Category: berita

  • Wali Kota Magelang Berikan Bantuan dan Dukungan Moral Para Korban Kebakaran di Kampung Karang Lor

    Wali Kota Magelang Berikan Bantuan dan Dukungan Moral Para Korban Kebakaran di Kampung Karang Lor

    Selasa, 6 Mei 2025 10:55 WIB

    KOTA MAGELANG – Wali Kota Magelang Damar Prasetyono berkesempatan meninjau lokasi kebakaran di Kampung Karang Lor RT I, RW XIV, Kelurahan Rejowinangun Selatan, Kecamatan Magelang Selatan, Selasa, (6/5/2025).

    Tinjauan ini menjadi tindak lanjut sekaligus komitmen Pemeritah Kota (Pemkot) Magelang untuk hadir mengurangi beban keluarga korban kebakaran.

    Dalam kunjungannya, Damar didampingi sejumlah pejabat diantaranya Kepala Pelaksana BPBD Kota Magelang, Machbub Yani Arfian, Camat Magelang Selatan, Lurah Rejowinangun Selatan, Baznas, PMI, dan lainnya.

    “Ini wujud kepedulian pemerintah untuk masyarakat. Kami ingin ada dana bantuan untuk masyarakat yang membutuhkan, jangan khawatir. Kita awasi bareng agar bantuan tepat sasaran dan sesuai kebutuhan,” kata Damar.

    Dana bantuan diberikan kepada para korban berasal dari Baznas Kota Magelang sebesar Rp. 13 juta dan dana kemanusiaan PMI Kota Magelang Rp. 5 juta. 

    Bantuan diberikan untuk 5 kepala keluarga (KK) yang rumahnya terdampak kebakaran, yakni Mulyono, Chandra, Budi Lestari, Bagus Wicaksono, dan Supriyatno. 

    Damar mengapresiasi jajarannya, juga masyarakat setempat, yang sigap sehingga musibah kebakaran segera tertangani dan tidak ada korban jiwa. 

    Selain memberikan bantuan materiil, Damar juga memberikan dukungan moral agar para korban tetap bersemangat. Demikian juga kepada masyarakat agar saling membantu, guyup rukun, tidak saling berselisih.

    “Bantuan yang kita salurkan ini, saya lihat tadi (jumlahnya) cukup untuk membangun kembali. Saya harap, Camat dan Lurah, juga RT dan RW bisa bekerja sama, memastikan tempat tinggal yang baru nanti tetap layak huni,” ujarnya. Tidak lupa, Damar berpesan agar masyarakat agar waspada terhadap ancaman kebakaran dengan melakukan tindakan pencegahan, seperti mematikan dan mencabut kabel listrik di rumah saat tidak digunakan serta tidak meninggalkan peralatan listrik dalam keadaan menyala.

    “Mitigasi ini sangat penting, terutama mengingat kondisi pemukiman di Kota Magelang yang cenderung padat, ditambah cuaca panas akhir-akhir ini,” kata Damar.

    Kepala Pelaksana BPBD Kota Magelang Machbub Yani Arfian menjelaskan, musibah kebakaran terjadi pada Rabu (30/4/2025) sekitar pukul 07.00 WIB. Saat ini sebagian penghuni rumah terdampak tinggal sementara di rumah susun sewa (rusunawa) milik Pemkot Magelang.

    “Meskipun demikian tidak ada korban jiwa, dan sebagian barang-barang bisa diselamatkan. Kami langsung menuju lokasi, mengamankan jiwa,” katanya.

    Saat kejadian, kata Machbub, pihaknya dan Dinsos memberikan bantuan untuk kebutuhan pribadi para korban. Kemudian dari Disperkim sudah menyediakan tempat tinggal sementara di Rumah Susun Sewa (Rusunawa) Tidar sebagai tempat tinggal sementara,” imbuhnya.

    Rahmadi, Lurah Rejowinangun Selatan, yang mewakili para korban menyampaikan rasa terimakasih kepada Pemkot Magelang, Baznas, PMI, CSR dan pihak lain yang sudah membantu dengan tulus. Dia berharap bantuan bisa digunakan sebagaimana semestinya. (prokompimkotamgl)

    Siaran Pers No: 481.5/03/05/133/2025

  • WaliKota Ajak Masyarakat berperan Aktif Meningkatkan Kesiapsiagaan Bencana

    WaliKota Ajak Masyarakat berperan Aktif Meningkatkan Kesiapsiagaan Bencana

    Editor:

    Doddy

     –

    27 April 2025 @09:05 

    Bertempat di halaman BPBD Kota Magelang, Wali Kota Magelang pimpin apel Hari Kesiapsiagaan Bencana Tahun 2025. Apel diikuti oleh lebih dari 100 peserta terdiri dari berbagai unsur, diantaranya TNI/POLRI, BUMN, OPD terkait dan relawan kebencanaan yang ada di Kota Magelang. Hari Kesiapsiagaan Bencana atau HKB 2025 diperingati tiap tanggal 26 April 2025, peringatan ini sebagai momentum membangun kesiapsiagaan hadapi bencana. Dalam sambutannya, Walikota Magelang mendorong masyarakat untuk aktif dalam kebencanaan utamanya dalam mitigasi bencana. Literasi bencana dibangun sejak dini melalui satuan pendidikan aman bencana di sekolah. Damar menambahkan informasi dan edukasi kepada masyarakat perlu terus ditingkatkan. Semua OPD didorong untuk terlibat secara aktif.

    Usai apel, dilaksanakan pemukulan kentongan secara bersama – sama dan dilanjutkan dengan peninjauan peralatan kebencanaan. Saat peninjauan, Damar Prasetono menekankan pentingnya pemenuhan standar peralatan kebencanaan yang dimiliki Kota Magelang.

    Sehari sebelumnya, bertempat di radio MagelangFM menghadirkan narasumber Sekretaris Daerah Kota Magelang Hamzah Kholifi, Kepala Bapperida Kota Magelang Handini Rahayu dan Kepala Pelaksana BPBD Kota Magelang, Machbub Yani Arfian laksanakan talkshow terkait Ketahanan Kota dalam Hadapi Bencana. Tujuan talkshow adalah untuk meningkatkan literasi kebencanaan bagi masyarakat khususnya pendengar radio.

    Macbub Yani Arfian selaku Kepala Pelaksanan BPBD Kota Magelang saat dihubungi terpisah menambahkan tema HKB Tahun 2025 adalah Bangun Kesiapsiagaan Sejak Dini, puncak acara dilaksanakan di KAbupaten Lombok Utara, NTB dengan simuasi evakuasi. Di Kota Magelang dilaksanakan apel dan pemukulan kentongan secara serentak pada pukul 10.00 WIB. Himbauan ini dituangkan dalam surat edaran Sekretaris Daerah Kota Magelang.

  • BPBD Kota Magelang Dirikan Posko Siaga Bencana Hidrometeorologi Selama Idul Fitri 1446 H

    BPBD Kota Magelang Dirikan Posko Siaga Bencana Hidrometeorologi Selama Idul Fitri 1446 H

    Kepala Pelaksana BPBD Kota Magelang, Machbub Yani Arfian.\ sebagai pembina apel Posko Siaga Darurat Hidrometeorologi selama Idul Fitri 1446 /tahun 2025 di halaman Kantor BPBD Kota Magelang. (Dok)

    MAGELANG (SUARABARU.ID) – Satgas BPBD Kota Magelang melaksanakan apel Posko Siaga Darurat Hidrometeorologi selama Idul Fitri 1446 /tahun 2025 di halaman Kantor BPBD Kota Magelang, kemarin.  Sebagai pembina apel Kepala Pelaksana BPBD Kota Magelang, Machbub Yani Arfian.

    Apel ini sebagai tindak lanjut Surat Edaran Gubernur Jawa Tengah No. 300.2/278 tentang Upaya Kesiapan dan Antisipasi Menghadapi Libur Lebaran 1446 H Tahun 2025.

    Posko Siaga Darurat Hidrometeorologi selama Idul Fitri 1446 H tahun 2025 bertempat di Kantor BPBD Kota Magelang selama 24 jam, mulai Senin 24 Maret 2025 dan berakhir Senin 8 April 2025. Posko didukung 2 kendaraan roda empat dan 1 unit sepeda motor serta peralatan kebencaan lainnya seperti chainsaw, alcon, tower light

      Kalak BPBD Kota Magelang mengecek peralatan kebencanaan yang dimiliki dan memastikan dapat berfungsi dengan baik. (Dok)

    Dalam arahannya, Machbub menerangkan, apel ini bertujuan untuk meningkatkan kesiapsiagaan hadapi bencana hidrometeorologi selama Idul Fitri 1446 H Tahun 2025. Prediksi BMKG. bahwa selama Idul Fitri diperkirakan masih turun hujan dengan intensitas sedang sampai tinggi.

     Seluruh satgas yang bertugas diminta untuk bersinergi dan berkoodinasi dengan pihak terkait, dan terus memamtau informasi dari BMKG.

     Seusai apel, Kalak BPBD Kota Magelang mengecek langsung peralatan kebencanaan yang dimiliki dan memastikan dapat berfungsi dengan baik.

    Doddy Ardjono



  • Bocah Tenggelam di Sungai Progo Magelang Ditemukan Meninggal

    Bocah Tenggelam di Sungai Progo Magelang Ditemukan Meninggal

    Eko Susanto – detikJateng
    Selasa, 04 Mar 2025 11:42 WIB

    Magelang – Bocah berinisial OE (10) (sebelumnya ditulis RB, 9 tahun) yang tenggelam di Sungai Progo wilayah Tuk Songo, Kota Magelang, telah ditemukan dalam kondisi meninggal dunia. Lokasi penemuannya berjarak sekitar 3 km dari titik awal dia tenggelam.
    Penata Penanggulangan Bencana Ahli Muda BPBD Kota Magelang, Siska Sriyoga, saat dikonfirmasi membenarkan korban sudah ditemukan sekitar pukul 09.02 WIB.

    “Ditemukan di Kampung Ngiwon (Desa Banyuwangi, Kecamatan Bandongan, Kabupaten Magelang) pukul 09.02 WIB oleh tim susur darat,” kata Yoga dalam pesan singkatnya, Selasa (4/3/2025).

    “Iya (meninggal). Jenazah utuh dan masih bisa dikenali,” tambahnya.

    ADVERTISEMENT
    “(Jenazah) Korban kita bawa ke RSUD Tidar Kota Magelang,” kata Basuki.

    “Kendala di lapangan yang arus cukup kuat dan lebarnya sungai,” sambung dia.

    Sebelumnya diberitakan, seorang anak berinisial OE diduga tenggelam di Sungai Progo wilayah Tuk Songo, Kota Magelang, malam tadi. Tim gabungan yang terdiri Basarnas, BPBD Kota Magelang, TNI, Polri, relawan, dan masyarakat hari ini melanjutkan pencarian.

    Penata Penanggulangan Bencana Ahli Muda BPBD Kota Magelang, Siska Sriyoga, mengatakan pihaknya menerima laporan dari orang tua korban pada Senin (3/3) pukul 20.00 WIB. Korban warga Karanggading, Kelurahan Rejowinangun Selatan, Kota Magelang.

    “Diduga tenggelam di aliran Sungai Progo sekitar Tuk Songo. Kami langsung merapat ke lokasi, kemudian menghubungi Basarnas, dan di lokasi sudah ada dari Polsek Magelang Tengah,” kata Yoga kepada wartawan, Selasa (4/3/2025).

    Yoga menjelaskan, berdasarkan rekaman CCTV pada Senin (3/3) sekitar pukul 12.00 WIB, anak tersebut bersama tiga temannya berangkat main naik sepeda.

    “Lalu sekitar jam 13.00, kembali (pulang) hanya tiga anak. Jadi satu anak hilang, tapi ketiga anak tersebut tidak melaporkan kepada orang tuanya. Mereka lalu pulang, ketika sampai di rumah, orang tua korban mencari dan mendatangi salah satu anak. Saat itu memperoleh informasi anaknya dilaporkan tenggelam di aliran Sungai Progo,” ujar Yoga.

    Pencarian anak itu dilakukan mulai Senin (3/3) sekitar pukul 20.30 WIB. Pencarian dilakukan warga dan Basarnas hingga pukul 23.30 WIB.

    “Karena ada laporan dari BPBD Temanggung bahwa curah hujan cukup tinggi, untuk mengurangi risiko dan alasan keamanan (pencarian dihentikan). Terus dilanjutkan hari ini mulai pukul 07.00 WIB,” kata Yoga.

  • Aksi Bersih Sungai Mitigasi Longsor Diikuti Ratusan Personil, Termasuk Mahasiswa, Guru dan Siswa

    Aksi Bersih Sungai Mitigasi Longsor Diikuti Ratusan Personil, Termasuk Mahasiswa, Guru dan Siswa

    Editor:

    Doddy

    16 Februari 2025 @08:33 

    MAGELANG (SUARABARU.ID) – Ratusan personil dari BPBD Kota Magelang, TNI, Polri, Relawan Garda, PMI, Komunitas Peduli Sungai, Mahasiswa, Guru serta Siswa SMK Pius X, Sabtu 15/2 melaksanakan kegiatan aksi bersih sungai mitigasi longsor.

    Yang menjadi sasaran aksi bersih sungai adalah Kali Gandekan, dengan tema ‘Kaline Resik, Disawang Becik, Rejekine Apik’.  Aksi ini diinisiasi Kelurahan Tidar Selatan, sebagai tindak lanjut dan upaya mitigasi tanah longsor selama musim penghujan.

    Kepala Kelurahan Tidar Selatan,  Danang Kurniawan mengatakan, kebersihan lingkungan utamanya kebersihan Kali Gandekan menjadi tanggung jawab bersama, bukan hanya tanggung jawab pemerintah. Dia juga mengimbau seluruh warga untuk tidak membuang sampah di sungai.

    ‘’Kegiatan ini juga sebagai wujud nyata aksi 100 hari Wali Kota Magelang terpilih, Damar Prasetyono,’’ tambahnya.

    Acara dilaksanakan mulai pagi hari hingga siang dengan membersihkan sampah yang ada di sungai, memangkas dahan pohon yang berpotensi tumbang dan membuat penahan longsor sederhana.

    Kepala BPBD Kota Magelang  Machbub Yani Arfian menerangkan, kegiatan ini sebagai upaya membangun kerjasama dalam penanggulangan bencana.

    Seperti diketahui, Pemkot Magelang telah menetapkan status siaga darurat bencana hidrometeorologi yang berlaku sampai bulan maret 2025. Dia menambahkan kegiatan serupa dapat dilaksanakan di kelurahan-kelurahan lain sebagai wujud ketangguhan dalam menghadapi bencana.

    BPBD juga memasang spanduk yang berisi peringatan dalam menghadapi musim penghujan tahun ini. Spanduk berisi imbauan untuk membersihkan drainase, memangkas pohon yang berpotensi tumbang dan melakukan pemantauan wilayah secara mandiri.

    Pada acara reresik kali Gandekan juga dilepaskan bibit benih ikan untuk menjaga ekosistem sungai.  (Doddy Ardjono)