Author: Admin BPBD

  • BPBD Kota Magelang Ikuti Rapat Evaluasi Penanganan Bencana Musim Kemarau dan Kesiapan Menghadapi Musim Penghujan 2025–2026

    BPBD Kota Magelang Ikuti Rapat Evaluasi Penanganan Bencana Musim Kemarau dan Kesiapan Menghadapi Musim Penghujan 2025–2026

    Semarang – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Magelang mengikuti Rapat Evaluasi Penanganan Bencana Musim Kemarau dan Kesiapan Menghadapi Bencana Musim Penghujan Tahun 2025–2026 yang diselenggarakan oleh BPBD Provinsi Jawa Tengah, bertempat di Aula Gedung A Lantai 4, Jl. Imam Bonjol No. 1, Kota Semarang.

    Kegiatan ini bertujuan untuk mengevaluasi pelaksanaan penanganan bencana selama musim kemarau tahun 2025, serta mempersiapkan langkah-langkah antisipatif menghadapi potensi bencana hidrometeorologi seperti banjir, tanah longsor, dan angin kencang menjelang musim penghujan.

    Dalam rapat tersebut, BPBD Provinsi Jawa Tengah menyampaikan hasil evaluasi penanganan kekeringan dan kebakaran hutan/lahan yang terjadi di sejumlah wilayah, sekaligus menekankan pentingnya koordinasi lintas sektor serta kesiapan logistik dan sumber daya manusia di daerah.

    Perwakilan Siska Sriyoga, Penata Penanggulangan Bencana Ahli Muda BPBD Kota Magelang  turut berpartisipasi aktif dalam diskusi, menyampaikan laporan kondisi wilayah serta upaya yang telah dilakukan dalam penanganan dampak musim kemarau di Kota Magelang. Selain itu, dibahas pula rencana penguatan sinergi dengan instansi terkait dan masyarakat dalam kegiatan mitigasi serta kesiapsiagaan menghadapi musim penghujan.

    Melalui rapat ini, diharapkan seluruh BPBD kabupaten/kota di Jawa Tengah dapat meningkatkan kesiapan dan kolaborasi dalam menghadapi potensi bencana, guna mewujudkan masyarakat yang tangguh terhadap bencana.

    (Sumber: BPBD Kota Magelang)

  • BPBD Kota Magelang Ajak Pemuda Siaga Dini dan Peduli Mitigasi Bencana

    BPBD Kota Magelang Ajak Pemuda Siaga Dini dan Peduli Mitigasi Bencana

    Magelang, 28 Oktober 2025 – Dalam momentum peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-97, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Magelang mengajak generasi muda untuk berperan aktif dalam upaya mitigasi risiko dan edukasi kebencanaan di lingkungan masing-masing.

    Kepala Pelaksana BPBD Kota Magelang menyampaikan bahwa semangat Sumpah Pemuda harus menjadi inspirasi bagi kaum muda untuk turut menjaga keselamatan dan ketangguhan kota.

    “Pemuda memiliki peran penting sebagai agen perubahan. Kami mengajak generasi muda untuk siaga sejak dini, peduli terhadap risiko bencana di sekitar, serta ikut menyebarkan edukasi kebencanaan kepada masyarakat. Masa depan Magelang yang tangguh bencana ada di tangan para pemuda,” ujarnya.

    Sebagai bentuk nyata keterlibatan pemuda, BPBD Kota Magelang terus mendorong partisipasi komunitas dan organisasi kepemudaan dalam kegiatan pelatihan kesiapsiagaan, simulasi evakuasi, dan program edukasi kebencanaan berbasis masyarakat. Upaya ini sejalan dengan visi pemerintah daerah untuk membangun Magelang Tangguh Bencana melalui kolaborasi lintas generasi.

    Peringatan Hari Sumpah Pemuda 2025 menjadi momentum penting untuk memperkuat sinergi antara pemerintah, pemuda, dan masyarakat dalam menghadapi tantangan perubahan iklim dan potensi bencana hidrometeorologi.

    Dengan semangat persatuan dan tanggung jawab bersama, BPBD Kota Magelang berharap para pemuda terus menumbuhkan kepedulian dan kesiapsiagaan, demi mewujudkan Magelang yang aman, tangguh, dan berkelanjutan.

    Selamat Hari Sumpah Pemuda 2025!
    Bersatu, Bergerak Maju, Wujudkan Magelang Tangguh Bencana.

  • BPBD Kota Magelang Siaga 24 Jam Hadapi Potensi Bencana Hidrometeorologi

    BPBD Kota Magelang Siaga 24 Jam Hadapi Potensi Bencana Hidrometeorologi

    Magelang – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Magelang terus meningkatkan kesiapsiagaan dalam menghadapi potensi bencana hidrometeorologi seiring dengan meningkatnya intensitas curah hujan di wilayah setempat.

    Seluruh personel BPBD Kota Magelang kini dalam status siaga 24 jam dengan dukungan sarana dan prasarana penanggulangan bencana, mulai dari mobil rescue, perahu karet, alat evakuasi, pompa penyedot air, hingga perlengkapan keselamatan lainnya. Kesiapan ini merupakan bentuk komitmen Pemerintah Kota Magelang dalam melindungi masyarakat dari ancaman bencana seperti banjir, tanah longsor, dan angin kencang.

    Kepala Pelaksana BPBD Kota Magelang menyampaikan bahwa selain kesiapan peralatan dan personel, pihaknya juga terus mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan.

    “Kami mengajak seluruh warga untuk mengenali lingkungan masing-masing, memahami rute evakuasi, serta aktif mengikuti kegiatan simulasi bencana. Dengan kesiapsiagaan bersama, kita wujudkan Magelang Tangguh Bencana,” ujarnya.

    Sebagai langkah preventif, BPBD juga rutin melakukan pemantauan kondisi cuaca, pengecekan titik rawan bencana, dan koordinasi dengan instansi terkait untuk memastikan respons cepat apabila terjadi keadaan darurat.

    Melalui semangat kolaborasi dan gotong royong, BPBD Kota Magelang mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus waspada dan siap menghadapi potensi bencana hidrometeorologi, demi keselamatan bersama.

  • Tembok 4 Meter di Kota Magelang Ambruk Diterjang Hujan Deras, Warga dan Polisi Kompak Bersihkan Reruntuhan

    Tembok 4 Meter di Kota Magelang Ambruk Diterjang Hujan Deras, Warga dan Polisi Kompak Bersihkan Reruntuhan

    Reporter : Wiwid Arif | Editor : Arief Setyoko

    Minggu, 19 Oktober 2025

    Hujan deras disertai angin kencang yang mengguyur Kota Magelang, Jumat (17/10/2025) sore, menyebabkan tembok setinggi empat meter di Jalan Merpati, Kelurahan Magelang, Kecamatan Magelang Tengah, roboh dan menutup akses jalan warga.

    Hujan mulai turun sekitar pukul 16.00 WIB sekitar satu jam kemudian, terdengar suara keras dari arah gang kecil di RT 01 RW 04, disusul ambruknya tembok sepanjang tujuh meter.

    Material batu, bata, dan lumpur menutup jalan. Beruntung, tidak ada warga yang melintas saat kejadian.

    Kepala Pelaksana BPBD Kota Magelang Machbub Yani Arfian menjelaskan tembok roboh akibat struktur tanah yang labil setelah diguyur hujan deras. “Tanah di sekitar lokasi jenuh air sehingga daya topangnya berkurang. Akibatnya tembok kehilangan keseimbangan,” jelasnya.

    Machbub mengingatkan warga agar waspada saat musim hujan.

    “Hindari berteduh di bawah pohon atau tembok tinggi ketika hujan deras,” katanya.

    Warga menyambut positif kerja bakti tersebut. Mereka bergotong-royong membersihkan area yang terdampak hingga jalur kembali aman dilalui.