

    Informasi yang dikutip dari situs BMKG pada Minggu, disebutkan bahwa potensi hujan lebat disertai kilat dan angin kencang diperingatkan untuk Provinsi Aceh, Jawa Barat, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, Sulawesi Barat, Sulawesi Tengah, Sulawesi Tenggara, Gorontalo, Maluku, Maluku Utara, Papua, dan Papua Barat.

    BMKG mengemukakan sirkulasi siklonik terpantau di Papua dan di perairan sebelah utara Papua Barat yang membentuk daerah pertemuan/perlambatan kecepatan angin (konvergensi) yang memanjang di Papua Barat hingga Papua.

    Daerah konvergensi lainnya memanjang di perairan utara dan barat Sumatera, dari pesisir Barat Sumatera utara hingga Selat Malaka, di Kepulauan Natuna, Bengkulu, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, dari Teluk Bone hingga Teluk Tomini, di Laut Sulawesi, NTT bagian timur, dan di Maluku.

    Kondisi tersebut, menurut BMKG, mampu meningkatkan potensi pertumbuhan awan hujan di sekitar sirkulasi siklonik dan di sepanjang daerah konvergensi tersebut.

    Khusus untuk wilayah DKI Jakarta, BMKG memprakirakan cuaca di Jakarta Timur dan Jakarta Selatan hujan ringan pada Minggu siang.

    Sementara wilayah lainnya, yakni Jakarta Pusat dan Jakarta Utara cerah berawan, Jakarta Barat berawan dan Kepulauan Seribu cerah. Sedangkan pada malam hari, hanya Jakarta Barat yang diprakirakan hujan ringan, sementara wilayah lainnya berawan.

  • Peringatan Dini Cuaca Buruk Senin, 12 September 2022: Waspada Hujan Lebat Disertai Angin Kencang

    Peringatan Dini Cuaca Buruk Senin, 12 September 2022: Waspada Hujan Lebat Disertai Angin Kencang

    TRIBUNNEWS.COM – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) merilis peringatan dini cuaca buruk di sejumlah wilayah Indonesia untuk Senin (12/9/2022).

    Sejumlah wilayah Indonesia besok akan dilanda hujan yang disertai petir dan angin kencang.

    Terdapat 25 wilayah Indonesia yang berpotensi hujan lebat disertai petir dan angin kencang.

    Sementara wilayah Provinsi Bengkulu dan Kalimantan Tengah masih harus waspada dengan bencana banjir dan dampak dari bencana, seperti genangan air, tanah longsor, dan pohon tumbang.

    Selain itu, wilayah NTT juga berpotensi alami kebakaran lahan.

  • Musim Penghujan, BPBD Kota Magelang Maraton Latih Warga Hadapi Bencana

    Musim Penghujan, BPBD Kota Magelang Maraton Latih Warga Hadapi Bencana

    MAGELANG (SUARABARU.ID) – Selama tiga hari (2-4/11), Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Magelang melaksanakan sosialisasi dan pelatihan kebencanaan.

    Narasumber kegiatan para praktisi yang memiliki kompetensi di bidangnya. Peserta 200 orang dari 17 kelurahan se Kota Magelang. Acara dibuka Kepala Pelaksana BPBD Kota Magelang, Machbub Yani Arfian, dan dipandu Kabid Rehablitasi dan Rekonstruksi, Putut Handoko.

    Machbub mengatakan, kegiatan yang bersumber dari dana APBD ini penting, dan perlu diikuti masyarakat agar mampu bersama sama mengatasi jika terjadi bencana.

    Hari pertama (2/11) dilaksanakan sosialisasi ‘Penguatan Kapasitas Kawasan Rawan Longsor, dengan narasumber Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Magelang, Edi Wasono serta Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Magelang, Muhammad Muzamil.

    Kedua narasumber itu meminta masyarakat harus siap menghadapi bencana, dan mendorong berperan aktif memberikan edukasi kepada warga lain, minimal anggota keluarga untuk sadar bencana.

    Hari kedua (3/11) dilaksanakan kegiatan ‘Komunikasi Informasi dan Edukasi Rawan Bencana’, menghadirkan narasumber Kepala Bidang Permukiman dan Pertanahan Dinas Permukiman Kota Magelang, Heri Pracahyo dan Baznas KH Achmad Zainudin.

    Materi terkait bagaimana membangun rumah yang layak tahan bencana (gempa dan angin), serta prosedur pengurusan permohonan Bantuan Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu) dari Baznas.

    Hari ketiga (4/11) dilaksanakan mitigasi terkait penanganan ular yang memasuki permukiman, mengingat saat ini musim penghujan sering dijumpai ular yang memasuki permukiman warga.
    Sosialisasi dan pelatihan hadirkan narasumber Catur Susilo Wardoyo, praktisi dari Survival Skil Indonesia.

    Kegiatan itu juga dihadiri anggota DPRD Kota Magelang yaitu, Muh Hariyadi, Nike Cory dan Bustanul Arifin.
    Wakil rakyat itu menekankan pentingnya kepedulian dalam pencegahan bencana dan semangat kerjasama saat terjadi bencana. Peserta didorong mampu menularkan ilmu yang diperoleh kepada anggota masyarakat lainnya.

    Andri, salah satu peserta dari Kelurahan Gelangan menyatakan, antusias mengikuti pelatihan ini. Menurutnya, pengetahuan dasar ini penting bagi warga dalam menghadapi bencana yang tidak terduga.

    Doddy Ardjono

  • BPBD Latih Karyawan PT Telkom Magelang Simulasi Tanggap Darurat Gempa Bumi

    BPBD Latih Karyawan PT Telkom Magelang Simulasi Tanggap Darurat Gempa Bumi

    MAGELANG (SUARABARU.ID) – Seluruh karyawan PT Telkom Witel Magelang yang berjumlah 71 orang, kemarin (9/8) mengikuti simulasi tanggap darurat gempa bumi.

    Kegiatan yang dilaksanakan kerja sama BPBD Kota Magelang dengan Telkom Witel Magelang, berlangsung di kantor BUMN tersebut.

    Diawali brefing dan latihan penanganan korban gempa dilanjutkan dengan evakuasi korban gempa ke lokasi yang aman.

    GM PT Telkom witel Magelang, Mustadi mengatakan, PT Telkom sebagai bagian pendorong digitalisasi untuk wujudkan masyarakat yang berdaya saing, pelatihan dan simulasi ini untuk mempersiapkan audit terkait keselamatan kerja. Dalam setahun dilaksanakan audit internal 3 kali dan audit eksternal 1 kali.

    BPBD Kota Magelang sebagai OPD yang membidangi kebencanaan memberikan sosialisasi dan pelatihan.

    Suyono salah satu instruktur pelatihan menerangkan, pelatihan semacam ini perlu dilaksanakan secara rutin untuk membiasakan masyarakat tanggap bencana. Mengingat potensi bencana gempa tidak terduga di magelang.

    Acara ini merupakan rangkaian sosialisasi selama dua kali pertemuan. Pertama dilaksanakan pada hari Kamis (4/8) dengan agenda penyampaian materi dan sosialisasi kebencanaan. Berikutnya Selasa (9/8) merupakan praktik simulasi penanganganan bencana gempa. (pemkotmgl)